HaiBunda

PARENTING

Lahir 0,4 Kg, Kini Kondisi Bayi Prematur Ini Bikin Pangling

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Kamis, 05 Apr 2018 14:00 WIB
Lahir 0,4 Kg, Kini Kondisi Bayi Prematur Ini Bikin Pangling/ Foto: Thinkstock
Washington, D.C. - Saat usia kandungannya 23 minggu, Mary Parkinson harus melahirkan bayinya secara prematur. Si kecil yang dikasih nama Grace pun lahir di bulan Januari lalu dengan berat badan 400 gram alias nggak sampai 1 kg nih, Bun. Sekarang, umur Grace sudah menginjak 3 bulan dan penampilannya berbeda banget.

Mary bilang sekarang berat badan Grace udah mencapai 2 kg lho. Beberapa minggu lalu Grace juga udah nggak perlu pakai inkubator. Sebagai ibu, Mary pastinya happy banget. Setelah berumur 3 bulan, Grace memang masih perlu pakai CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) karena masalah pernapasan yang dia alami. Tapi, kondisi Grace makin hari makin baik.

"Selamat ulang bulan yang ke-3 gadis kecilku. Nggak percaya dengan perkembangan kamu. Foto kiri saat Grace lahir dan beratnya sekitar 400 gram. Foto kanan saat sekarang Grace berbobot sekitar 2 kg. Kami beruntung jadi orang tua kamu, Nak," kata Mary di halaman Instagram-nya.




Karena Grace lahir prematur, Mary baru bisa memeluk bayi perempuannya itu saat berumur 2 minggu, Bun. Di umurnya yang masih belia banget Grace juga harus menjalani beberapa operasi karena ada masalah dengan ususnya. Beberapa tes untuk bayi prematur seperti penglihatan juga dijalani Grace.



Kalau kata bundanya, Grace paling sebal nih kalau menjalani tes ini. Untungnya, hasil pemeriksaan menunjukkan senggaknya saat ini Grace nggak butuh operasi. Seperti bayi prematur lainnya, soal ASI Grace mendapatkannya melalui feeding tube karena memang Mary belum bisa menyusui Grace secara langsung.

Pemberian ASI pada bayi prematur memang penting banget, Bun. Seperti dikatakan dr I Gusti Nyoman Ayu Partiwi SpA atau dr Tiwi untuk bayi prematur ASI nggak hanya nutrisi tapi juga obat, sama kayak ventilator dan infus. Soalnya, ASI memberi fungsi sangat besar pada pencernaan dan tubuh bayi.

Soal merawat bayi prematur, dr Tiwi bilang memang membesarkan bayi prematur agak 'susah' dan mahal. Kalau bayi udah keluar dari NICU, akan di-follow up sampai usia 10 tahun.

"Perkembangan otak beres pas usia 6 tahun tapi karena ada usia koreksi jadi waktu yang dibutuhkan lebih panjang. Lalu risiko masalah hormonal pas usia remaja juga ada," tambah dr Tiwi.

Maka dari itu, dr Tiwi berpesan orang tua mesti terus menjaga si kecil, mulai dari sistem pencernaannnya, metabolisme tubuh, asupan makanan, berat badan, tinggi badan, aktivitas fisik, dan aspek lain yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Termasuk stimulasi buat bayi prematur harus tetap dilakukan meski sudah boleh pulang ke rumah, Bun.

(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari

Mom's Life Annisa Karnesyia

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Parenting Nadhifa Fitrina

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK