HaiBunda

PARENTING

Ibu Ini Dikritik karena Larang Anak Makan Camilan Manis

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Sabtu, 23 Jun 2018 19:12 WIB
Ibu Ini Dikritik karena Larang Anak Makan Camilan Manis/ Foto: Istimewa
London, Inggris - Memang yang berlebihan itu nggak baik, seperti makanan manis yang anak konsumsi. Akan tetapi, bukan berarti kita melarang total anak untuk mencicipinya. Namun, inilah yang dilakukan ibu asal Inggris, Toni Buxton hingga dia mendapat kritikan.

Tonia yang juga seorang chef dan penulis buku tentang makanan mengungkapkan bahwa dia melarang anak-anaknya memakan makanan apa pun yang mengandung gula, termasuk kue ulang tahun. Tonia muncul di Good Morning Britain untuk membahas kebijakan anti-gula yang dia pertahankan di rumahnya. Tonia menyamakan kecanduan gula dengan kokain. Makanya,
dia nggak membiarkan anak-anaknya makan camilan manis karena menurut Tonia mereka bisa ketagihan.

"Begitu kita mengonsumsinya, gula memiliki efek yang sama pada otak seperti kokain. Jadi, itu menjadi kacau. Setelah anak-anak mengonsumsinya, mereka menjadi heboh, berlarian, kemudian naik turun tangga dan kemudian menginginkan gula lebih banyak. Jadi, kita lebih baik nggak mengonsumsinya dan kami mengonsumsi sesuatu yang lebih baik daripada camilan manis," kata Tonia yang merupakan ibu 4 anak dikutip dari Independent.




Amanda Jenner, seorang ahli parenting yang muncul di acara bincang-bincang bersama Tonia, nggak setuju dengan pendapatnya. Dia menyatakan bahwa dia pikir nggak apa-apa untuk memberikan makanan manis ke anak-anak selama jumlahnya nggak berlebihan.

Pendapat Tonia tentang masalah ini telah memicu perdebatan di antara orang tua di media sosial. Banyak orang tua yang nggak setuju dengan larangan total untuk anak mengonsumsi semua camilan manis.

"Ya ampun? Ini semakin bodoh! Justru kebahagiaan anak-anak saat pesta adalah makan kue dan permen karena nggak setiap hari bisa mengonsumsinya di rumah," tulis salah satu orang tua di media sosial.

Sementara yang lain menulis, 'Oh sebenarnya akan baik-baik saja jika dalam jumlah sedang dan bagus jika membuat mereka aktif bergerak'.

Namun, orang tua lain yang pro dengan Tonia, menyatakan orang tua memang harus mengurangi jumlah gula yang dikonsumsi anak-anak di tengah krisis obesitas masa kanak-kanak saat ini.

Soal anak-anak yang suka mengonsumsi makanan manis, Bun, kata psikolog anak Ajeng Raviando, jika anak maunya yang manis-manis melulu, artinya si kecil sudah punya kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis. Kebiasaan itu terbentuk dari perilaku yang dilakukan berulang kali, dalam waktu yang cukup lama.

Karena itu, kalau ingin mengubah kebiasaannya, tentu butuh waktu juga. Kita harus selalu ingat Bun, bahwa anak cenderung ikut melakukan sesuatu yang dia lihat. Maka itu, kita sebagai orang tua juga harus memberi contoh.

(aci/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Meski Dianggap Mulut Ember, Ini Kelebihan Tersembunyi dari Orang yang Susah Pegang Rahasia

Mom's Life Amira Salsabila

9 Posisi Berhubungan yang Bagus saat Hamil 8 Bulan agar Tetap Aman & Nyaman

Kehamilan Amrikh Palupi

Anak Pakai WhatsApp? Kini Orang Tua Bisa Pantau Aktivitasnya, Cek Fitur Barunya

Parenting Annisa Karnesyia

3 Resep Bumbu Garang Asem Ayam Kuah Bening, Gurih Segarnya Bikin Nambah Nasi

Mom's Life Amira Salsabila

Sosok Mirelle Aurellia, Model Indonesia yang Debut di Fashion Show Merek Ternama Dunia

Mom's Life Azhar Hanifah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Father Goals! 5 Potret Hangat Adrian Khalif Bareng Dua Putra Kesayangannya

9 Posisi Berhubungan yang Bagus saat Hamil 8 Bulan agar Tetap Aman & Nyaman

Meski Dianggap Mulut Ember, Ini Kelebihan Tersembunyi dari Orang yang Susah Pegang Rahasia

Anak Pakai WhatsApp? Kini Orang Tua Bisa Pantau Aktivitasnya, Cek Fitur Barunya

5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK