parenting

Cerita dr Tompi tentang Sunat pada Anak Gemuk

Radian Nyi Sukmasari Senin, 02 Jul 2018 19:00 WIB
Cerita dr Tompi tentang Sunat pada Anak Gemuk
Jakarta - Bicara tentang sunat pada anak, salah satu hal yang jadi perhatian orang tua sebelum si kecil sunat adalah bagaimana badan mereka, gemuk atau kurus. Soalnya, ini terkait dengan prosedur sunat yang dipilih. Nah, penyanyi sekaligus dokter, dr Tompi punya cerita tentang sunat pada anak gemuk, Bun.

Sering banget anak gemuk dibilang susah sunatnya. dr Tompi rupanya punya pengalaman kayak gitu. Jadi, beberapa waktu lalu dr Tompi membantu prosedur sunat dua anak yang kebetulan tubuhnya agak gemuk. Sehingga, terkesan penisnya tenggelam. Yang menarik buat dr Tompi, keinginan si anak untuk disunat ditolak beberapa kali di tempat sunat karena alasan gemuk.

Berdasarkan cerita pihak pasien, solusi yang ditawarkan adalah tunggu sampai anaknya kurusan. Alhasil, bingunglah orang tua si anak, Bun. Si orang tua pun bilang misalkan anaknya nggak lebih kurus nggak bakal sunat. Benar juga ya, Bun, He-he-he.




"Bila boleh saya berpesan, nggak apa-apa nyunatin anak yang gemuk. Memang biasanya (penisnya) tenggelam karena lemak daerah perut bawahnya. Tapi bisa dimanipulasi dengan cara tekan sedikit daerah bawah perutnya niscaya yang akan disunat nonjol jelas sehingga bisa dioperasi," tutur dr Tompi di laman Instagram-nya.

Apa yang disampaikan dr Tompi mendapat tanggapan netizen. Ada yang menyampaikan pengalaman serupa yaitu si kecil yang gemuk ditolak untuk disunat oleh beberapa tempat. Tapi, ada juga yang bilang sang anak berbadan gemuk dan saat disunat dokter yang menyunat melakukan tips yang diberi dr Tompi.

Bunda pernah punya pengalaman terkait menyunat anak termasuk kalau si kecil gemuk? Terkait sunat pada anak gemuk, dr Mahdian Nur Nasution SpBS dari Rumah Sunat dr Mahdian bilang pada anak gemuk memang penis cenderung tenggelam atau terpendam karena lemak pubis yang lebih banyak.

Nah, metode sunat yang disarankan untuk anak gemuk adalah konvensional atau electric couter. Hanya saja, tiap prosedur pasti punya plus minus masing-masing ya, Bun. Pada metode konvensional pastinya ada perdarahan lalu risiko infeksi, nyeri, dan inflamasi. Sementara itu, prosedur electric cauter seperti prosedur konvensional. Bedanya pembedahan pakai electric cauter jadi nggak ada perdarahan.



Baik dengan metode sunat konvensional atau electric cauter tetap ada jahitan dan perban. Kemudian, anak lebih lambat kembali beraktivitas dan nggak boleh langsung mandi. Untuk pemulihan luka pasca sunat tergantung kondisi tubuh anak ya, Bun.

"Kondisi anak beda-beda. Walau secara umum yang paling nyaman pakai klamp, baiknya tetap konsul dulu sebelum anak dikhitan," ujar dr Mahdian.

Nah, prosedur-prosedur sunat untuk anak bisa disimak di infografis berikut ini, Bun:

Prosedur sunat untuk anakProsedur sunat untuk anak/ Foto: Infografis
(rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi