sign up SIGN UP search


parenting

6 Langkah Cegah Malu Saat Anak Tantrum di Tempat Umum

Melly Febrida   |   Haibunda Senin, 23 Jul 2018 10:53 WIB
Saat anak tantrum di tempat umum, rasanya malu ya, Bun. Rasanya jadi serba salah karena menjadi pusat perhatian. caption
Jakarta - Saat anak tantrum di tempat umum, rasanya malu dan bikin naik darah. Saya pribadi merasakan hal itu, Bun. Tapi, ada cara mengatasi anak tantrum sebelum kita merasa frustrasi dan malu.

Tantrum memang sering terjadi pada batita ketika mereka lelah, sakit, atau marah. Aideen McCartney, seorang terapis melalui bermain dan couch bagi orang tua bilang tantrum terjadi saat anak terpicu emosinya dan merasa kewalahan. Hal ini menyebabkan otak mengatur bagian rasional dan logikanya seakan mati. Alhasil anak menjadi begitu emosional.




Saat tantrum anak bisa menangis keras, berteriak-teriak histeris, melentingkan badan, bahkan ada yang sampai membentur-benturkan badannya ke benda keras seperti lantai dan tembok. Saat kita berusaha menenangkan anak, tangisan dan teriakannya makin menjadi. Tapi dibiarkan juga kok ya nggak juga tenang.

Aideen akhirnya membagikan saran pengasuhan tentang apa yang dia pelajari dari pelatihan bertahun-tahun menghadapi anak, termasuk tantrum. Pengalaman sebagai orang tua juga membuatnya paham benar apa yang dirasakan para bunda saat anak tantrum. Berikut enam langkah menangani anak tantrum di tempat umum yang disampaikan Aideen seperti dikutip dari metro.co.uk.

1. Tetap Tenang dan Teratur

Kita harus bisa menahan emosi dan pastikan nggak akan berteriak ke anak. Jika perlu, salah satu langkah yang perlu kita coba adalah mengakui perasaan anak serta menarik napas dalam-dalam.

Kita harus tetap tenang kalau ingin membantu anak menjadi tenang. Di saat seperti ini nggak ada gunanya kita marah dan berteriak.

2. Buat Hubungan Emosional dengan Anak

Bunda bisa menunjukkan ke anak dengan mencoba terlibat dengannya. Cobalah sejajarkan diri dengan anak sehingga bisa kontak mata dan berbicara perlahan serta tenang.

Saat ini kita mungkin nggak bisa memeluknya karena anak masih bereaksi secara fisik sesuai dengan emosinya. Hal terbaik adalah beri mereka ruang, tetapi tetapkan batas.

Katakan sesuatu seperti, "Bunda tahu Kakak sangat marah sampai mau memukul sesuatu, tetapi mama tidak mau memukul. Kalau perlu, Kakak bisa menendang bantal itu di sana,".

3. Berempati pada Anak

Kalau kita tahu pemicu tantrumnya, kita bisa membicarakannya pelan-pelan dan menjelaskan bahwa kita tahu mengapa si kecil marah. Kita bisa coba bantu anak mengungkapkan perasaan mereka melalui kata-kata, Bun.

6 Langkah Cegah Malu Saat Anak Tantrum di Tempat Umum6 Langkah Cegah Malu Saat Anak Tantrum di Tempat Umum (Foto: ilustrasi/thinkstock)


4. Mencoba Mendekati dan Memeluknya

Kalau anak tak paham dengan apa yang kita katakan, mereka biasanya akan lebih mengerti dengan sentuhan fisik. Kita bisa mendekati anak, menyentuh, dan memeluknya.

5. Setelah Mereka Tenang, Bicarakan Masalah

Setelah emosi anak reda, mereka mungkin tak benar-benar ingat apa yang terjadi. Saat ini kita bisa ceritakan kisahnya dimulai dengan apa yang kita lihat, lalu sisakan ruang untuk anak menceritakan pengalaman mereka.

Ingat ya, Bun, kadang anak hanya perlu didengar. Jadi saat seperti ini kita harus tahan-tahan diri untuk nggak menyampaikan nasihat.

6. Bicarakan tentang Perilaku dan Konsekuensi

Kalau tantrum sudah benar-benar selesai dan anak bisa diajak komunikasi dengan tenang, kita bisa sampaikan tentang konsekuensi.



(nwy)
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!