parenting

Penjelasan Tentang Rambut Rontok karena Kemo Seperti Anak Denada

Radian Nyi Sukmasari Jumat, 27 Jul 2018 11:52 WIB
Penjelasan Tentang Rambut Rontok karena Kemo Seperti Anak Denada
Jakarta - Perubahan fisik bisa dialami seorang anak ketika dia didiagnosis penyakit serius, misalnya leukemia atau kanker darah. Seperti dialami anak perempuan Denada, Shakira. Bocah berumur 5 tahun itu mengalami kerontokan rambut setelah menjalani kemoterapi.

Di akun Instagram-nya, Denada berbagi apa yang dialami Shakira. Dalam foto yang diunggah Denada, terlihat kaca di kamar mandi ditutup koran. Hal itu sengaja dilakukan Denada karena Shakira mulai merasa nggak cantik. Hiks, sedih ya, Bun, dengar curahan hati Shakira. "Ibu, Shakira nggak ada rambutnya. Shakira mukanya kenapa begini? Shakira kenapa botak, Ibu?" demikian tulis Denada mengulang perkataan Shakira.

Bicara kemoterapi pada pasien kanker, terapi ini memang bisa membuat rambut rontok, Bun. Soalnya, obat kemoterapi pada prinsipnya nggak cuma menghambat pertumbuhan atau membunuh sel kanker tapi juga menghambat pertumbuhan sel rambut yang normal. Bahkan kemoterapi menyebabkan kerusakan sementara pada sel normal, terutama sel yang membelah dengan cepat seperti pada rambut.




Dikutip dari Kids Health, kerontokan rambut akibat kemoterapi pada tiap anak berbeda. Kadarnya bisa ringan sampai rontok parah bahkan kepala anak sampai botak. Nah, kerontokan rambut yang dialami anak bisa hanya di rambut kepala, rambut tubuh, bahkan alis dan bulu mata.

Umumnya, rambut anak bisa kembali tumbuh setelah kemoterapi selesai. Namun, bukan nggak mungkin beberapa anaknya rambutnya sudah mulai tumbuh lagi meski kemoterapi belum selesai. Ini mengingat nggak semua obat kemoterapi menyebabkan kerontokan pada rambut anak. Gimana kondisi rambutnya setelah tumbuh?

Beberapa orang tua melaporkan rambut anaknya tumbuh dengan perubahan. Seperti lebih tebal, hitam, dan bentuknya jadi keriting padahal sebelumnya lurus. Saat rambut anak mulai rontok, akan lebih baik jika rambut mereka dipotong pendek, Bun. Kemudian, jangan lupa beri tahu anak bahwa ada kok anak lain yang mengalami hal serupa dan rambutnya bisa tumbuh kembali.

"Memberi tahu anak soal perubahan akibat efek treatment memang perlu diberi tahu sebelum efeknya terjadi. Ini supaya anak nggak kaget. Memvalidasi emosi anak ketika dia sedih karena merasakan efek dari treatmentnya saya sarankan banget buat dilakukan," kata psikolog anak dari Tiga Generasi Marcelina Melisa yang akrab disapa Lina.

Dengan kita memvalidasi emosi anak, seakan kita menerima keadaan anak, Bun. Kemudian, anak tahu bahwa nggak masalah kok buat kita bersedih kadang-kadang ketika sedang menjalani pengobatan. Tapi jangan lupa, tekankan ke anak apa yang harus kita lakukan untuk bisa bareng-bareng mencapai harapan yakni kesembuhan si kecil nantinya.


(rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi