HaiBunda

PARENTING

Tentang Vaksin MR yang Disebut Haram Tapi Tetap Boleh Dipakai

Nurvita Indarini   |   HaiBunda

Selasa, 21 Aug 2018 11:51 WIB
Ilustrasi pemberian vaksin MR/ Foto: Firdaus Anwar
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa bahwa vaksin measles rubella (MR) produk dari Serum Institute of India (SII) hukumnya haram. Meski begitu ada poin yang menyebut vaksin MR ini boleh dipakai.

MUI menyebut vaksin MR haram lantaran dalam proses produksinya menggunakan bahan yang berasal dari babi. Bagaimana komentar dari Tim Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)?

"Baca fatwa lengkap. Saya memahami dan mendukung isi fatwa terutama butir 3 a b c," ujar dr Soedjatmiko, SpA(K), MSi dari Tim Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).




Dalam ketentuan hukum nomor 3, MUI mengatakan:

Penggunaan vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII), pada saat ini, dibolehkan (mubah) karena:
a. Ada kondisi keterpaksaan (dlarurat syar'iyyah)
b. Belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci
c. Ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum adanya vaksin yang halal.

MUI juga menegaskan kebolehan dalam penggunaan vaksin MR tidak berlaku jika ditemukan adanya vaksin yang halal dan suci.

Pemberian vaksin MR/ Foto: Imunisasi MR di Maros (Bakrie-detik)


Vaksin MR diberikan untuk melindungi anak dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan.

Vaksin MR yang digunakan saat ini telah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM.



Adakah efek dari pemberian vaksin MR? Efek yang sering dilaporkan adalah demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan. Biasanya keluhan ini akan menghilang dalam dua hingga tiga hari. Sementara itu, kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius juga sebenarnya jarang terjadi.

Rekomendasi MUI

Dalam fatwanya, MUI menyambaikan empat rekomendasi. Berikut ini rekomendasinya, Bun:

1. Pemerintah wajib menjamin ketersediaan vaksin halal untuk kepentingan imunisasi bagi masyarakat.
2. Produsen vaksin wajib mengupayakan produksi vaksin yang halal dan mensertifikasi halal produk vaksin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
3. Pemerintah harus menjadikan pertimbangan keagamaan sebagai panduan dalam imunisasi dan pengobatan.
4. Pemerintah hendaknya mengupayakan secara maksimal, serta melalui WHO dan negara-negara berpenduduk muslim, agar memperhatikan kepentingan umat Islam dalam hal kebutuhan akan obat-obatan dan vaksin yang suci dan halal.

(Nurvita Indarini/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Orang IQ Rendah yang Terlihat dalam Kehidupan

Mom's Life Azhar Hanifah

7 Potret Rumah Canti Tachril dan Adipati Dolken, Hangat dan Elegan

Mom's Life Amira Salsabila

Bikin Bangga! Cassia Anak Chacha Frederica Menang Lomba Renang, Intip Potretnya

Parenting Annisa Karnesyia

Peneliti Temukan 485 Jenis Zat Kimia yang Berkaitan dengan Kanker Payudara

Menyusui Melly Febrida

Pemilik HP Jadul Terancam Diblokir WhatsApp, Wajib Penuhi Syarat Ini

Mom's Life Azhar Hanifah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Orang IQ Rendah yang Terlihat dalam Kehidupan

Bikin Bangga! Cassia Anak Chacha Frederica Menang Lomba Renang, Intip Potretnya

Peneliti Temukan 485 Jenis Zat Kimia yang Berkaitan dengan Kanker Payudara

7 Potret Rumah Canti Tachril dan Adipati Dolken, Hangat dan Elegan

Cara Otak Ibu Hamil Beradaptasi Selama Proses Kehamilan, Ini yang Diungkap Studi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK