HaiBunda

PARENTING

Ingat, Beri Konsekuensi pada Anak Jangan Cuma di Mulut Ya

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Sabtu, 15 Sep 2018 16:56 WIB
Ingat, Beri Konsekuensi pada Anak Jangan Cuma di Mulut Ya/ Foto: dok.HaiBunda
Jakarta - Ada kalanya anak nggak nurut pada orang tua. Alhasil, orang tua akan memberi konsekuensi. Tapi ingat, Bun, konsekuensi untuk anak harus dijalankan ya alias nggak sekadar diucap saja.

Menurut psikolog anak, remaja, dan keluarga dari Tiga Generasi, Samanta Ananta, ini perilaku yang sering banget dilakukan orang tua. Mengingatkan akan memberi konsekuensi pada anak tapi konsekuensi itu tak diterapkan.

"Misal gini, saat anak nggak mau rapiin mainan maka kita langsung deh tuh bilang, 'Besok nggak Mama beliin mainan lagi ya'. Padahal, besok-besok ketika ke mal, mainan mah tetap dibeliin juga akhirnya kan nggak konsisten," tutur Samanta saat ngobrol dengan HaiBunda.




Nah, ibu satu anak ini menambahkan akan lebih baik orang tua memberi konsekuensi yang bisa benar-benar dilakukan. Ketika bilang nggak akan membelikan anak mainan, maka lakukan itu, Bun. Sehingga, anak tahu bahwa apa yang dia lakukan pasti akan ada konsekuensinya. Lalu, Samanta mengingatkan saat prang tua melarang anak melakukan sesuatu coba beri jalan keluarnya.

"Misal anak nggak boleh nonton TV, ya ajarin anak atau ajak anak main di luar, jadi bukan sekadar melarang atau meng-cut kegiatan anak tapi nggak kasih solusi. Biarkan anak bermain di luar atau kotor-kotoran di luar. Orang tua jadinya tahu, value apa sih yang mau dibangun di keluarganya," papar Samanta.

Eits, membebaskan bukan berarti melepas tanpa tanggung jawab ya, Bun. Elizabeth J. Short, PhD, associate director dari Schubert Center di Case Western Reserve University mengatakan orang tua di Amerika ingin berteman dengan anak-anaknya. Alhasil, cenderung terlalu membebaskan si anak. Faktanya, terlalu membebaskan anak juga nggak baik karena anak bisa jadi sosok yang melakukan sesuatu suka-suka mereka.

"Tapi terlalu mengekang anak juga nggak baik karena anak-anak bisa tumbuh jadi individu yang cemas dan ragu-ragu. Atau kadang-kadang, karena saking takutnya mereka nggak mau mencoba sesuatu yang baru," kata Elizabeth dilansir Web MD.

Untuk itu, Elizabeth menyarankan orang tua untuk memberi kebebasan pada anak tapi yang bertanggung jawab. Sehingga, anak bisa bereksplorasi dan mencoba berbagai hal namun tetap memiliki batasan. Jangan lupa, tegas dianjurkan dalam parenting lho, Bun. Eits, tegas dan galak itu beda lho. Dan untuk menjadi tegas tidak perlu galak.

(aml/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Aline Adita Nikmati Masa Menyusui Anak Pertama di Usia 45 Th

Menyusui Indah Ramadhani

Ini Alasan Mengapa Bayi Baru Lahir Wanginya Enak Menurut Studi

Parenting Asri Ediyati

Penampilan Terbaru Dewi Lestari Usai Jalani Long Fasting 72 Jam, Menawan di Usia 50 Th

Mom's Life Amira Salsabila

Benarkah Kemoterapi Dapat Sebabkan Menopause Dini?

Kehamilan Annisa Karnesyia

9 Tanda Ada Tikus Bersarang di Rumah yang Sering Tidak Disadari

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cerita Zehan Almira Bocah dengan Kelainan Langka, Ternyata Tulang Sudah Patah Sejak di Kandungan

Ini Alasan Mengapa Bayi Baru Lahir Wanginya Enak Menurut Studi

Potret Aline Adita Nikmati Masa Menyusui Anak Pertama di Usia 45 Th

Benarkah Kemoterapi Dapat Sebabkan Menopause Dini?

5 Fakta 'Tantara', Drama Korea Dibintangi Song Hye Kyo dan Gong Yoo

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK