HaiBunda

PARENTING

Cerita dr Reisa tentang Beda Alergi Kedua Anaknya

Siti Hafadzoh   |   HaiBunda

Minggu, 25 Nov 2018 20:09 WIB
dr Reisa Broto Asmoro (Foto: Palevi S/detikHOT)
Jakarta - Alergi menjadi fokus utama untuk para Bunda. Nggak cuma pada anak yang sudah mendapat MPASI, alergi juga bisa mengenai bayi yang masih ASI eksklusif lho. Memang agak repot ya, Bun kalau sudah berkaitan dengan alergi ini. dr Reisa Broto Asmoro juga pernah mengalaminya.

Anak pertama dr Reisa mengalami alergi ketika masih mengonsumsi ASI eksklusif. Alergi pada anak pertamanya dipicu oleh tomat yang dikonsumsi dr Reisa. Dia juga alergi makanan lain, seperti keju, pepaya, dan pisang. Sedangkan, anak keduanya nggak mengalami reaksi alergi ketika masih ASI eksklusif.

"Beda sama anak kedua. Waktu ASI eksklusif kemarin, saya makan apa saja dia nggak apa-apa, nggak masalah. Ya merah-merah di kulit. Kulitnya memang ada eksem. Saya pikir, it's okay lah masih bisa ditanggulangi kan. Begitu saya kasih MPASI, dia juga alergi. Bentuknya pilek, terus kok ini pileknya nggak wajar," kata dr Reisa ketika ditemui di Greenhouse Co-Working Space, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.




Nah, untuk mengenali alergi yang ada pada tubuh anak, Bunda harus mencoba mengenalkan berbagai makanan. Kata dr Reisa, mungkin ada 'trial and error' waktu mengenalkan makanan ke si kecil. Harus dites dulu supaya tahu dia alergi atau nggak dengan makanan tersebut.

Mengenalkan makanan baru pada anak juga harus dilakukan satu per satu supaya Bunda tahu makanan mana yang memicu reaksi alergi pada tubuh anak. Bunda harus memberikan menu yang sama setidaknya selama 3 hari.

"Alergi itu banyak macamnya. Ada yang waktu pendek. Jadi kita cobain, kita harapkan dalam 72 jam pertama sudah keluar reaksinya. Tapi ada yang juga reaksi lambat. Jadi sampai seminggu, baru keluar reaksi alerginya," tambah ibu dua anak itu.

dr Reisa Broto Asmoro (Foto: Palevi S/detikHOT)
Perlu Bunda tahu nih, reaksi alergi itu bentuknya macam-macam. Nggak cuma ruam, gatal-gatal atau eksem. Reaksi alergi juga bisa berupa kejang, pilek dan diare. Bunda perlu mengenali perubahan kondisi tubuh anak setelah mencoba menu makanan baru.

dr Reisa bilang, "Saya tahu dia alergi karena dia kejang. Jadi usia 40 harian, itu dia kejang tanpa diketahui sebabnya. Sudah diperiksa segala macam, nggak ada nih yang spesifik. Ini bukan epilepsi. Ternyata alergi. Jadi begitu saya diet ketika menyusui, alerginya hilang sendiri. Saya menelaah lagi, reaksi alergi itu banyak sekali, mulai yang kulit kemerahan, bengkak, asma, sering banget batuk pilek, daya tubuhnya rendah, macam-macam sih."

Mak dari itu, Bun, selalu perhatikan makanan yang dikonsumsi si kecil ya. Kalau anak alergi, Bunda harus tahu makanan apa yang bisa jadi pemicunya.

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Anak yang Kurang Bersyukur dari Kalimat yang Sering Diucapkan

Parenting Annisa Karnesyia

Tak hanya Bergizi, ASI Ternyata Bantu Lawan Resistensi Antibiotik

Menyusui Dwi Indah Nurcahyani

Terpopuler: Potret Anak Maudy Koesnaedi & Diah Permatasari Jadi Model Jersey

Mom's Life Tim HaiBunda

5 Tahapan Program Bayi Tabung dan Risikonya

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Ciri Kepribadian Orang yang Suka Mengunyah Permen Karet saat Merasa Gelisah

Mom's Life Melly Febrida

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

150 Nama Bayi Terinspirasi Bunga Dahlia dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan

Raja Charles III Kirim Surat ke Pangeran Harry & Meghan Markle, Tegaskan Status Keduanya Non-Working Royal

Ciri Anak yang Kurang Bersyukur dari Kalimat yang Sering Diucapkan

Tak hanya Bergizi, ASI Ternyata Bantu Lawan Resistensi Antibiotik

15 Film Indonesia Terbaru September 2026, Tontonan Terbaik Akhir Pekan!

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK