HaiBunda

PARENTING

Bunda, Pahami Alasan Stres Bisa Picu Makan Berlebihan

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Sabtu, 23 Mar 2019 08:00 WIB
Ilustrasi emotional eating/ Foto: iStock
Jakarta - Bunda, sering enggak sih merasa nafsu makan bertambah ketika banyak pikiran? Orang bilang sih, stres bisa memicu nafsu makan tak terkontrol. Benar enggak ya hal tersebut?

Situasi seperti itu memang kerap tak disadari ya, Bun. Sudah makan banyak tapi kok enggak merasa kenyang. Padahal, porsi makan sudah menggila dari biasanya. Wah, kalau begini sih patut curiga kalau Bunda makan sedang mengalami emotional eating.

Melansir Medical News, penyebab emotional eating seringkali dipicu stres atau emosi kuat lainnya. Sementara faktor lainnya yang dapat memicu hal tersebut antara lain kelelahan, kebosanan, dan stres.



Kejenuhan menjalani rutinitas sehari-hari, membuat Bunda dan anggota keluarga lainnya rentan mengalami emotional eating. Ketika kita tak memiliki kegiatan apa pun, biasanya akan cenderung beralih ke makanan untuk mengisi kekosongan tersebut.

Selain itu, beberapa ahli menyebut jika kebiasaan yang terkait dengan pengalaman seseorang di masa kecil juga ikut mempengaruhinya. Misalnya, makan es krim setelah mencapai prestasi bagus dan sebagainya.

Ilustrasi emotional eating/ Foto: iStock

Tak hanya itu, efek kelelahan juga membuat seseorang lebih mudah makan berlebihan lho, Bun. Parahnya, dalam kondisi lelah tersebut seseorang cenderung makan tanpa berpikir panjang, terutama ketika mereka melakukan tugas yang tidak menyenangkan.

Pengaruh orang-orang di sekitar juga harus diwaspadai ya, Bun. Setiap orang akan memiliki teman yang mendorongnya untuk makan berlebihan. Seperti misalnya, ajakan untuk pergi menyantap seloyang pizza bersama teman. Meskipun terdengar sebagai hal lumrah, ternyata bisa menjadi penyebab emotional eating lho.

Faktor yang kerap menjadi pemicu utama emotional eating lainnya yakni stres, Bun. Perlu Bunda tahu bahwa stres menyebabkan beberapa orang mengabaikan isyarat lapar mereka dan menahan diri untuk tidak makan terlalu lama. Tak hanya itu, stres juga mengubah seseorang menjadi pemakan emosional, dimana mereka dapat mengunyah tanpa berpikir.

"Beberapa orang makan berlebihan ketika mereka merasa stres dan beberapa orang kehilangan selera makan. Mereka yang makan berlebihan berusaha mengalihkan perhatian dengan makanan,"kata psikolog klinis di Cleveland Clinic, Dr Susan Albers, PsyD, seperti dikutip dari Health Cleveland Clinic.


Ketika seseorang merasa stres, tubuh akan mengirimkan kortisol yang dikenal sebagai hormon stres. Kortisol diketahui dapat membuat seseorang mendambakan makanan manis, asin, dan berlemak. Hal ini dikarenakan otak akan berpikir ia membutuhkan bahan bakar untuk melawan segala ancaman yang menyebabkan stres.

Wah, harus rajin berolahraga ya, Bun, agar jauh dari stres dan tidak mengalami emotional eating.

[Gambas:Video 20detik]

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Adzam Anak Nathalie Holscher di Pernikahan Ibunda, Curi Perhatian Netizen

Parenting Annisa Karnesyia

12 Jenis Penyakit Kelamin yang Mengintai Laki-laki dan Perempuan

Kehamilan Melly Febrida

Penyakit Tha'un yang Mewabah pada Zaman Rasulullah, Ini Penyebab dan Kisah di Baliknya

Mom's Life Amira Salsabila

Alasan Menyentuh Adam Sandler Kirim Bunga ke Jennifer Aniston Setiap Hari Ibu

Kehamilan Amrikh Palupi

Cara Membuat Perkedel Kentang agar Tidak Hancur saat Digoreng, Bumbunya Gurih dan Mudah Dibentuk

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Orang yang Belum Dewasa Secara Emosional dari Sikapnya Sehari-hari

12 Jenis Penyakit Kelamin yang Mengintai Laki-laki dan Perempuan

Potret Adzam Anak Nathalie Holscher di Pernikahan Ibunda, Curi Perhatian Netizen

Penyakit Tha'un yang Mewabah pada Zaman Rasulullah, Ini Penyebab dan Kisah di Baliknya

Rumah 'Berhantu' Ditinggal 30 Tahun Laku Terjual Rp39 Miliar, Jadi Rebutan Banyak Pembeli

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK