parenting

Studi: Kecemasan pada Anak Terkait Sering Bolos Sekolah

Maya Sofia Senin, 01 Apr 2019 09:01 WIB
Studi: Kecemasan pada Anak Terkait Sering Bolos Sekolah
Jakarta - Apakah Bunda pernah memerhatikan seberapa sering anak absen atau bolos sekolah? Jika terlalu sering absen atau bolos, ada baiknya Bunda lebih waspada.

Mengutip Reuters, anak yang sering absen dan bolos kemungkinan menderita kecemasan.


"Kami terkejut menemukan bukti bahwa kecemasan terkait dengan absen tanpa alasan, atau bolos, yang sering dianggap terkait dengan masalah perilaku daripada masalah emosional seperti kecemasan atau depresi," ujar Katie Finning dari University of Exeter Medical School, yang memimpin penelitian.


Finning dan timnya meninjau delapan penelitian yang sudah diterbitkan sebelumnya. Penelitian tersebut melibatkan 26.000 siswa muda dari Eropa, Amerika Utara, dan Asia. Usia rata-rata siswa tersebut 15 tahun dengan kisaran 5 - 21 tahun.

Hasil studi menunjukkan, kecemasan sangat terkait dengan school refusal atau menghindari sekolah karena tekanan emosi. Selain itu, kecemasan juga ternyata terkait dengan bolos.

"Tingginya jumlah ketidakhadiran bisa menjadi tanda kecemasan, tidak peduli apa pun jenis ketidakhadirannya," ucapnya.

Menurut Finning, orang tua dan guru mungkin selama ini keliru dengan menganggap bahwa siswa yang tidak masuk sekolah karena tidak patuh atau memiliki masalah dalam perilaku. Padahal, ujarnya, siswa tersebut mungkin saja menderita gangguan kecemasan.

"Ada banyak hal tentang lingkungan sekolah yang mungkin menantang bagi anak muda dengan gangguan kecemasan, termasuk interaksi sosial dengan teman sebaya dan staf sekolah, tantangan akademis, atau terpisah dari pengasuh di rumah," kata Finning.

Namun perlu dicatat ya, Bun, sebagian besar studi yang dianalisis berskala kecil dan kesemuanya tidak ditujukan untuk membuktikan apakah atau bagaimana kecemasan bisa secara langsung menyebabkan ketidakhadiran siswa di sekolah.

Terlepas dari studi itu, jika Bunda saat ini tengah bergelut dengan masalah anak mogok sekolah, bisa lho mencoba tips berikut yang dikutip dari Parents:

1. Beri tahu anak tentang jadwal sekolah. Pukul berapa sekolah dimulai dan berakhir.

2. Tanyakan kepada anak mengenai perasaannya mulai bersekolah.

3. Bunda dan Ayah bisa mengunjungi sekolah bersama anak untuk melihat ruang kelas barunya dan bertemu dengan guru barunya sebelum masa sekolah dimulai.

4. Beri tahu kepada anak hal-hal positif yang bisa ia dapatkan ketika mulai bersekolah, seperti mempunyai teman baru.

5. Tegaskan pada anak bahwa Bunda dan Ayah siap membantu jika anak memiliki masalah apapun di sekolah.


Semoga membantu ya, Bun. Semoga anak semangat bersekolah dan menuntut ilmu.

[Gambas:Video 20detik]

(som/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi