parenting

Pelajaran dari Video Ibu Tendang Anak Perempuannya di China

Maya Sofia Sabtu, 13 Apr 2019 08:02 WIB
Pelajaran dari Video Ibu Tendang Anak Perempuannya di China
Jakarta - Kasus kekerasan pada anak kembali terjadi. Setelah ramai pemberitaan video anak SD diusir dari mobil di Malang beberapa waktu lalu, kali ini peristiwa kekerasan anak terjadi di China.

Mengutip BBC, sebuah video memperlihatkan model cilik ditendang oleh seorang perempuan. Mirisnya, perempuan itu tak lain adalah ibunya sendiri.

Model cilik tersebut belakangan diketahui bernama Niu Niu. Ia bekerja sebagai model pakaian anak-anak. Video yang sudah ditonton lebih dari 22 juta kali itu memunculkan reaksi keras dari sejumlah pengguna internet di China.



Tak hanya mengecam tindakan ibu Niu Niu yang menendang anaknya, salah seorang pengguna internet juga menuding sang bunda memanfaatkan anaknya untuk menghasilkan uang. "Mengandalkan anak Anda untuk mendapatkan uang adalah satu hal, tetapi Anda masih menendangnya?" ujar salah seorang pengguna media sosial Weibo.

"Saya benar-benar prihatin dengan anak perempuan Anda. Di usia itu ia harusnya bebas, tetapi dia menghasilkan uang untuk Anda. Dia bukan alat," ucap pengguna Weibo lainnya.

Menanggapi tudingan tersebut, ibu Niu Niu menegaskan bahwa keluarganya tidak bergantung pada sang anak untuk mencari nafkah. Perempuan yang tidak disebutkan namanya tersebut menjelaskan bahwa sang suami memiliki pekerjaan.

Selain itu, ia mem-posting permintaan maaf di Weibo terkait insiden tersebut. "Tidak ada hal membahayakan yang terjadi dalam video di mana saya mendisplinkannya. Saya sangat menyesal bahwa video tersebut telah membuat Anda semua salah paham," tulisnya.

"Putri saya dan saya dekat dan dia benar-benar menerima kasih sayang dan cinta terbaik."

Meski demikian, kepada Beijing News, ibu Niu Niu mengatakan bahwa setiap orang tua pasti pernah memukul anaknya. Ia sendiri mengaku jarang memukul sang anak.

"Tidak ada orang tua yang bisa mengatakan bahwa mereka tidak pernah memukul anak mereka," katanya.

"Saya jarang memukul anak saya. Saya melakukannya sekali karena gelap dan Niu Niu berlari di jalan dan pada saat itu saya panik. Bagaimana saya bisa menendang kakinya tanpa alasan?"

Melihat banyaknya kasus kekerasan pada anak, apalagi dilakukan orang tua sendiri rasanya sedih ya, Bun. Mendisiplinkan anak memang perlu, tapi tidak dengan melakukan kekerasan.

Menurut psikolog anak dan keluarga, Ajeng Raviando, disiplin fisik bisa berdampak ketika anak dewasa nanti. Misalnya melakukan KDRT atau malah melakukan kekerasan fisik pada anaknya kelak.

Menurut Ajeng, pola seperti ini tidak bisa dipaksakan untuk mengasuh anak zaman sekarang. Soalnya, bukan enggak mungkin akan ada masalah ketika mereka dewasa nanti.


"Tapi orang tua sekarang juga cenderung paranoid. Kalau 'lepasin' anak tuh kayak ketakutan juga, karena flooding informasi jadi suka bikin kita cemas dan ketakutan sendiri," tutur wanita yang sudah menjadi psikolog selama 15 tahun ini.

Ajeng menyarankan agar para orang tua mencoba menerapkan positive parenting, dengan menerapkan disiplin efektif dan interaksi yang menyenangkan dengan anak. Pola seperti ini menekankan supaya orang tua bersikap positif dan menghargai sudut pandang anak.

Bunda, simak juga yuk manfaat dongeng musikal untuk anak-anak dalam video di bawah ini!

[Gambas:Video Haibunda]



(som/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi