parenting

3 Manfaat Ajari Anak Pendidikan Seksual Sejak Dini

Asri Ediyati Sabtu, 20 Apr 2019 18:02 WIB
3 Manfaat Ajari Anak Pendidikan Seksual Sejak Dini
Jakarta - Kita tahu, sebagian besar masyarakat masih menganggap pendidikan seksual atau kesehatan reproduksi sebagai hal yang tabu. Kebanyakan orang tua juga menganggap pendidikan seksual hanya mengajarkan tentang bagaimana berhubungan seksual. Padahal, faktanya enggak seperti itu, Bun.

Menurut psikolog anak Monica Sulistiawati, dalam memberi pendidikan seks pada anak ada tahapannya, tergantung jenjang usia anak. Monica juga memaparkan manfaat yang didapat saat orang tua mengajari anak pendidikan seks sejak dini. Berikut tiga manfaatnya, Bun.


1. Paham dan kenal dengan diri sendiri


"Ketika kita sudah mengajarkan pendidikan kesehatan reproduksi pada anak sejak dini, mereka akan paham dan kenal dengan diri sendiri. Mereka sudah tahu alat kelaminnya dan lawan jenisnya," tutur Monica di Dolpin Festival 2019, RPTRA Teratai, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4/2019).

Kata Monica, anak perlu diajari sejak kecil tentang alat kelamin yang dimilikinya. Ajarkan juga alat kelamin lawan jenis, supaya anak nantinya enggak penasaran, Bun.

"Jadi jangan ngintip saat ingin tahu (alat kelaminnya) lawan jenis, kan udah kenal punya masing-masing," ujarnya.

3 Manfaat Ajari Anak Pendidikan Seksual Sejak DiniFoto: iStock
2. Belajar menghargai dan melindungi tubuh sendiri

"Bahwa diri saya, walaupun kulit saya putih, kulit saya cokelat atau mungkin jari-jari saya pendek, gemuk semuanya berharga. Dan ketika kita tahu diri kita berharga, kita wajib melindungi tubuh sendiri. Sama kayak kita punya barang berharga, misal punya emas, jangan sampai ada yang mencuri," imbuh Monica.

Dengan begitu, anak akan tahu bahwa dirinya lebih berharga dari apapun. Selain itu, nantinya anak juga akan terhindar dari pergaulan bebas di masyarakat.


3. Anak mampu menjalankan peran dan fungsi sosial di masyarakat dengan baik

Menurut Monica, jika anak paham tentang pendidikan kesehatan reproduksi, ia mampu menjalankan peran sesuai dengan gender-nya.

"Jadi memang fungsinya selain untuk menjaga kesehatan reproduksi, mengenalkan alat reproduksi pada anak itu sangat banyak manfaatnya. Kita sendiri sebenarnya sudah menerapkan pendidikan seks itu sebelum anak lahir, misalnya memberikan nama sesuai dengan jenis kelamin," kata Monica.

Nah, setelah anak lahir, kita harus memperlakukan anak sesuai kodrat. Misalnya sosok lelaki adalah yang bisa melindungi dan jadi pemimpin. Sedangkan, wanita lebih lembut sifatnya. Dengan begitu si kecil akan mampu menjalankan fungsi sosial di masyarakat dengan baik.

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi