parenting

Aturan Memberi Reward Jika Anak Berhasil Puasa Sehari Penuh

Radian Nyi Sukmasari Senin, 13 May 2019 08:00 WIB
Aturan Memberi Reward Jika Anak Berhasil Puasa Sehari Penuh
Jakarta - Orang tua mana yang tak bangga kalau anak sukses melakukan sesuatu? Termasuk saat si kecil sukses belajar puasa apalagi sampai sehari penuh, pasti Ayah dan Bunda bangga banget kan? Atau, ketika anak bisa puasa sebulan penuh.

Dalam situasi seperti ini, umumnya orang tua memberi reward ke anak. Menanggapi hal ini, psikolog anak dan remaja dari RaQQi Human Development and Learning Centre, Ratih Zulhaqqi, mengatakan bahwa reward atau hadiah boleh saja diberikan. Sebab, dalam pembentukan perilaku kita perlu mengapresiasi pencapaian mereka.

"Tapi, enggak disarankan memberi reward dalam bentuk uang, itu the last choice, kalau udah enggak ada pilihan reward," kata Ratih ketika berbincang dengan HaiBunda.




Kenapa tak disarankan memberi hadiah anak atas pencapaiannya berupa uang? Menurut Ratih, orang tua enggak boleh membentuk pola pikir anak bahwa puasa menghasilkan uang. Justru, kita mesti tanamkan ke anak bahwa puasa adalah kewajiban yang memang harus dilakukan.

"Saat dia melakukan kewajiban, kita mau beri apresiasi ya enggak apa-apa. Tapi memang untuk pembentukan perilaku, ibaratnya kita kasih bahan bakarlah supaya anak ini terus semangat, salah satunya reward itu," tambah ibu dua anak ini.

Aturan Memberi Reward Jika Anak Berhasil Puasa Sehari PenuhIlustrasi memberikan hadiah untuk anak. (Foto: shutterstock)
Kata Ratih, reward bisa berupa tindakan kita pada anak kok. Misalnya memberi si kecil pelukan, ucapan yang sifatnya positif, serta barang yang dia butuhkan. Ingat, Bunda, beri si kecil barang yang dibutuhkan ya, bukan diinginkan.

"Menurut saya, ketika orang tua memberi apa yang diinginkan anak dibanding yang dibutuhkan, itu hanya karena orang tua enggak paham dengan apa yang dibutuhkan anak, enggak mau berpikir lebih sulit," ucap Ratih.



Bila Bunda dan Ayah ingin men-sounding soal reward puasa ke anak, enggak masalah. Misalnya dengan mengatakan, 'Kalau Kakak puasanya full sebulan, nanti ada hadiah dari Ayah sama Bunda'.

"Memberi info sebelumnya enggak apa-apa. Yang penting jangan dikasih reward-nya di awal. Menang banyak dong anaknya. Itu namanya iming-iming, enggak bisa jadi bahan bakar," ujar psikolog yang juga berpraktik di Klinik Kancil Duren Tiga ini.

[Gambas:Video 20detik]

(rdn/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi