parenting

Jogging Sambil Ajak Bayi di Stroller, Amankah?

Melly Febrida Kamis, 23 May 2019 05:01 WIB
Jogging Sambil Ajak Bayi di Stroller, Amankah?
Jakarta - Setelah melahirkan, menurunkan berat badan lumrah jadi perhatian para ibu. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan berolahraga. Meskipun, berolahraga sambil momong si kecil bukan hal yang mudah ya, Bun.

Makanya, tak sedikit saran untuk ibu agar berolahraga sambil mengajak bayinya. Misal, berjogging atau berlari sambil mendorong bayi di dalam stroller alias kereta dorong. Tapi, jogging dengan stroller juga menjadi perdebatan. Banyak yang menyangsikan keamanan untuk bayi.

Namun, jangan khawatir dulu, Bunda bisa mengajak bayi yang ditaruh di stroller ketika berjogging dengan memperhatikan tips dari seorang penulis, Elizabeth Sarah Larkin mengutip Baby Gaga.


1. Lakukan riset lebih dahulu

Sebelum mulai berlari, Larkin menyarankan Bunda untuk memiliki kereta dorong yang cocok untuk jogging. Sebab, kereta dorong biasa umumnya tidak dilengkapi peralatan yang bisa dibawa lari.

Larkin mengatakan kereta dorong jogging memiliki tingkat guncangan yang bisa disetel dan bannya lebih besar. Pastikan juga agar bayi tidak banyak terguncang seperti saat naik stroller biasa. Lakukan riset untuk jogging dengan stroller dan pastikan Bunda menggunakan stroller yang tepat.



2. Bayi cukup umur

Larkin mengatakan, faktor penting lain yang harus dipertimbangkan sebelum membawa bayi berlari adalah sudah cukup umur menjalani aktivitas yang begitu kuat. Kebanyakan ahli sepakat, Bunda harus menunggu sampai bayi berusia sekitar 6 bulan sebelum ikut jogging.

"Ini karena perkembangan leher dan tulang belakang yang terjadi pada saat itu," tulis Larkin.

Karena itu, Larkin menyarankan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak mengenai masalah ini. Dokter bisa menilai dengan baik apakah bayi sudah bisa ikut dalam kegiatan seperti itu atau belum.

3. Lindungi bayi

Jogging Sambil Ajak Bayi di Stroller, Amankah?Foto: iStock

Satu hal lagi yang harus dilakukan Bunda, kata Larkin, adalah memastikan bayi terlindungi dari alam. Bukan hanya hujan, matahari, atau angin. Bahkan serangga seperti lalat dan nyamuk bisa membuat pengalaman lari yang tidak menyenangkan untuk bayi.

"Jangan hanya melindungi diri sendiri. Pastikan bayi Anda juga terlindungi," tuturnya.

Bunda bisa menggunakan jaring di stroller untuk mencegah serangga atau hewan lainnya. Sedangkan, kanopi matahari akan melindungi bayi dari sinar terang.

"Apabila kanopi matahari pendek, gunakan tabir surya bayi dengan SPF setidaknya 50," tambah Larkin.



Berbicara tentang olahraga usai melahirkan, dr.Stevani Meiliana Wijaya dari Go-Dok mengatakan, waktu yang tepat untuk mulai berolahraga tergantung dari kondisi dan kesanggupan si ibu. Biasanya wanita yang melahirkan normal bisa lebih cepat pulih sehingga dapat memulai olahraga beberapa hari setelah melahirkan.

"Berbeda dengan wanita yang melahirkan dengan operasi caesar mungkin butuh waktu selama 6-8 minggu setelah melahirkan sebelum mulai berolahraga," kata Stevani.

Ia menyarankan Bunda mencoba beberapa olahraga setelah melahirkan seperti jalan kaki, jogging, berenang, bersepeda, yoga, senam aerobik, hingga sit up. Memang ya, Bun, sebagian besar ibu merencanakan penurunan berat badan setelah melahirkan. Namun, pesan Stevani hindari membatasi asupan makan.

[Gambas:Video 20detik]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi