parenting

Lewat Pencak Silat, Sandiaga Uno Tanamkan Budaya Bangsa pada Anak

Asri Ediyati Jumat, 24 May 2019 15:31 WIB
Lewat Pencak Silat, Sandiaga Uno Tanamkan Budaya Bangsa pada Anak
Jakarta - Perkembangan zaman membuat anak-anak dimanjakan oleh teknologi. Hal itulah yang seringkali budaya bangsa Indonesia mulai terkikis. Melihat fenomena tersebut, Sandiaga Uno tak mau anaknya melupakan budaya Indonesia.

Sandiaga Uno cerita kalau anak bungsunya, Sulaiman kini sedang giat-giatnya berlatih pencak silat, seni bela diri dari Indonesia. Beberapa kali Sandi membagikan aktivitas putranya sedang melakukan latihan pencak silat.


"Si bungsu Sulaiman lagi senang-senangnya berlatih Pencak Silat. Senang melihat warisan budaya leluhur bangsa masih diminati oleh anak-anak jaman now," tulis Sandi di akun Instagram-nya @sandiuno.


Ia melanjutkan, "Tugas kita sebagai orang tua ialah turut menanamkan budaya-budaya bangsa kepada anak-anak kita sehingga dapat terus lestari. Jangan biarkan teknologi digital membuat anak-anak kita jadi terlena."

[Gambas:Instagram]


Benar yang dikatakan Sandiaga Uno ya, Bun, belajar pencak silat juga melestarikan budaya bangsa. Tak cuma itu pencak silat juga bermanfaat untuk bela diri dan bermanfaat bagi kesehatan. Hal ini dikatakan oleh Yayan Ruhian, pesilat dan aktor laga Indonesia.

"Pencak silat itu mendapatkan tidak hanya sebuah olahraga tapi juga sarana untuk berlatih bela diri, sarana untuk kesehatan, sarana untuk berolahraga, dan sarana juga untuk menjaga nilai-nilai budaya dan seni bangsa kita," kata Yayan dikutip dari detikcom.


Usai syuting film laga 'John Wick 3', Yayan juga merasa bangga pencak silat bisa masuk ke sejumlah film Hollywood. Namun, Yayan juga khawatir karena pencak silat sendiri kurang dianggap di dalam negeri.

"Saya bangga karena ternyata orang luar lebih menghargai pencak silat, saya merasa malu sebagai anak bangsa karena budaya kita, warisan leluhur kita kurang dianggap (di dalam negeri). Saya merasa khawatir pencak silat dalam lima sampai 10 tahun ke depan akan diajarkan oleh bangsa lain," kata Yayan dikutip dari BBC Indonesia. (aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi