parenting

Cerita Tommy Kurniawan soal Kedua Anaknya Tak Sabar Jadi Kakak

Annisa Karnesyia Senin, 24 Jun 2019 14:29 WIB
Cerita Tommy Kurniawan soal Kedua Anaknya Tak Sabar Jadi Kakak
Jakarta - Tommy Kurniawan baru saja dikaruniai anak laki-laki yang diberi nama Muhammad Abqary Aldeebaran Kurniawan. Kelahiran anak ketiganya bukan hanya ditunggu-tunggu Tommy dan sang istri, Lisya Nurrahmi, tapi juga kedua anak Tommy dari pernikahan sebelumnya, Muhammad Al Fatih Fabrizio atau Zio (7) dan Naira Syabila Azzahra Kurniawan (6) yang karib disapa Aira.

Diceritakan Tommy, Zio dan Aira enggak sabar menanti kelahiran sang adik. Keduanya bahkan sering bertanya kapan adiknya lahir.

"Memang dia (Aira) nunggu-nunggu juga sih, dari perutnya gede, sudah nanya-nanya, kok belum lahir sih," kata Lisya dikutip dari 20detik.




Setelah sang adik lahir, Zio dan Aira langsung menjenguk adiknya lho, Bun. Meski senang, Aira sempat protes karena adiknya yang lahir adalah laki-laki.

"Cuma ada protes sedikit dari Aira, kenapa kok laki-laki, aku kan jadi enggak ada temannya," ujar Tommy mencontohkan gaya bicara sang anak.

Kehadiran adik baru juga enggak membuat keduanya cemburu, Bun. Soalnya, Tommy sudah memberi pengertian jauh hari sebelum sang putra lahir.

"Enggak ada jealous, memang dari awal sudah kita kasih tahu untuk sayang sama adik. Begitu ketemu, mereka pokoknya kelihatan care banget sama adiknya," papar pria 34 tahun itu.

Wah, benar banget, Bun. Sebaiknya sebelum adik lahir, calon kakak diberi pengertian dan dilibatkan dalam proses menyambut adik barunya.

Cerita Tommy Kurniawan soal Kedua Anaknya Tak Sabar Jadi KakakCerita Tommy Kurniawan soal Kedua Anaknya Tak Sabar Jadi Kakak/ Foto: Instagram

Menurut psikolog dari Brawijaya Clinic, Febria Indra Hastati, dari awal sudah bentuk pola pikir si kakak kalau dia terlibat dalam proses menyambut si adik dan perannya amat penting serta bermanfaat. Lalu tempatkan kakak sebagai sosok 'superhero' sehingga dia merasa berjasa bagi adiknya.

"Jadi dia merasa bangga dan terlibat. Misalnya, 'Kakak nanti kalau adik sudah lahir, kakak bantu Bunda karena kakak yang paling jago kasih bedak di kaki, kakak kan yang paling bisa pilihkan kaus kaki adik. Kakak kan udah pintar pakai sepatu nanti bisa ajarin adik ya. Kalau bukan kakak nggak bisa nih'. Jadi anak pertama ini akan tumbuh menjadi sosok yang percaya diri, dibutuhkan dan berjasa bagi adiknya," tutur Febria.

Soal berbagi waktu, memang harus ada komitmen juga dengan suami. Sehingga, kita bisa berbagi peran karena suami terlibat. Tujuannya agar si kakak tetap mendapat perhatian.

"Jadi si kakak juga merasa mendapat perhatian. Memang dibutuhkan motivasi yang luar biasa kuat dari pihak Bunda karena tentu saja dalam kondisi lelah setelah melahirkan ditambah lagi perlu bagi waktu kepada suami dan anak," ujar Febria.

[Gambas:Video 20detik]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi