parenting

Tingkah Menggemaskan Putra Sandra Dewi Saat Syuting

Annisa Karnesyia Selasa, 25 Jun 2019 12:59 WIB
Tingkah Menggemaskan Putra Sandra Dewi Saat Syuting
Jakarta -

Setuju ya, Bun? Putra Sandra DewiRaphael Moeis yang kini berusia 1,7 tahun memang menggemaskan?

Diam-diam, putra Sandra Dewi dan Harvey Moeis ini juga punya bakat terpendam lho. Bakatnya enggak jauh dari sang ibu, yaitu beraksi di depan kamera.



Baru-baru ini, Raphael menjadi model sebuah produk anak. Keseruan proses syuting ini dibagikan Sandra dalam akun Instagram miliknya.


"Hmm..wangi @raphaelmoeis hari ini shooting buat iklan produk barunya @attitudeliving_id super fun!!! #raphaelmoeis #17monthsold #raphaelmoeisforattitudeliving," tulis Sandra.

[Gambas:Instagram]

Dalam empat video singkat yang diunggah, Raphael mengenakan handuk putih di tubuhnya. Dengan tenang, dia mengikuti semua proses syuting, mulai dari duduk di sofa dan bermain di bathtub bersama sang ibu.

Hebatnya lagi, Raphael enggak rewel dan mengikuti semua arahan yang diberikan. Bahkan, ekspresi lucu dan menggemaskan Raphael keluar dengan sendirinya.

Wah, hebat ya? Meskipun masih kecil, anak memang sudah bisa belajar tentang nilai kerja keras, Bun. Mereka mencontoh dari orang tuanya.

Tingkah Menggemaskan Putra Sandra Dewi Saat SyutingTingkah Menggemaskan Putra Sandra Dewi Saat Syuting/ Foto: instagram

Mengutip Science Daily, dari penelitian yang dilakukan di Massachusetts Institute of Technology (MIT), bayi usia 15 bulan yang menyaksikan perjuangan keras orang dewasa untuk mencapai tujuan, kelak akan lebih giat menyelesaikan tugasnya. Ini dibandingkan dengan bayi yang melihat orang dewasa berhasil melakukan tugasnya dengan mudah.

Kata salah seorang peneliti, profesor Laura Schulz, studi ini hanya sebatas uji laboratorium, sehingga belum dipelajari lebih lanjut. Tapi, hasil yang didapatkan anak memang mencontoh apa yang dilakukan orang tuanya. Anak juga terlihat lebih berusaha.

"Setidaknya ini menunjukkan kepada anak bahwa Anda bekerja keras untuk mencapai tujuan," ujar Schulz.

Kiley Hamlin, profesor psikologi di University of British Columbia yang tidak terlibat dalam penelitian itu mengambil dua kesimpulan. Pertama, bayi belajar ketekunan dari apa yang ia lihat. Kedua, kegigihan orang dewasa mempengaruhi bayi, setidaknya dalam jangka pendek.

[Gambas:Video 20detik]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi