parenting

Cerita Tania Nadira Soal Panggilan Anak-anak untuk Ayah Barunya

Maya Sofia Rabu, 07 Aug 2019 10:35 WIB
Cerita Tania Nadira Soal Panggilan Anak-anak untuk Ayah Barunya
Jakarta - Dengan masa pacaran selama dua tahun, Tania Nadira, tak punya kesulitan memperkenalkan Abdullah Alwi Alaydrus yang kini sudah menjadi sang suami dengan kedua anaknya. Seperti diketahui dari pernikahan sebelumnya dengan Tommy Kurniawan, Tania dikaruniai dua orang anak, Muhammad Al Fatih Fabrizio dan Naira Syabila Azzahra Kurniawan.

Menurut Tania, anak-anaknya bahkan sudah punya panggilan bagi Abdullah. "Anak-anak manggil daddy, sebenarnya udah lama, sudah dari sebelum aku menikah," ujar Tania dikutip dari Insertlive.

Saat di rumah, anak-anak Tania juga sudah akrab dengan dengan sosok ayah barunya. Misalnya, ketika Tania dan Abdullah berada di rumah, kedua anaknya pasti akan mencari mereka berdua.


"Mereka sudah tahu kalau pagi-pagi aku ada di rumah dia langsung nyariin daddy-nya. Nyariin aku," ucapnya.

Mengenai karakter sang suami setelah menikah, Tania mengaku tak ada yang berubah. Menurut dia, Abdullah justru lebih mandiri dan santai.

"Memang sudah saling kenal satu sama lain. Jadi enggak ada sifat baru yang ngagetin. Dia orangnya begitu dan aku seperti ini. Ya sudah," kata Tania.

Cerita Tania Nadira Soal Panggilan Anak-anak untuk Ayah BarunyaTania Nadira saat melangsungkan pernikahan dengan Abdullah Alwi Alaydrus. (Foto: Noel/detikFoto)

Nah, bicara soal menjelaskan pada anak-anak tentang rencana orang tua menikah lagi setelah bercerai, psikolog perkawinan dan keluarga di Klinik Rumah Hati, Wulan Ayu Ramadhani mengatakan, untuk memberi tahu pada anak kalau mau menikah kembali, tidak perlu terburu-buru menyampaikan rencana itu. Sebaiknya, gunakan kata 'teman' untuk memperkenalkan pasangan.

Dikutip dari detikcom, menurut Wulan menggunakan istilah 'ayah baru' bisa menakutkan bagi anak. Jika anak awalnya menolak, anggap saja ini sebagai proses menyesuaikan diri terhadap situasi yang baru.

"Dekat dengan orang yang baru tentu saja membutuhkan waktu, sama seperti kita membutuhkan waktu untuk dekat dengan pasangan baru, yang bisa dilakukan dengan berulang kali jalan atau melakukan kegiatan bersama," tutur Wulan.

Nantinya bisa ditanyakan perasaan dan pikiran anak mengenai 'teman' Bunda, dan bagaimana perasaan ia terhadap bunda. Terkadang, masalah bukan terletak pada 'teman' Bunda, tetapi bisa juga bagaimana bunda bersikap terhadap anak setelah Bunda memiliki 'teman' baru. Terkadang juga, lanjut Wulan, dalam menghadapi pernikahan yang baru, anak-anak merasa diharuskan untuk memilih antara ayah kandungnya dan (calon) ayahnya.



"Dekat dengan pasangan yang baru bisa dianggap sebagai 'pengkhianatan' terhadap ayahnya, apalagi anak sangat dekat dengan ayahnya," ujar Wulan.

Agar hal itu tidak terjadi, Bunda, bisa mencobanya pelan-pelan ya. Penting juga untuk mempertemukan anak dengan calon pasangan di luar rumah. Sambil ditemani orang-orang lainnya. Sehingga, anak tidak merasa canggung dan menolak calon 'teman' baru ibunya.

Bunda juga bisa simak suasana pernikahan Tania Nadira dan Abdullah Alwi dalam video berikut:

(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi