parenting

Kenali Faktor Pemicu Dermatitis Atopik pada Anak

Asri Ediyati Kamis, 15 Aug 2019 19:05 WIB
Kenali Faktor Pemicu Dermatitis Atopik pada Anak Kenali Faktor Pemicu Dermatitis Atopik pada Anak/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Dermatitis atopik merupakan penyakit kulit yang diturunkan. Penyakit ini bisa membuat kulit terasa sangat gatal, kering, dan pecah-pecah saat kambuh. Menurut dr.Anthony Handoko, Sp.KK, FINDV, angka prevalensi kasus dermatitis atopik di Indonesia pada anak sekitar 23,67 persen.

Itu artinya hampir seperempat dari jumlah anak-anak di seluruh Indonesia mengalami dermatitis atopik. Tentunya ini bukan jumlah yang sedikit. Kata Anthony, dermatitis atopik disebabkan oleh banyak faktor pemicu.

Apa saja faktor pemicunya? Berikut pemaparan Anthony tentang faktor pemicu dermatitis atopik pada anak.


1. Riwayat keluarga dan faktor genetik berperan

"Jika ada keluarganya yang terkena, misalnya dari ayah juga, ibunya juga maka akan kemungkinan anak terkena dermatitis atopik," kata Anthony di acara Seminar Media Waspada Dermatitis Atopik dari Klinik Pramudia, di bilangan Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).

2. Daya tahan menurun

Daya tahan menurun biasanya karena kecapekan. Misalnya saat anak-anak ujian tengah semester, ujian semester akhir, mereka bisa terlalu capek dan merangsang dermatitis atopik.

3. Debu, serbuk kayu, serbuk gypsum, semen

Jika di rumah sedang ada renovasi, anak terpapar bahan bangunan, bisa saja tercetus dermatitis atopik pada anak. Lalu, bisa juga jika anak-anak di sekolah, di lingkungan tetangganya sedang renovasi, terpapar debu-debu atau serbuk kayu.

4. Bulu hewan peliharaan

"Banyak yang pelihara kucing anjing, kelinci, burung, kadang-kadang itu juga bisa merangsang dermatitis atopik," ujar Anthony.

ilustrasi kucing, bulunya jadi salah satu pemicu dermatitis atopik/ ilustrasi kucing, bulunya jadi salah satu pemicu dermatitis atopik/ / Foto: ilustrasi/thinkstock
5. Cuaca

Cuaca memegang peran penting, kata Anthony, orang yang memiliki dermatitis atopik ini tak terlalu cocok di suhu yang terlalu panas, dingin, dan perubahan cuaca ekstrem.

"Biasanya dialami anak karena baru pulang dari liburan, misalnya liburan ke negara empat musim tiba-tiba kembali ke negara tropis. Perubahan cuaca ekstrem akan merangsang dermatitis atopiknya kambuh," kata Anthony.

6. Stres emosional

"Inilah yang paling diukur, apalagi untuk anak-anak mereka belum paham konsep stres," jelas Anthony.

7. Gigitan serangga

Serangga yang menggigit berhubungan dengan hewan peliharaan di rumah, seperti kutu dan tungau di bulu hewan. Menurut Anthony, gigitan serangga juga saat anak pergi berlibur, pergi kamping.

8. Zat iritan, detergen

Anak bisa mengalami dermatitis atopik jika tak cocok dengan bahan yang terkandung dengan detergen. Beberapa bahan bisa memicu kulit anak mengalami dermatitis atopik.

Simak juga tips atasi ruam popok melalui video berikut.

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi