HaiBunda

PARENTING

Cara Membuat Anak Nyaman Curhat ala Novita Angie

Yuni Ayu Amida   |   HaiBunda

Minggu, 18 Aug 2019 13:30 WIB
Cara Membuat Anak Nyaman Curhat ala Novita Angie /Foto: Instagram
Jakarta - Di zaman yang serba modern saat ini, anak bisa dengan mudah mengakses segala informasi. Hal ini tentu jadi kekhawatiran bagi setiap orang tua terhadap perkembangan anaknya. Begitu pula yang dirasakan artis Novita Angie.

Ditemui usai menghadiri sebuah acara di Jakarta beberapa waktu lalu, Angie mengaku melakukan pendekatan personal untuk mengantisipasi rasa cemas terhadap anaknya yang beranjak remaja. Yakni dengan sering mengajak anaknya ngobrol.

"Sekarang saya banyak ngobrol as a friend, supaya mereka mau terbuka, itu sih kuncinya. Mereka mau tanya apapun boleh, mau itu tentang seks, atau relationship, pacaran, kehidupan, LGBT, apapun boleh tanya ke saya dan suami saya," tuturnya, saat ngobrol dengan HaiBunda.


Ibu dua anak ini sadar, saat ini banyak yang bisa menggantikan peran orang tua dalam mencari informasi, entah itu internet atau bertanya pada orang lain. Namun, keraguan pada informasi yang kadang tidak jelas sumbernya, membuat dia selalu menekankan pada kedua buah hatinya untuk berdiskusi dengannya.

"Kenapa lebih baik tanya sama kita sebagai orang tua, supaya kita tetap bisa memberikan value-value penting yang tetap harus dipertahankan yang sesuai dengan keluarga," ujarnya.

Angie bilang, anaknya saat ini sering melontarkan pertanyaan yang membuatnya kaget. Namun, itu bukan masalah untuknya, yang penting anaknya mau terbuka.

"Maunya supaya mereka merasa nyaman, enggak malu, enggak ngerasa enggak enak atau risih tanya sama kita sebagai orang tua. Kan kita sebagai ortu tahu ngomongnya kayak gimana, disesuaikan sama umur mereka," jelasnya.

Foto: Yuni Ayu Amida


Sebagai orang tua, tentunya kita ingin menjadi tempat pertama anak mencurahkan isi hatinya. Kata psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, ketika orang tua ingin anaknya bisa curhat ke orang tua, kita mesti ingat dulu, saat anak menceritakan masalahnya, apa kita memahaminya.

"Mendengar untuk memahami, bukan mendengar untuk menjawab sehingga anak bisa merasa nyaman ketika mereka cerita sama kita," kata Ratih.

Ratih mengingatkan agar kita menjaga respons saat anak bercerita apa yang dialaminya. Seburuk apapun itu, kita mesti terima dulu saja.


Di akhir cerita, saat anak minta saran atau ada kesempatan untuk menanggapi, barulah kita beri masukkan dan nasihat untuk mereka. Misal, ketika anak cerita di sekolah berantem dengan temannya, dengarkan dulu ceritanya, jangan langsung dipotong ya, Bun.

Kata Ratih, akibat kita memotong cerita, anak bisa merasa tidak didengarkan lho. Selain itu, anak bisa jadi malas cerita karena belum tahu lengkapnya, sudah dikomentari dulu.

"Kayak gitu akhirnya kita judgemental sama anak. Padahal, sebagai orang tua, ketika anak cerita kita perlu menyingkirkan judgement kita ke anak," jelas Ratih.

Simak pula cara Novita Angie batasi gadget pada anak, Bun.

[Gambas:Video 20detik]

(yun/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Rumah Paling Unik hingga Aneh di Dunia, Ada yang Berbentuk Serangga

Mom's Life Annisa Karnesyia

Tanpa Pamer, Ini 7 Ciri Perempuan Berkelas yang Terlihat Elegan

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

Potret Tata Cahyani Lebaran Bareng Keluarga dan Menantu

Mom's Life Amira Salsabila

13 Ciri Kepribadian yang Bikin Kamu Tidak Menarik di Mata Siapa Pun

Mom's Life Nadhifa Fitrina

3 Penyakit yang Rentan Dialami Anak Usai Libur Lebaran Menurut Dokter

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Tata Cahyani Lebaran Bareng Keluarga dan Menantu

Rumah Paling Unik hingga Aneh di Dunia, Ada yang Berbentuk Serangga

Tanpa Pamer, Ini 7 Ciri Perempuan Berkelas yang Terlihat Elegan

13 Ciri Kepribadian yang Bikin Kamu Tidak Menarik di Mata Siapa Pun

3 Penyakit yang Rentan Dialami Anak Usai Libur Lebaran Menurut Dokter

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK