HaiBunda

PARENTING

4 Tanda Anak Memiliki Orang Tua yang Kasar Secara Verbal

Yuni Ayu Amida   |   HaiBunda

Minggu, 15 Sep 2019 06:02 WIB
4 Tanda Anak Memiliki Orang Tua yang Kasar Secara Verbal /Foto: iStock
Jakarta - Tentunya kita berharap memiliki orang tua yang bisa jadi teladan yang ideal, namun sayangnya, itu tidak selalu terjadi. Beberapa anak tumbuh dengan orang tua yang malah membuat mereka terluka. Salah satunya karena orang tua melakukan kekerasan verbal.

Diungkapkan psikoterapis Mayra Mendez, Ph.D, LMFT, kekerasan verbal adalah perilaku pengasuhan yang meliputi serangan verbal dan emosional seperti terus-menerus mengkritik, mempermalukan, meremehkan, atau mencaci seorang anak. Serta mengisolasi, mengabaikan, atau menolak seorang anak.

"Kekerasan verbal mengakibatkan cedera pada harga diri anak dan merusak kesejahteraan emosional atau psikologis anak," jelas Mendez dilansir Bustle.


Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seorang anak memiliki orang tua yang kasar secara emosional. Meskipun kita tidak bisa kembali ke masa lalu dan mengubah cara anak tersebut bertindak, namun dengan mengenali ciri ini kita dapat membantu mendapatkan kembali kepercayaan diri dan harga diri mereka.

1. Memiliki hubungan yang tidak sehat dengan orang lain

Foto: Dok. istock


Sangat sulit memiliki hubungan emosional yang sehat ketika teladan orang tua berlawanan. Jika kita diajarkan untuk berhubungan dengan orang lain melalui sikap pasif-agresif, manipulatif, atau tidak terlalu dekat, ini bisa berasal dari masa kanak-kanak. Hubungan dengan orang tua adalah hubungan pertama yang dibentuk dan tentunya ini berdampak di kemudian hari.

"Ketika anak-anak mengalami pengasuhan yang kasar secara emosional, kepercayaan dikompromikan, dan kemampuan untuk terlibat dalam menjaga hubungan yang sehat menjadi rusak," kata Mendez.

2. Sangat pesimistis

Ketika anak tumbuh dewasa, ia akan sulit melihat segala sesuatu dengan positif. Pasalnya, selama ini orang tua menunjukkan aspek kehidupan yang suram. Alhasil, pandangan negatif tersebut jadi contoh untuk anak.

"Paparan negatif dan serangan pribadi jangka panjang merusak fondasi harapan," tutur Mendez.

3. Mencari perhatian

Orang dewasa yang masa kanak-kanaknya tidak mendapat perhatian atau mendapat perhatian negatif akan mencoba mencari perhatian emosional dengan cara lain. Kekerasan verbal membuat anak haus cinta dan kasih sayang. Ini membuatnya mencari perhatian dengan berperilaku berlebihan, seperti suka mengganggu.

"Seorang anak yang tidak menerima pujian, pengakuan, atau penerimaan, tumbuh dengan merindukan sebuah hubungan dan mencari perhatian positif," jelas Mendez.

4. Selalu dibandingkan dengan saudaranya

Ciri lain pelaku kekerasan verbal dan emosional adalah perbandingan. Dengan orang tua terus-menerus membandingkan anak, ini bisa membuat si kecil dan saudaranya berselisih.

Hal ini tidak hanya menyakitkan dalam segi harga diri, tetapi juga bisa menghalangi hubungan baik anak dengan saudara kandung karena mengubahnya menjadi persaingan.

Simak pula tayangan berikut, Bun.

[Gambas:Video 20detik]



(yun/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Romantis Nadila Ernesta dan Eno Netral Rayakan Wedding Anniversary Ke-13

Mom's Life Amira Salsabila

16 Pelumas yang Aman & Bagus untuk Berhubungan Intim

Rekomendasi Produk Dwi Indah Nurcahyani

Pilih Stetoskop, Ini 5 Momen Tedak Siten Arash Anak Aaliyah Massaid di Usia 8 Bulan

Parenting Nadhifa Fitrina

9 Tanaman Hias yang Bisa Meredam Suara dari Luar

Mom's Life Arina Yulistara

5 Fakta Chef Carla Yules, Miss Indonesia yang Jadi Peserta Kompetisi Masak di Korsel 'Bake Your Dream'

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Romantis Nadila Ernesta dan Eno Netral Rayakan Wedding Anniversary Ke-13

Pilih Stetoskop, Ini 5 Momen Tedak Siten Arash Anak Aaliyah Massaid di Usia 8 Bulan

16 Pelumas yang Aman & Bagus untuk Berhubungan Intim

9 Tanaman Hias yang Bisa Meredam Suara dari Luar

5 Fakta Chef Carla Yules, Miss Indonesia yang Jadi Peserta Kompetisi Masak di Korsel 'Bake Your Dream'

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK