HaiBunda

PARENTING

Perbedaan Bakteri pada Bayi Baru Lahir Normal dan Caesar

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Jumat, 20 Sep 2019 07:00 WIB
Bunda Perlu Tahu, Perbedaan Bakteri Usus Bayi Lahir Normal dan Caesar/ Foto: iStock
Jakarta - Sebuah penelitian dalam skala besar terhadap sampel feses bayi berhasil menemukan perbedaan antara bakteri usus pada bayi lahir caesar dan normal. Perbedaan tersebut merujuk pada pengembangan sistem kekebalan tubuh. Bayi yang dilahirkan secara normal mendapatkan sebagian besar bakteri baik di usus (gut bacteria) dari ibu.

Sementara itu bayi yang lahir melalui operasi caesar memiliki lebih banyak bakteri, namun bukan bakteri usus melainkan bakteri yang ada di rumah sakit tempat lahiran, Bun.

"Tidak jelas apa dampak perbedaan itu terhadap kesehatan masa depan anak-anak. Namun, temuan itu seharusnya tidak menghalangi wanita untuk melahirkan caesar," kata para ilmuwan yang memimpin penelitian itu, dikutip dari Reuters.

Akan tetapi, proyek yang diberi nama baby biome ini menyebutkan bahwa ada pengaruhnya dengan pengembangan sistem kekebalan manusia. "Minggu-minggu pertama kehidupan adalah jendela kritis perkembangan sistem kekebalan bayi, tetapi kita hanya tahu sedikit tentang itu," kata Peter Brocklehurst, seorang profesor Universitas Birmingham yang turut memimpin penelitian ini.


Peneliti akan tetap menindaklanjuti untuk melihat perbedaan pada mikrobioma usus. Untuk Bunda ketahui, mikrobioma usus adalah ekosistem kompleks dari jutaan mikroba dan dianggap oleh para ilmuwan penting karena menentukan sistem kekebalan tubuh yang nantinya berkembang.
ilustrasi bayi baru lahir/ Foto: iStock
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kurangnya paparan beberapa mikroba di awal kehidupan berimplikasi pada penyakit autoimun seperti asma, alergi, dan diabetes.

Tetapi para ilmuwan belum dapat mengetahui seberapa penting mikrobioma usus di awal kehidupan bayi untuk kekebalan dan kesehatan di masa depan, atau bagaimana microbiome bayi berkembang, atau apa yang terjadi dengan kedua metode kelahiran.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Nature. Para ilmuwan dari University College London, Wellcome Sanger Institute dan Birmingham University menggunakan sekuensing DNA untuk menganalisis lebih dari 1.600 sampel bakteri usus dari 175 ibu dan hampir 600 bayi.

Dalam sampel dari ibu dan bayi pada usia empat, tujuh dan 21 hari, tim menemukan ada perbedaan yang signifikan antara kedua metode persalinan. Bayi yang dilahirkan normal memiliki lebih banyak bakteri usus yang berhubungan dengan kesehatan dari ibu daripada bayi yang dilahirkan secara caesar.

"Saat ini kami tidak memahami konsekuensi jangka panjang dari ini. Ini jelas kompleks dan kami baru meneliti permulaannya saja," kata Brocklehurst pada briefing tentang hasilnya.

Simak juga tips perawatan tubuh Bunda usai melahirkan.

(aci/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Kehamilan Amrikh Palupi

Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak

Mom's Life Amira Salsabila

Berat Badan Turun Tanpa Diet, Rigen Rakelna Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan

Mom's Life Arina Yulistara

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Parenting Asri Ediyati

9 Zodiak Paling Drama, Masalah Kecil Bisa Jadi Panjang

Mom's Life Elia Amaliana

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak

9 Resep MPASI 6 Bulan ke Atas Anti Sembelit, Enak & Praktis Dibuat

Berat Badan Turun Tanpa Diet, Rigen Rakelna Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK