HaiBunda

PARENTING

Anak Bertanya Apa Itu Masturbasi, Gimana Ortu Harus Menjawab?

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Senin, 30 Sep 2019 14:01 WIB
Ilustrasi anak tanya masturbasi/ Foto: iStock
Jakarta - Anak-anak memang bisa melontarkan pertanyaan yang orang tua enggak pernah kira sebelumnya. Misalnya soal masturbasi. Bisa karena dengar dari teman atau melihat tulisan, anak bisa bertanya apa sih itu masturbasi?

Ketika anak bertanya seperti ini, sex educator Kim Cavill mengatakan orang tua bisa memanfaatkan pertanyaan ini untuk menginformasikan konsep individualitas, kesenangan, identitas, dan keintiman. Ingat, saat meresepons pertanyaan anak jangan heboh atau justru memarahi mereka ya, Bun.

"Dengan begini, anak akan menutup gerbang komunikasi dan akan bertanya ke sumber lain. Sebaiknya, tanya pada mereka dia tahu dari mana soal masturbasi dan apa pendapat mereka soal masturbasi," kata Cavill mengutip Huff Post.


Sampaikan ke anak bahwa hal itu wajar, tapi sebaiknya tidak dilakukan demi menjaga area privat mereka. Kemudian, alihkan anak untuk melakukan hal lain.

Sebenarnya, Bun, anak usia balita memang bisa melakukan masturbasi infantil. Mereka senang melakukan mastrubasi meski tak tahu apa artinya hanya karena merasakan enak karena bagian yang disentuh mengandung banyak ujung saraf.

Pada balita, Bunda juga bisa mengajarkan anak bukan sekadar menyentuh alat kemalinnya tapi mengenal bagian privasi tubuh mereka, termasuk alat kelamin, dada, area bawah tubuh, sampai pipi dan bibir.

"Tapi, jika anak terus-terusan melakukan masturbasi sampai kegiatannya terganggu, dia perlu dibawa konsultasi ke psikolog," ujar Cavill.

Beberapa waktu lalu, psikolog anak dari RaQQi Human Development and Learning Centre Ratih Zulhaqqi bilang kita perlu memberi tahu anak bahwa penis atau vagina adalah alat kelaminnya dia. Ketika dipegang-pegang, tangan kan kotor. Nanti, alat kelaminnya bisa luka, kotor, bahkan kena kuman. Penting juga, Bun, buat kita mengalihkan anak ke kegiatan lain.

Ilustrasi anak tanya masturbasi/ Foto: iStock
"Biasanya anak melakukan itu karena dia enggak ada kegiatan. Jadi otaknya enggak sibuk," tambah Ratih.

Pada anak remaja, Bunda bisa membuka diskusi tanpa menghakimi atau menyalahkan anak. Kemudian, pelan-pelan giring anak sesuai dengan nilai yang dianut dalam keluarga.

Cari tahu juga cara keluarga Fairuz hadapi anak yang takut di video berikut.

(rdn/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua Minim Empati Dilihat dari Kebiasaannya

Parenting Azhar Hanifah

Usia Tua Ibu Hamil dan Kurangnya Jumlah Dokter Bikin Operasi Caesar Meningkat di Korea

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Cara Mengenali Orang IQ Tinggi dari Barang-barang yang Ada di Rumah

Mom's Life Elia Amaliana

Resep Ube Matcha Latte, Segar dan Nagih!

Mom's Life Tiara Jasmine & Adi Prakoso

15 Resep Snack Bayi 6 Bulan Homemade yang Enak dan Bergizi untuk Dukung Tumbuh Kembang

Parenting Asri Ediyati

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Goreng Singkong Empuk dan Mekar, Ini Resep dan Tipsnya

Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua Minim Empati Dilihat dari Kebiasaannya

Potret Kedekatan Ariyo Wahab dan 3 Anak Perempuannya, Sebut Ayah Akan Selalu Jadi Cinta Pertama

Usia Tua Ibu Hamil dan Kurangnya Jumlah Dokter Bikin Operasi Caesar Meningkat di Korea

15 Resep Snack Bayi 6 Bulan Homemade yang Enak dan Bergizi untuk Dukung Tumbuh Kembang

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK