sign up SIGN UP search


parenting

Agar Tak Sakit Jiwa Seperti Joker, Ini Cara Didik Anak yang Baik

Maya Sofia Senin, 07 Oct 2019 12:41 WIB
Cegah sejak dini
Sosok Joker menggambarkan seseorang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa. Bagaimana cara mendidik anak agar ia tidak mengalami hal serupa? caption
Jika Bunda dan Ayah curiga anak mengalami salah satu tanda gangguan kesehatan jiwa tadi maka sebagai orang tua kita bisa konsultasi dengan dokter anak. Jelaskan kepada dokter, perilaku anak yang membuat Bunda dan Ayah khawatir.

Perlu Bunda ketahui juga bahwa penanganan gangguan kesehatan jiwa pada setiap anak berbeda, tergantung tanda dan gejala yang dialami mereka. Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, Bunda dan Ayah bisa membawa anak ke psikiater, psikolog, konselor kesehatan jiwa.

Selain itu, Bunda dan Ayah juga bisa berbicara dengan guru, sahabat, dan teman dekat anak untuk bertanya apakah mereka juga melihat ada perubahan perilaku. Perlu digarisbawahi, sebagai orang tua, kita punya peran penting lho dalam hal kesehatan jiwa anak.


Sebagai orang tua, kita bisa membantu anak membangun hubungan yang kuat dan saling peduli. Adalah penting bagi anak-anak dan remaja memiliki hubungan yang kuat dengan keluarga serta teman.

Mengutip Caring for Kids, Bunda dan Ayah bisa meluangkan waktu untuk lebih banyak bercengkerama dengan anak. Misalnya saja dengan makan malam di rumah bersama anak setiap hari.

Kehadiran Bunda dan Ayah yang konsisten dalam kehidupan anak berperan penting dalam membantunya mengembangkan ketahanan. Anak tahu bahwa ia dapat mengandalkan orang tua atau anggota keluarga lain yang sering menghabiskan waktu dengannya.

'Teach children by example'. Kalimat ini benar adanya. Perlihatkan kepada anak-anak bagaimana kita selaku orang tua mengatasi berbagai masalah yang muncul. Dengan begitu anak akan mengikuti.

Kemudian hal paling penting lainnya adalah bantu anak dan remaja mengembangkan penghargaan terhadap diri sendiri. Hal ini bertujuan agar anak merasa nyaman dengan diri mereka sendiri.

Bagaimana caranya? Bunda dan Ayah bisa memperlihatkan bahwa ada banyak yang cinta yang diberikan kepada mereka. Kemudian tunjukkan juga kepada anak bagaimana caranya menerima diri sendiri.

Jangan ragu memuji anak jika mereka melakukan perbuatan yang baik. Kenali kerja keras, upaya, dan hal-hal yang telah mereka capai.

Nah yang satu ini kerap dilupakan orang tua karena rasa ego dan ambisi. Pernahkah Bunda dan Ayah bertanya tentang aktivitas dan minat yang disukai anak? Atau Bunda dan Ayah justru memaksakan anak melakukan aktivitas yang tidak mereka sukai?

Hindari hal tersebut ya, Bunda. Ada baiknya Bunda bertanya kepada anak tentang aktivitas dan minat yang mereka sukai. Bantu mereka menetapkan tujuan yang realistis. Dengarkan dan hargai perasaan mereka.

Alih-alih mendiamkan, ketika anak-anak atau remaja merasa sedih atau marah, Bunda bisa mendorong mereka untuk mengungkapkan perasaan mereka. Biarkan percakapan Bunda dan anak mengalir dengan alami.


Namun jika anak tidak merasa nyaman berbicara dengan orang tua, bantu mereka menemukan seseorang yang mereka bisa ajak berbicara dari hati ke hati.

Jangan lupa ciptakan lingkungan rumah yang aman dan positif. Pantau alat elektronik, gadget yang digunakan oleh anak, seperti televisi, perangkat game, hingga ponsel. Cek dengan siapa saja anak berinteraksi di grup chat dan game online.

Hindari juga berdiskusi tentang masalah serius di hadapan anak-anak karena bisa membuat mereka ikut khawatir. Lebih baik luangkan waktu melakukan aktivitas fisik, seperti bermain bersama anak di luar ruangan.

Seperti yang sudah dijelaskan tadi orang tua adalah contoh terbaik untuk anak. Jangan malu mengungkapkan perasaan Bunda dan Ayah kepada anak. Ajari anak-anak bagaimana tetap relaks ketika kesal atau menghadapi masalah.

Jika anak memiliki masalah, bantu mereka mencari solusi atau ide untuk mengatasinya. Namun Bunda dan Ayah jangan terlalu ikut campur ya agar anak bisa belajar bagaimana mengatasi masalahnya sendiri.

"Health does not always come from medicine. Most of the time. It comes from peace of mind, peace in the heart, peace in the soul. It comes from laughter and love." Kutipan ini mengingatkan kita bahwa cinta orang tua kepada anak adalah obat terbaik untuk kesehatan jiwa mereka. Semoga membantu ya, Bunda. 

(som/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi