parenting

Boyband Korea BTS Sukses Gelar Konser di Arab Saudi, Begini Suasananya

Maya Sofia Sabtu, 12 Oct 2019 17:39 WIB
Boyband Korea BTS Sukses Gelar Konser di Arab Saudi, Begini Suasananya
Jakarta - BTS, boyband Korea Selatan yang saat ini sedang naik daun sukses menggelar konser di Riyadh, Arab Saudi. BTS menjadi boyband Korea kedua setelah Super Junior (SuJu) yang menghelat pertunjukan musik di Arab Saudi.

Tampil dengan personel lengkap, V, J-Hope, RM, Jin, Jimin, Jungkook, dan Suga, BTS mengguncang stadion Stadion Internasional King Fahd di Riyadh pada Jumat malam (11/10/2019).

Setelah Arab Saudi diumumkan masuk dalam konser tur dunia BTS Love Yourself: Speak Yourself, penggemar boyband yang juga dikenal dengan Bangtan Boys ini riuh. Tiket konser bahkan ludes dalam sekejap.


Mengutip Arab News, seorang fans berusia 12 tahun bernama Ahmed datang ke konser BTS bersama kakak perempuannya. Ahmed mengaku tahu BTS dari sang kakak yang lebih dahulu menjadi penggemar boyband K-Pop terkaya di dunia itu.

"Ini pertama kali saya menghadiri konser K-pop dan saya tahu bakal keren karena itu BTS," ujarnya.

"Saya pikir konser ini akan memungkinkan lebih banyak band K-pop datang ke Arab di masa depan."


Tak hanya Ahmed, para fans yang menamakan diri mereka Army datang ke Riyadh dari berbagai daerah di Arab Saudi. Seperti fans loyal BTS dari negara lainnya, mereka juga mempersiapkan banner dan stiker.

Di Twitter bahkan tagar terkait BTS meramaikan trending topic. Sementara itu terkait konser mereka di Arab Saudi, para personel BTS menyatakan bahwa mereka mendapat undangan resmi.

"Kami diundang secara resmi. Sudah lama sejak kami tampil di Timur Tengah. Saya kira yang terakhir adalah di Dubai tahun 2015. Intinya, jika ada tempat di mana orang ingin melihat kami, kami akan pergi ke sana. Itulah yang kami rasakan," ucap Jimin dilansir BBC.

Berbicara soal idola, saat anak mengidolakan seseorang itu sah-sah saja. Namun Bunda juga perlu memberikan kontrol dan batasan. Dilansir Medical Today, ketika anak mengidolakan menjadi sesuatu yang berlebihan, bisa saja menjadi gangguan mental yang dikenal sebagai 'celebrity worship syndrome'.

Istilah medis yang cukup baru, pertama kali disebut oleh Dr Lynn McCutcheon pada awal tahun 2000-an, ketika masyarakat barat di AS telah begitu terpaku pada kehidupan selebriti yang mulai berdampak pada kehidupan mereka sendiri dengan cara negatif. Kecemasan, depresi, tingkat stres yang tinggi, body image yang buruk, isolasi, dan perilaku obsesif-kompulsif. Semua itu terkait dengan 'celebrity worship syndrome'.

[Gambas:Video Insertlive]

(som/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi