parenting

Tak Tergantikan, Vaksin Tetap Wajib Diberikan Meski RI Bebas Polio

Yuni Ayu Amida Rabu, 23 Oct 2019 16:59 WIB
Tak Tergantikan, Vaksin Tetap Wajib Diberikan Meski RI Bebas Polio
Jakarta - Indonesia rupanya merupakan salah satu negara yang pernah terdampak virus polio lho, Bunda. Berikut ini perkembangan virus polio yang pernah ada di Tanah Air.

Melansir dari situs Kementrian Kesehatan RI, virus polio liar asli Indonesia (indigenous) sudah tidak ditemukan lagi sejak 1996 silam. Ini berkat dilaksanakannya Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio selama tiga tahun berturut-turut, yakni 1995, 1996, dan 1997. Namun, pada tanggal 13 Maret 2005, rupanya ditemukan kasus polio yang berasal dari luar negeri (polio importasi) di Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kasus tersebut menyerang 305 orang selama kurun waktu 2005 sampai awal 2006, yang kemudian berkembang jadi Kejadian Luar Biasa (KLB). KLB ini tersebar di 47 kabupaten atau kota di 10 provinsi di Indonesia.


Selain itu, ditemukan juga 46 kasus Vaccine Derived Polio Virus (VDPV), yaitu kasus polio yang disebabkan oleh virus dari vaksin. Di mana 45 kasus di antaranya terjadi di semua kabupaten di Pulau Madura dan satu kasus terjadi di Probolinggo, Jawa Timur.

Setelah dilakukan Outbreak Response Immunization (ORI), dua kali imunisasi massal terbatas (mop up) polio, lima kali PIN, dan dua kali Sub PIN, KLB ini pun dapat ditanggulangi sepenuhnya. Kasus Virus Polio Liar (VPL) terakhir dengan pengidapnya sampai mengalami lumpuh, ditemukan pada 20 Februari 2006 di Aceh.

Sejak saat itu hingga sekarang, tidak pernah lagi ditemukan kasusĀ Polio di Indonesia. Selain itu, pada 2014, Indonesia telah mendapat sertifikasi bebas polio tingkat South East Asia Regional (SEAR).

Tak Tergantikan, Vaksin Tetap Wajib Diberikan Meski RI Bebas PolioFoto: iStock


Dilansir CNN Indonesia, dokter anak dari RS Cipto Mangunkusumo, dr.Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), mengimbau masyarakat agar melakukan imunisasi. Semahal-mahalnya vaksin yang dipakai untuk mencegah infeksi penyakit, masih jauh lebih murah dibandingkan dengan mengobati penyakit yang terlanjur menjangkit.

"Vaksin itu tidak tergantikan. Kalau ada bakteri biasa kita punya pertahanan nonspesifik. Olahraga teratur atau herbal itu cukup. Tapi, dalam menghadapi bakteri berbahaya, kita enggak mungkin mangandalkan itu," kata Piprim.

Selain meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemberianĀ vaksinasi polio pada anak-anak. Masyarakat pun dihimbau untuk tidak mencemari lingkungan, terutama dengan menerapkan buang air besar di jamban dan mengalirkannya ke septic tank. Hal ini merupakan salah satu cara untuk mencegah datangnya penyakit polio.

Tonton kisah satu keluarga kena virus polio.

[Gambas:Video 20detik]

(yun/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi