HaiBunda

PARENTING

Teguran Rafathar Sadarkan Raffi Tentang Kebahagiaan yang Sebenarnya

Siti Hafadzoh   |   HaiBunda

Kamis, 24 Oct 2019 14:52 WIB
Raffi Ahmad dan Rafathar/ Foto: Palevi
Jakarta - Melihat perkembangan anak, rasanya waktu perjalan begitu cepat ya, Bun. Termasuk bagi Raffi Ahmad. Sebagai orang tua, Raffi merasa masih kurang memberi perhatian kepada putranya, Rafathar. Setiap hari, ia selalu sibuk dengan pekerjaannya.

"Rafatar umur 4 tahun. Umur satu sampai empat, cepat banget berlalunya," kata Raffi di kanal YouTube Boy William.

Di usianya yang keempat, Rafathar sudah bisa meminta ayahnya untuk tidak selalu sibuk syuting. Rafathar sering meminta ayahnya untuk cepat pulang. Sebagai ayah, tentu Raffi merasa sedih karena tidak bisa selalu ada di sisi anaknya. Raffi mengaku, kalau Nagita Slavina (Gigi) yang bicara, mungkin tidak ia dengar. Tapi beda halnya kalau anak yang minta.


"Gigi ngomong, mungkin gue enggak dengar. Tapi, saat Rafatar ngomong, gue pasti akan dengerin," tambah Raffi.

Setiap melihat kamera, Rafathar selalu meminta Raffi Ahmad agar tidak sering syuting. Ia bahkan sudah bisa menyampaikan kritiknya langsung kepada sang ayah.

"Setiap kali ada kamera, 'Papah bisa enggak sih enggak syuting dulu?', dia bisa ngomong gitu. Terus kayak, please dong A, sebentar syuting. Ya oke. Terus selesai syuting, dia bilang gini, 'Udah? Puas Papa, Puas? Aa enggak mau syuting, Aa cuma mau sama Papa'. Dia bisa ngomong gitu," ujar Raffi.

Makanya, mumpung masih punya fisik yang sehat, Raffi sekarang ingin meluangkan waktu untuk berjalan-jalan dengan Rafathar. Ia ingin menikmati hidupnya bersama sang buah hati.

Raffi Ahmad dan keluarga/ Foto: Noel/detikHOT

"Kemana pun Rafatar mau, gue ada di sampingnya," kata Raffi.

Anak-anak seperti Rafathar memang sangat membutuhkan kehadiran orang tuanya, Bun. Anak membutuhkan pelukan dari ayah dan bundanya untuk mempererat hubungan orang tua dan anak.

Dilansir Psychology Today, orang tua seharusnya memberikan minimal 12 kali kontak fisik dengan anaknya per hari. Misalnya, dengan mengusap kepala anak, merangkul, atau memeluknya.

"Kita butuh 4 pelukan setiap hari untuk bisa bertahan. Kita butuh 8 pelukan setiap hari untuk memelihara. Kita butuh 12 pelukan setiap hari untuk bertumbuh," kata Virginia Satir, terapis keluarga.

Jadi, meluangkan waktu dengan anak memang perlu ya, Bun. Jangan menunggu sampai anak protes seperti Rafathar ke Raffi Ahmad.

[Gambas:Video Insertlive]

(sih/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja

Mom's Life Arina Yulistara

Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

Mom's Life Annisa Karnesyia

5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama

Parenting Annisa Karnesyia

Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat

Parenting Kinan

200 Pertanyaan Lomba Cerdas Cermat seputar Kemerdekaan 17 Agustus 2026, Soal Tingkat SD-SMP

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat

5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama

7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja

5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK