parenting

Tega! Bayi Tewas Setelah Dimasukkan ke Dalam Mesin Cuci

Asri Ediyati Selasa, 05 Nov 2019 19:40 WIB
Tega! Bayi Tewas Setelah Dimasukkan ke Dalam Mesin Cuci
Jakarta - Malangnya nasib seorang bayi tak berdosa tewas di dalam mesin cuci. Kejadian ini terjadi di Palembang, Sumatera Selatan. Dilansir detikcom, hasil pemeriksaan di tubuh ditemukan luka lecet di hidung dan leher.

"Setelah kami lakukan pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya luka kekerasan di tubuh korban. Tetapi ada luka lecet di hidung dan leher," kata dokter Forensik RS Bhayangkara, dr.Indra Sakti Nasution.

Sang bayi rupanya baru saja dilahirkan. Indra juga menjelaskan bahwa korban berjenis kelamin laki-laki. Lalu, menurut laporan kepolisian, pelaku adalah ibu dari anak itu sendiri.

Sutina (36) mengaku sengaja memasukkan bayinya ke mesin cuci dan akhirnya tewas. Sutina tega membunuh bayinya karena anak itu lahir di luar nikah.


Karena malu hamil di luar nikah, janda 7 tahun ini pun melahirkan diam-diam di kamar mandi. Setelah lahir, bayi malang tersebut dimasukkan ke mesin cuci.

"Saya yang masukkan ke mesin cuci, tapi tidak digiling. Cuma dibuntel selimut saja karena malu," kata Sutina saat diwawancara di Mapolres Palembang.
Ilustrasi kaki bayi/Ilustrasi kaki bayi// Foto: iStock
Hiks, tega sekali ya, Bunda. Dilansir CNN, psikiater dr.Timothy Mariano mengemukakan ada tiga teori mengapa orang tua tega membunuh anak.

Pertama, orang tua sering sakit mental, kedua mereka biasanya memiliki kadar testosteron yang lebih tinggi. "Ketiga keturunan yang mereka bunuh mungkin dianggap tidak diinginkan," kata Mariano.

Sementara itu menurut psikiater forensik Phillip J. Resnick, pelopor dalam studi penelitian filisida, mengidentifikasi lima alasan utama orang tua membunuh anak yaitu:

- Altruisme, orang tua membunuh anak karena dia mungkin menganggapnya demi kepentingan terbaik anak itu. Mungkin berdasarkan kenyataan. Misalnya, anak mengidap penyakit mematikan. Atau anak dibunuh sebelum orang tuanya bunuh diri.

- Psikosis akut di mana orang tua membunuh anak berdasarkan ide yang tidak sesuai dengan kenyataan. Misalnya, orang tua percaya anak itu telah dirasuki setan.

- Anak yang tidak diinginkan. Dalam kasus ini, orang tua membunuh anak yang dia anggap sebagai penghalang.

- Kematian anak adalah hasil yang tidak disengaja dari kekerasan fisik orang tua.

- Balas dendam pasangan, ketika orang tua membunuh anak dalam upaya untuk membalas dendam pada orang tua lainnya.

Simak juga kasus yang serupa melalui video berikut:

[Gambas:Video 20detik]

(aci/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi