HaiBunda

PARENTING

Manfaat Ajak Anak Isi Liburan dengan Jalan-jalan ke Taman

Melly Febrida   |   HaiBunda

Sabtu, 04 Jan 2020 10:31 WIB
Ilustrasi bermain di taman dengan anak/Foto: iStock
Jakarta - Kesibukan sehari-hari bisa membuat anak-anak kelelahan hingga stres. Nah, untuk mengisi liburan kali ini, tidak ada salahnya Bunda dan Ayah mengajak anak-anak berjalan-jalan di taman atau hutan.

Saat itulah anak-anak akan fokus dengan alam sekitarnya dan menggunakan indranya agar merasa lebih tenang. Hal ini dituliskan Wynne Kinder, guru mindfulness dalam buku berjudul Calm Mindfulness for Kids Activities to Help You Learn to Live in The Moment.




Berikut beberapa hal yang anak-anak bisa lakukan untuk melepaskan stres dengan berjalan-jalan di taman:

1. Gunakan mata

Untuk melihat segala sesuatu yang ada di sekitar kita, Kinder bilang, cobalah melihat segala sesuatu yang berbeda. Baik bentuk, warna, dan ukuran.

2. Sentuhan

"Sentuhan bisa membuat anak-anak merasakan suhu dan teksturnya. Kinder menyarankan memegang ranting, apa yang anak-anak rasakan? Ini berat atau ringan?" kata Kinder.

3. Mencium

Indra penciuman bisa membuat anak-anak merasakan apa yang terjadi. Namun jangan lupa tetap melihat sekitarnya biar hidung melakukan tugasnya. Apa yang diciumnya?

Selain itu, Kinder menjelaskan, menghabiskan waktu di hutan atau taman bisa menenangkan. Anak-anak hanya perlu berada di sana dan menikmati warna hijau di sekitarnya.

"Bagaimana dengan kicauan burung? Atau suara pesawat di atas kepala? Semua suara itu bisa membuat terasa lebih dekat. Berhentilah dan dengarkan lebih dekat lagi suara-suara yang sulit di dengar," ujar Kinder.

Ilustrasi anak main di taman/ Foto: iStock
Ia menegaskan, otak kita sebenarnya bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang penting untuk mencium, mengecap, dan melihat secara otomatis. Bagian perhatian dalam pikiran kita membuat lebih peduli dengan apa yang terjadi dengan diri kita maupun di sekitar.

"Dalam mindfullness, Anda mencoba fokus perhatian dengan satu hal di saat itu juga," ujarnya.

Berbicara tentang jalan-jalan saat liburan, melansir Telegraph, sebenarnya liburan bisa memberikan pengaruh positif untuk perkembangan otak anak. Saat liburan keluarga, sistem bermain dan mencari anak akan bekerja secara seimbang.

"Kita dapat memilih kegiatan yang melepas oksitosin yang disimpan di lemari medis batin kita sendiri. Kita memiliki zat penyembuhan yang luar biasa dan kita bisa mempelajari banyak cara untuk menggunakannya," jelas Jaak Panksepp, seorang ahli saraf dan juga psikolog asal Estonia.

Jalan-jalan juga nggak perlu jauh-jauh ke luar negeri, ajak anak-anak menjelajah daerah wisata di berbagai penjuru Indonesia.

Biarkan anak main kotor-kotoran. Alasannya bisa dicek di video ini:

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Foto Bayi Baru Lahir Para Anak Artis yang Menggemaskan

Parenting Nadhifa Fitrina

9 Ciri Kepribadian Suami Berzodiak Cancer, Romantis tapi Sensitif

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Tinggal di Jepang, Intip Potret Terbaru Lastmi AFI Bersama Suami

Mom's Life Annisa Karnesyia

Alasan Orang Tua Perlu Ajak Bayi Bicara saat Ganti Popok, Simak Obrolan yang Disarankan

Parenting Indah Ramadhani

Hasil Test Pack 1 Garis tapi Warna Sangat Merah dan Tebal, Ini Artinya

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Kepribadian Suami Berzodiak Cancer, Romantis tapi Sensitif

Alasan Orang Tua Perlu Ajak Bayi Bicara saat Ganti Popok, Simak Obrolan yang Disarankan

5 Foto Bayi Baru Lahir Para Anak Artis yang Menggemaskan

Hasil Test Pack 1 Garis tapi Warna Sangat Merah dan Tebal, Ini Artinya

Sakit Kaki dan Ruam Dikira Campak, Anak Ini Ternyata Didiagnosis Leukemia

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK