Sign Up search


parenting

Nonton Acara Masak Bentuk Kebiasaan Makan Sehat Anak, Kok Bisa?

Annisa Karnesyia Jumat, 07 Feb 2020 06:00 WIB
Nonton Acara Masak Bentuk Kebiasaan Makan Sehat Anak, Kok Bisa? caption
Jakarta - Kebiasaan makan sehat anak bisa dipengaruhi banyak hal. Selain kebiasaan orang tua, tontonan di televisi juga berpengaruh, Bun.

Studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition Education and Behavior menemukan, anak-anak yang menonton program masak dapat membuat mereka mengonsumsi makanan sehat. Tapi, programnya khusus makanan sehat ya.


Program memasak yang menampilkan makanan sehat lebih dari dua kali membuat anak memilih camilan yang mereka makan. Hal ini dibandingkan pada anak-anak yang menonton acara memasak yang menampilkan makanan tidak sehat.


"Jika kita mempromosikan makanan sehat kepada anak-anak, ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan asupannya," kata Dr. Frans Folkvord, penulis utama studi dan asisten profesor di School of Humanities and Digital Science at Tilburg University di Belanda, dikutip dariĀ CNN.

"Bagi orang tua, penting untuk mempromosikan makanan sehat pada siang hari dengan metode yang berbeda dan salah satunya adalah program memasak ini," sambungnya.

Para peneliti meminta 125 anak-anak berusia antara 10 dan 12 tahun untuk menonton 10 menit acara TV di Belanda yang dirancang untuk anak-anak. Beberapa menonton video yang menampilkan makanan sehat, sementara yang lain menonton menampilkan makanan yang kurang sehat dan padat energi.

Ilustrasi anak makanIlustrasi anak makan/ Foto: iStock

Anak-anak dalam setiap kelompok diminta untuk menunjukkan pada skala 10 poin seberapa sehat mereka memandang makanan yang ditunjukkan dalam program memasak. Angka 0 berarti sangat tidak sehat, sedangkan 10 artinya sangat sehat.

Video makanan sehat menampilkan tomat, bawang, kecambah brussel, buah-buahan, dan sayuran. Sedangkan, video tidak sehat menampilkan hamburger, kentang goreng dengan mayones, dan croissant.

Dalam kelompok makanan sehat, lebih dari 41 persen anak-anak memilih camilan sehat seperti potongan apel atau mentimun. Sedangkan yang tidak sehat, hanya 20 persennya memilih camilan sehat.

Acara memasak dapat memiliki efek positif pada perilaku dan sikap, terutama dengan mempromosikan kebersamaan dan persepsi makanan sehat, Bun. Memasak bersama juga merupakan bagian penting dari acara semacam itu.

Selain itu, makanan yang ditampilkan secara visual menunjukkan bentuk makanan dan porsi sehat. Menurut teori reaktivitas isyarat, orang dapat mengembangkan respons yang dipelajari dengan diberi rangsangan atau isyarat tertentu. Nah, isyarat makanan tersebut memicu keinginan makan yang kemudian mengarah pada perilaku makan sebenarnya.


Selain bantuan dari program memasak di TV, orang tua memang sebaiknya mengajarkan anak sejak kecil dengan makanan yang sehat. Semakin ditunda, semakin sulit membentuk kebiasaan baik mengonsumsi makanan bergizi.

"Anak-anak harus tahu setiap makanan yang masuk dan memengaruhi tubuhnya," ujar Danelle Fisher, MD, ketua pediatri di Providence Saint John's Health Center in Santa Monica, dilansir WebMD.

Salah satu caranya dengan tidak membuat aturan, tapi merutinkan makan sehat, Bunda. Pastikan makanan sehat adalah standar untuk menu makan keluarga dan jangan lupa libatkan anak dalam mengambil keputusan tentang apa yang dimakannya.

Simak juga penjelasan ahli soal nutrisi tepat untuk anak yang susah makan, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi