sign up SIGN UP search


parenting

Wow! Ayah di Finlandia Bisa Cuti 6 Bulan Saat Istri Melahirkan

Yuni Ayu Amida Kamis, 06 Feb 2020 22:00 WIB
Kabar gembira untuk para ayah di Finlandia. Saat istri melahirkan, ayah bisa mengambil cuti panjang. Tak tanggung-tanggung, bisa sampai 6 bulan lho. caption
Jakarta - Pemerintah Finlandia mengumumkan rencana untuk memberikan cuti melahirkan yang sama untuk ibu dan ayah. Ini bertujuan agar ayah menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak mereka.

Melansir BBC News, Pemerintah Finlandia menuturkan bahwa baik ayah maupun ibu akan mendapat cuti melahirkan 164 hari kerja, atau sekitar 6,6 bulan. Tak hanya itu, besaran tunjangan keluarga juga meningkat jadi 14 bulan gaji.


Tambahan satu bulan dari kuota cuti juga akan didapatkan oleh perempuan hamil. Sedangkan orang tua tunggal akan diizinkan untuk menggunakan total tunjangan atau gabungan dari tunjangan dua orang tua. Selain itu, sebanyak 69 hari cuti bisa disimpan untuk digunakan di lain waktu.


Melalui hal ini, pemerintah setempat ingin meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan gender. Menteri Sosial dan Kesehatan Finlandia Aino Kaisa Pekonen mengatakan bahwa manfaat reformasi keluarga telah dimulai. Ini bertujuan untuk memperkuat hubungan orang tua dan anak sejak awal.

Di bawah sistem yang berlaku saat ini di Finlandia, cuti hamil untuk wanita adalah 4,2 bulan. Sedangkan untuk ayah 2,2 bulan atau sampai bayinya berusia dua bulan.

Mengutip CNBC, perubahan aturan terkait cuti ini akan berlaku paling cepat pada 2021. Saat ini, kebijakan tersebut masih dalam proses pengembangan.

Wow! Ayah di Finlandia Bisa Cuti 6 Bulan Saat Istri MelahirkanWow! Ayah di Finlandia Bisa Cuti 6 Bulan Saat Istri Melahirkan/ Foto: iStock


Sebagai informasi, negara di Eropa yang paling dermawan dalam memberikan cuti melahirkan untuk karyawan adalah Swedia. Dengan kuota cuti sebanyak 480 hari kerja, dengan masing-masing ibu atau ayah diberi izin 240 hari cuti.

Sedangkan negara di dunia yang paling baik hati dalam memberikan cuti melahirkan adalah Estonia. Berdasarkan laporan Unicef, total cuti melahirkan di Estonia yakni 85 pekan atau sekitar 1,5 tahun.

Unicef juga menggarisbawahi bahwa Amerika Serikat adalah satu-satunya negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) tanpa cuti melahirkan, atau cuti ibu berbayar.

Seorang profesor Universitas Oslo yang memimpin penelitian terkait cuti orang tua di Nordik, Anne Lise Ellingsaeter, mengatakan bahwa negara-negara Nordik jadi contoh dalam pemberian hak ayah yang tidak dapat dipindahkan ke ibu.

Negara-negara Uni Eropa juga menuju kebijakan yang sama. Dengan menyatakan negara yang sudah jadi anggota selama tiga tahun per 2019, mesti memberikan cuti melahirkan pada masing-masing orang tua setidaknya empat bulan.

Portugal juga sudah memiliki sistem gender yang netral, dengan 120 hari cuti berbayar 100 persen, dan 30 hari opsional lainnya dengan 80 persen gaji.

Meski begitu, Ellingsaeter mengatakan, kebijakan memberi ayah peningkatan hak belum sepenuhnya berhasil di negara-negara Nordik.

"Norwegia adalah negara pertama pada 1993 yang memiliki cuti yang tidak dapat dipindahtangankan untuk ayah, kemudian Swedia mengikutinya. Tetapi Denmark menetapkan kuota ayah pada 1998, kemudian menghapusnya. Dan itu belum diperkenalkan kembali," katanya.


Simak juga kisah dr.Reisa yang merasa sengsara setelah melahirkan caesar dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(yun/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi