HaiBunda

PARENTING

Anak Belajar di Rumah jadi Banyak Makan, Haruskah Dibatasi?

Melly Febrida   |   HaiBunda

Rabu, 08 Apr 2020 11:58 WIB
Ilustrasi anak banyak makan/ Foto: Getty Images/iStockphoto/kmk-vova
Jakarta - Selama belajar di rumah, anak-anak kok jadi sering makan ya? Baru setengah jam lalu makan nasi, sudah minta makan lagi. Duh, nanti jadi overweight enggak ya?

Kebanyakan orang tua cemas kalau anak di usia prasekolah pilih-pilih makan alias picky eater. Tapi, ada juga orang tua yang justru khawatir kalau anaknya makan terlalu banyak.


"Saya kadang-kadang berpikir, kita takut saat memiliki anak-anak yang banyak makan, terutama di tahun-tahun awal, karena umumnya anak pilih-pilih makan," kata Sarah Ockwell-Smith, spesialis metode Gentle Parenting, dalam buku The Gentle Eating Book.


Ockwell-Smith menceritakan bagaimana putra keduanya yang sejak kecil nafsu makannya besar. Apa saja yang ditawarkan dilahap habis. Sedangkan anak sulungnya susah makan ketika memasuki usia balita.

"Saya tidak pernah melihat dia tidak memakan makanan yang ada. Dia selalu tampak lapar. Jika kami pergi, saya harus mempersiapkan dengan mengepak tas penuh camilan untuknya," kata Ockwell-Smith.

Anak makan/ Foto: iStock/detikFood
Awalnya, ia senang dan puas karena anaknya mau makan apa saja, setelah stres menghadapi anak sulung yang susah makan. Namun, kebahagiaan itu berubah menjadi kecemasan.

"Apakah dia makan terlalu banyak? Apakah saya menciptakan masalah makan yang akan membuatnya membohongi hidupnya? Apakah dia akan menjadi gemuk? Apakah dia sakit karena makan begitu banyak? Dia agak sedikit besar untuk usianya, meskipun itu tercermin dalam tinggi dan berat badannya," cerita Ockwell-Smith.

Hingga akhirnya, Ockwell-Smith berusaha membuang jauh kecemasan dan meyakinkan diri bahwa anaknya pasti tahu tubuhnya lebih baik ketimbang orang tuanya.

"Saya berusaha sekuat tenaga untuk mempercayai dan membiarkannya makan ketika dia merasa lapar. Pada saat ia mulai bersekolah, makannya mulai sedikit melambat, begitu pula pertumbuhannya. Dia sangat aktif dan dengan cepat berubah menjadi anak lelaki yang sehat, lincah, sporty tanpa masalah berat badan," katanya.

Dari pengalaman tersebut, Ockwell-Smith mengatakan, orang tua sebaiknya mempercayai anaknya karena mereka tahu kebutuhan dirinya ketimbang orang tua.


Mengenai kebiasaan makan anak, dikatakan Alissa Smethers, seorang mahasiswa doktoral ilmu gizi di Penn State, orang tua seharusnya memperhatikan apa yang anak konsumsi. Bukan cuma jumlahnya, tapi juga variasi makanan yang mereka makan.

"Sulit untuk menentukan porsi yang sesuai untuk semua anak prasekolah, karena kebutuhan kalori mereka berbeda, tergantung tinggi dan berat badan serta tingkat aktivitas," kata Smethers, mengutip Futurity.

Bunda, simak juga apa saja yang bisa memicu anak mengidap obesitas, dalam video di bawah ini:



(muf/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Sosok Dewi Yuali, Istri Kapolri Baru Suyudi Ario Seto yang Gantikan Listyo Sigit

Mom's Life Dilla Atqia Rahmah

Bentuk Wajah Bisa Menggambarkan Kepribadian hingga Kesehatan Seseorang? Ini Kata Sains

Mom's Life Annisa Karnesyia

Potret Lucu Victoria, Anak Laura Theux & Indra Brotolaras yang Dekat dengan Sang Ayah

Parenting Annisa Karnesyia

Tanggal Merah Untuk Ibu Hadir di Yogyakarta, Saatnya Ibu Recharge!

Mom's Life Sandra Odilifia & Paul Kuemba

Karakter Suami Berdasarkan 12 Zodiak, Begini Gambaran Sifatnya sebagai Pasangan

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Bentuk Wajah Bisa Menggambarkan Kepribadian hingga Kesehatan Seseorang? Ini Kata Sains

Potret Lucu Victoria, Anak Laura Theux & Indra Brotolaras yang Dekat dengan Sang Ayah

Karakter Suami Berdasarkan 12 Zodiak, Begini Gambaran Sifatnya sebagai Pasangan

Sosok Dewi Yuali, Istri Kapolri Baru Suyudi Ario Seto yang Gantikan Listyo Sigit

Resep Cumi Asam Manis Anti Alot, Bumbu Sederhana Rasanya Istimewa

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK