HaiBunda

PARENTING

Dampak Buruk Bayi Vegan: Gagal Tumbuh hingga Kwashiorkor

Muhayati Faridatun   |   HaiBunda

Jumat, 17 Apr 2020 08:52 WIB
Bayi makan sayur/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Pilin_Petunyia
Jakarta - Seorang ibu vegan, atau tidak mengonsumsi protein hewani, mungkin menerapkan pola makan yang sama pada bayinya. Hanya saja, bayi vegan masih menimbulkan kontroversi karena bisa menimbulkan dampak buruk.

Dijelaskan dr.Alinda, Sp.A, bayi yang dilahirkan dari ibu vegetarian harus benar-benar didampingi ahli gizi. Tujuannya untuk memastikan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan selama pertumbuhan bayi.


"Sebagai contoh, bayi bisa mengalami defisiensi vitamin B12," ungkap Alinda kepada HaiBunda, dalam pesan singkat WhatsApp belum lama ini.


Alinda menambahkan, bayi vegan tidak dianjurkan karena akan mempengaruhi tumbuh kembang. Bayi vegan biasanya mengalami gagal tumbuh saat usia kurang dari satu tahun. Tanpa mengonsumsi protein hewani seperti daging merah, telur, atau susu dan produk olahannya, bayi tentu akan kekurangan protein dan juga kalori.

Selain itu, Alinda juga mengingatkan, dampak buruknya bisa menyebabkan bayi mengalami kwashiorkor dan marasmus.

"Karena kurang protein, bayi bisa mengalami kwashiorkor atau pembengkakan seluruh badan, kurang karbohidrat dan lemak, bayi tidak tumbuh atau kurus, disebut juga marasmus," terang dokter yang praktik di Kemang Medical Care, Jakarta Selatan.

Alinda pun menyarankan, bayi yang lahir dari ibu vegan perlu konsultasi juga ke dokter gizi anak, atau dokter anak ahli nutrisi dan metabolik.

Bayi makan sayur/ Foto: Getty Images/iStockphoto/FamVeld

Dijelaskan juga oleh pakar laktasi, dr.Ameetha Drupadi, CIMI, saat usia enam bulan dan mulai makan MPASI, bayi membutuhkan nutrisi lebih banyak yang tidak bisa dipenuhi dari ASI lagi. Itulah sebabnya, bayi butuh MPASI dengan gizi seimbang yakni karbohidrat, protein nabati dan protein hewani, sayur, buah, air, dan minyak sebagai tambahan lemak.

Untuk bayi kurang gizi atau berat di bawah kurva, Ameetha menjelaskan, membutuhkan protein hewani seperti daging merah misal sapi (daging, paru, lidah, otak), ayam, ikan, telur, dan protein nabati.

"Untuk memenuhi kebutuhan kalori yang sedang mengejar pertumbuhan dan berat badan, jika hanya diberikan sayur dan buah, maka kebutuhan nutrisi kurang mencukupi," terang Ameetha kepada HaiBunda.

Ia pun menegaskan, bayi vegan atau hanya diberi sayur dan buah dikhawatirkan mengalami malnutrisi, serta tumbuh kembang tidak optimal.


Bunda, simak juga jenis kekurangan protein pada anak, dalam video berikut:



(muf/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Anak Suka Meniru Orang Tua? Ternyata Bukan Sekadar Iseng, Ini Alasannya

Parenting Annisa Karnesyia

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A

Mom's Life Melly Febrida

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Kehamilan Amrikh Palupi

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Parenting Asri Ediyati

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A

Anak Suka Meniru Orang Tua? Ternyata Bukan Sekadar Iseng, Ini Alasannya

Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu

Warga RI Usia 17 Tahun Akan Dapat Saldo Rp50 Ribu di Rekening, Ini Alasannya

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK