sign up SIGN UP search


parenting

4 Tips Mengontrol Berat Badan Anak Overweight Tanpa Diet

Melly Febrida Senin, 27 Apr 2020 11:34 WIB
Beautiful little girl having breakfast with cereal, milk and blueberry in kitchen caption
Jakarta - Selama belajar di rumah saja, anak-anak rentan mengalami kelebihan berat badan alias overweight. Untuk membantu menurunkan berat badannya ternyata bukan dengan diet, Bunda.

"Anda tidak boleh membuat anak berdiet, melainkan mengubah kebiasaan makan menjadi makanan sehat dan seimbang," kata Jane Clarke BSc, ahli nutrisi di Inggris, dalam buku Complete Family Nutrition.


Beberapa tips dari Clarke ini juga bisa Bunda terapkan apabila ingin mengontrol berat badan anak:


1. Ubah makanan

Clarke menyarankan untuk mengganti makanan berkalori tinggi, lemak, garam, dan gula dengan alternatif yang lebih sehat. Termasuk banyak buah dan sayuran. Sedikit perubahan bisa membuat perbedaan besar, Bunda.

Perubahan yang bisa dilakukan antara lain:

a. Kurangi semua soda bergula.

b. Pastikan anak minum 6 - 8 gelas kecil air dalam sehari. Ini juga menghilangkan rasa lapar.

c. Ganti penggunaan susu murni untuk sereal, dengan menggunakan susu rendah lemak untuk anak berusia 2 tahun ke atas, atau susu rendah lemak sejak usia 5 tahun ke atas. Hingga usia 2 tahun, anak-anak membutuhkan susu murni.

d. Perbanyak memanggang dan menggoreng lebih sedikit. Apabila Bunda menggoreng, gunakan wajan antilengket, dengan sedikit minyak, dan tiriskan makanan dengan baik di atas tisu.

e. Pilih daging tanpa lemak.

Ilustrasi berat badan anak overweightIlustrasi berat badan anak overweight/ Foto: Getty Images/iStockphoto/maczkus

f. Tidak perlu menggunakan keju rendah lemak; cukup mengiris keju alih-alih memotong menjadi potongan besar, sajikan lebih sedikit.

g. Parut keju keras untuk dimasukkan ke dalam sandwich.

h. Yoghurt rasa sering memiliki kadar gula yang tinggi. Berikan yang original dan tambahkan buah segar.

i. Yoghurt rendah lemak tidak selalu terbaik atau dari susu murni, yoghurt Yunani bisa sangat memuaskan.

j. Jauhkan anak dari kue dan biskuit, dan camilan bergula dan bergula tinggi lainnya, kecuali sebagai suguhan sekali seminggu.

k. Sup buatan sendiri, dikemas dengan sayuran, dapat benar-benar memuaskan, mengisi perut lapar dalam waktu singkat.

l. Masukkan pasta, nasi, kentang, dan makanan bertepung lainnya dalam pola makan anak, karena mereka membutuhkan untuk energi, tetapi juga menyajikan dengan beragam sayuran.

m. Berikan telur karena sumber protein yang luar biasa.


2. Bicarakan dengan kerabat

Kakek-nenek biasanya suka membagi permen, camilan manis-manis, hingga junk food. Cobalah meminta mereka untuk tidak memberikan berlebihan. Jelaskan apa yang ingin Bunda capai, dan berikan beberapa aturan dasar sederhana tentang apa yang bisa dan tidak bisa diberikan pada anak.

"Awalnya tidak mudah, tetapi pada akhirnya layak jika mereka dapat menemukan cara non-makanan untuk menunjukkan cinta mereka kepada cucu," ujar Clarke.

3. Mencoba kebiasaan sehat

Bunda bisa mencoba sayuran mentah, seperti tomat ceri dan mentimun baik untuk camilan. Apabila ini menjadi kebiasaan, bisa mengubah berat badan anak. Dengan camilan sehat, bisa menahan untuk mengunyah lagi dan lagi.

4. Olahraga itu penting

Latihan tidak hanya efektif untuk membakar kalori yang berlebih, tapi juga menghasilkan endorfin, yang disebut 'hormon bahagia', yang dapat membantu anak merasa berenergi dan positif tentang tubuhnya.

"Anak Anda harus berolahraga minimal satu jam dengan intensitas sedang, setidaknya setiap hari untuk meningkatkan kekuatan otot, fleksibilitas, dan kesehatan tulang," kata Clarke.

Untuk gadis-gadis praremaja, biasanya merasa sadar diri tentang tubuh mereka dan menganggap olahraga sebagai tidak feminin. Bunda bisa mendorongnya melakukan kegiatan lain seperti jalan cepat, bersepeda, menari, atau skating. Cobalah menjadikan olahraga sebagai kegiatan keluarga, sehingga menjadi kegiatan bersama yang menyenangkan.

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritional dr.Muliaman Mansyur, pada prinsipnya anak-anak kurus dan gemuk itu merupakan pengaruh orang tua. Misalnya orang tua sering makan, anak pun sering makan. Anak kurus atau gemuk bisa juga dipengaruhi genetik, tapi dikatakan dr.Mansyur, faktor lingkungan juga berperan banyak lho.

Dalam memberi makan anak, jangan berlebihan dan hindari terlalu banyak konsumsi makanan mengandung gula dan minyak. Jangan lupa, untuk menurunkan berat badan anak yang overweight, sayur dan buah juga mesti diperbanyak, Bunda.

"Jangan lupa juga, ajak anak lakukan aktivitas fisik. Walaupun, biasanya pas masuk SD anak akan kurus karena kegiatannya sudah lebih banyak. Tapi, kembali lagi gimana pola makan yang diterapkan orang tua. Prinsipnya, jangan beri makanan berlebih dari porsinya," tutur Muliaman.


Bunda, simak juga cara membaca panduan gizi dalam kemasan camilan, di video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi