sign up SIGN UP search


parenting

Bunda, Ini Beda Pertumbuhan dan Emosi Anak Laki-laki Vs Perempuan

Melly Febrida Rabu, 29 Apr 2020 11:30 WIB
Happy kids playing in white bedroom. Little boy and girl, brother and sister play on the bed wearing pajamas. Nursery interior for children. Nightwear and bedding for baby and toddler. Family at home. caption
Jakarta - Saat anak-anak masih kecil, saya suka bingung kalau orang bilang anak laki-laki biasanya lebih cepat jalan. Berbeda dengan anak perempuan yang lebih cepat berbicara. Benar enggak sih, seperti itu jadi patokan?

Meski setiap anak itu individu yang berbeda perilaku walau sama jenis kelaminnya, tapi para ahli sepakat ada beberapa generalisasi gender yang terlihat. Seperti anak laki-laki lebih lambat dalam berjalan, berbicara, makan dan berpakaian sendiri, dan lulus toilet training ketimbang anak perempuan.


Seperti disampaikan psikolog anak Dr. Richard Woolfson, Ph.D, PGCE, MAppSCi, CPsychol, FBPsS, dalam buku Your Preschooler Bible.


"Pada usia dini, anak laki-laki lebih tertarik pada benda dan lebih cenderung menunjukkan diri dan merasa frustrasi. Pada usia empat tahun, mereka lebih berotot daripada anak perempuan, sehingga mereka menikmati permainan yang lebih aktif, agresif, dan kuat," papar Woolfson.

Selain itu, kata Woolfson, anak laki-laki inginnya dominan dan memiliki cara mereka sendiri. Otak sisi kanan juga berkembang lebih cepat, yang membuat anak laki-laki cenderung menggunakan tangan selama beraktivitas.

"Mereka menjelajahi melalui permainan gerakan seperti memanjat dan mengejar, dan kegiatan mengukur termasuk mengendarai mobil melalui ruang atau menembak panah," ujar Woolfson.

Beda pertumbuhan dan emosi anak laki-laki vs perempuanBeda pertumbuhan dan emosi anak laki-laki vs perempuan/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Ulza

Sementara pada anak perempuan, Woolfson menjelaskan, lebih cepat berjalan dan memperoleh keterampilan swadaya sejak dini, serta lebih banyak berbicara daripada anak laki-laki di usia yang sama.

Anak perempuan sejak kecil lebih tertarik dengan orang dan bersedia mengikuti ajakan orang lain. Dan di usia 4 tahun, sisi kiri otak, yang berhubungan dengan bahasa, jadi lebih aktif.

"Anak perempuan menghabiskan lebih banyak waktu untuk berbicara kepada orang tua, teman bermain, dan mainan. Ini memungkinkan mereka untuk membangun hubungan di rumah dan di playgroup. Mereka juga lebih terlatih menggunakan keterampilan otot halus, seperti keterampilan menggambar dan melukis," jelas Woolfson.

Sementara untuk emosionalnya, kata Woolfson, anak-anak prasekolah memiliki perbedaan dalam mengelola emosi mereka. Misalnya anak perempuan yang cenderung memiliki lebih banyak pengertian dan empati, serta lebih sadar dengan emosi persahabatan daripada anak laki-laki.

"Namun, anak laki-laki pada umumnya lebih aktif dalam mengatasi stres, juga, mereka biasanya memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi daripada anak perempuan," ungkap Woolfson.

Ditegaskan juga dalam ulasan di What to Expect, anak laki-laki dan perempuan memang berbeda bahkan sejak bayi. Perbedaan ini terjadi karena hormon yang mereka terima di dalam rahim.

Dari lahir, anak perempuan disebutkan memiliki ketertarikan lebih tinggi terhadap orang dan wajah dibandingkan dengan anak laki-laki. Anak perempuan juga cenderung lebih suka berbicara.


Bunda, simak juga cara Meisya Siregar mendidik dua anak perempuan dan anak laki-lakinya. Dalam video Intimate Interview di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi