sign up SIGN UP search


parenting

5 Trik Hadapi Anak Picky Eater, Bunda Tak Perlu Memaksa

Melly Febrida Sabtu, 16 May 2020 09:39 WIB
Asian child does not like to eat vegetables and refuse to eat healthy vegetables caption
Jakarta -

Makanan terkadang jadi sumber konflik antara Bunda dan anak-anak. Sehari saja bisa berkali-kali. Biasanya Bunda meminta anak-anak makan sayuran atau apa saja yang sudah dimasak. Tapi, yang terjadi muncul tawar menawar. Anak minta, 'Satu suap saja' dan Bunda menawar balik.

Dikatakan Joanna Faber, pakar pendidikan dan parenting, orang tua punya tujuan penting saat memberi anak makan. Pertama, menyediakan makanan sehat bagi anak-anak tapi itu tidak cukup. Kedua, menolong anak membentuk sikap sehat terhadap makanan, sehingga seusai dengan tumbuh kembang. Tapi, bagaimana cara mencapainya?

Menurut Faber, saat makanan bisa memicu konflik, orang tua sebaiknya tidak mendesak anak menghabiskan isi piring, makan makanan tertentu, atau makan dalam jumlah yang ditentukan. Hindari juga menawarkan makanan sebagai hadiah karena anak susah makan makanan sehat.


"Menyuap anak dengan makanan penutup atau hadiah yang lain, tidak akan menolong anak-anak belajar menikmati makanan sehat," kata Faber, dalam buku How to Talk so Little Kids Will Listen.

Ilustrasi anak picky eaterIlustrasi anak picky eater/ Foto: Getty Images/PeopleImages

Untuk itu, Faber menyarankan orang tua sebaiknya melakukan beberapa hal ini:

1. Mengakui perasaan misalnya dengan mengatakan, 'Biasanya kamu suka ayam. Mungkin kamu sedang tidak ingin memakannya'.

2. Menawarkan beberapa pilihan

- Taruh piring kosong di depan anak dan biarkan anak mengambil sendiri atau tanyakan apa yang mau diambil apabila masih terlalu kecil.

- Sajikan makanan terpisah-pisah sehingga anak-anak bisa memilih makanan yang akan diletakkan ke piringnya.

- Tawarkan alternatif sederhana misalnya roti lapis dengan selai kacang, roti dan keju, telur rebus, wortel mentah atau brokoli rebus.

3. Singkirkan semua makanan manis dan minuman bergula. Atur keadaan yang tidak menggoda anak-anak.

4. Libatkan anak sebanyak mungkin sejak dari perencanaan, belanja, hingga menyiapkan masakan.

5. Beri tahu ke anak perasaan mereka ke makanan bisa berubah. Ini akan menolong anak agar tidak membatasi indra perasaan.

Soal anak susah makan, sebenarnya yang menjadikan anak picky eater itu bisa jadi kita sendiri, Bunda. Waktu anak masih di dalam kandungan, jelas mereka enggak mungkin menolak apa yang kita makan. Nah, mungkin kita yang terlalu picky dalam urusan makanan saat hamil.

Selain itu, dikatakan dr.Damayanti Rusli S, Sp.A(K), Ph.D, "Ketika memberi makanan ke anak, kita cicip juga, enak atau enggak. Kita rasakan dulu sebelum kasih ke anak, dengan begitu kita bisa menilai sendiri kenapa anak susah makan."

Bunda, simak juga cara membuat anak mau makan tanpa main gadget, dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi