HaiBunda

PARENTING

Waspadai Penyakit Misterius pada Anak Terkait COVID-19, Apa Gejalanya?

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 18 May 2020 06:00 WIB
Waspadai Penyakit Misterius pada Anak Terkait COVID-19, Apa Gejalanya?/ Foto: iStock
Jakarta -

Badan Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan kewaspadaan terkait virus Corona atau COVID-19 pada anak-anak. Pasalnya, ditemukan penyakit radang misterius yang mungkin terkait dengan virus ini, Bun.

Dalam laporannya, WHO berhipotesis bahwa sindrom ini bisa menyebabkan demam tinggi dan pembengkakan di pembuluh darah. Dipaparkan di laman WHO, pejabat kesehatan dunia mendengar bahwa kasus penyakit peradangan yang mirip penyakit Kawasaki muncul di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat dan Italia.

"Kita membutuhkan lebih banyak informasi yang dikumpulkan dengan cara yang sistematis karena dalam laporan awal, kami mendapatkan deskripsi seperti apa virus ini, dan itu tidak selalu sama," kata Dr. Maria Van Kerkhove, kepala unit penyakit dan zoonosis WHO, dikutip dari CNBC, Minggu (17/5/2020).


Menurut Kerkhove, pada beberapa anak, ada yang dinyatakan positif COVID-19 dan anak-anak yang lain tidak. Jadi, mereka belum mengetahui kaitannya dengan COVID-19.

Sedangkan, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta seluruh tenaga medis di dunia lebih waspada dan mengerti tentang sindrom ini. WHO sendiri sudah mengembangkan definisi kasus awal untuk Project Management Information System (PMIS).

Corona pada anak/ Foto: iStock

Pada awal pandemi Corona, para peneliti dan pakar penyakit menular mengatakan, virus ini muncul saat menginfeksi orang tua dan mereka yang punya kondisi kesehatan buruk. Sejak itu, para peneliti belajar lebih banyak tentang virus, termasuk bahwa anak-anak bisa tertular dan meninggal dunia tanpa gejala yang buruk.

Sebagian anak melaporkan gejala pernapasan ringan, seperti demam, batuk kering, dan kelelahan. Namun, beberapa anak bisa sakit parah.

Para pejabat kesehatan berjuang untuk menemukan lebih banyak informasi tentang penyakit misterius itu. Hal yang sama juga disampaikan direktur eksekutif program kedaruratan WHO, Dr. Mike Ryan.

"Ini adalah penyakit baru. Ketika penyakit baru melintasi jenis penghalang, maka seringkali tidak memiliki yang disebut organ target utama," ujar Ryan.

Ada laporan tentang sindrom pernapasan, kardiovaskuler, dan neurologis akibat infeksi COVID-19, karena virus dapat menyerang berbagai organ. Virus itu sendiri bisa menyebabkan kerusakan dan kadang-kadang respon imun itu sendiri yang menyebabkan kerusakan.

"Masih banyak yang harus dipelajari dan ditemukan pada 'apa yang menyebabkan apa' untuk mengembangkan tindakan pencegahan, dan terapi yang mengurangi dampak penyakit ini pada anak-anak," kata Ryan.

 Bunda, simak juga fakta dan data seputar Corona, di video berikut:

(ank/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Masuk Singapura Bakal Lebih Susah di 2026, Ini Pemicu Utamanya

Mom's Life Natasha Ardiah

3 Pola Makan Sederhana Ini Bisa Turunkan Risiko Gagal Jantung

Mom's Life Arina Yulistara

Viral GERD Ternyata Nggak Bikin Sakit Jantung, Ini Penjelasan Dokter Spesialisnya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Studi Terbesar Ungkap Fakta Keamanan Parasetamol untuk Ibu Hamil

Kehamilan Annisa Karnesyia

7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Daya Ingat Melemah

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Tanda Perubahan Kulit yang Bisa Jadi Gejala Diabetes

Masuk Singapura Bakal Lebih Susah di 2026, Ini Pemicu Utamanya

3 Pola Makan Sederhana Ini Bisa Turunkan Risiko Gagal Jantung

Studi Terbesar Ungkap Fakta Keamanan Parasetamol untuk Ibu Hamil

5 Kalimat yang Dipakai Miliuner untuk Bikin Anak Tertarik Menabung & Memikirkan Masa Depan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK