PARENTING
4 Jenis Terapi dan Metode yang Bisa Membantu Anak Disleksia
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Senin, 08 Jun 2020 17:31 WIBDisleksia bisa dikenali sejak usia dini, Bunda. Kondisi ini merupakan salah satu gangguan belajar yang membuat anak kesulitan membaca.
Mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kata disleksia berasal dari kata Yunani dyslexia, yaitu 'dys' berarti kesukaran dan 'lexis' yang artinya berbahasa. Jika disusun, maka disleksia berarti kesukaran dalam berbahasa.
Baca Juga : 9 Kelebihan Anak Disleksia yang Jarang Diketahui |
Namun pada kenyataannya, kesulitan yang terjadi bukan hanya berbahasa, tetapi juga melibatkan domain kemampuan berbahasa lain, seperti kemampuan membaca, menulis, dan bahasa sosial. Kondisi ini didasari kelainan neurobiologis, di mana anak memiliki perbedaan dalam memproses informasi bahasa, seperti:
- Bagaimana mengambil informasi (input).
- Bagaimana memahami informasi tersebut, mengingat, dan mengaturnya dalam pikiran (cognitive processing), sehingga menghasilkan tanggapan (response).
- Bagaimana anak menyampaikan tanggapan tersebut (output).
Dr. Matthew Cruger, Direktur Learning and Development Center di Child Mind Institute menyarankan orang tua untuk menunggu sampai anak usia 6 tahun jika mencurigainya mengalami disleksia. Sampai usia itu, Bunda bisa mengajarkan mereka membaca dari pendidikan sekolah dini sebelum melihat hasilnya untuk evaluasi lanjutan.
"Anak dengan kondisi disleksia bukan berarti dibiarkan dan tidak diajarkan membaca. Di luar sana, banyak program yang bisa membantu melatih kemampuan anak," kata Cruger, dilansir Child Mild.
Disleksia biasanya bisa didiagnosis di usia anak sekolah. Pada beberapa kasus tidak bisa terlihat sampai anak dewasa, yaitu saat mereka diharapkan bisa membaca dan memahami materi yang lebih panjang dan kompleks.
Kondisi ini dapat didiagnosis melalui evaluasi komprehensif oleh spesialis membaca atau psikolog, baik di sekolah atau masyarakat. Dokter anak sering mengetahui tanda-tanda disleksia.
"Keterlambatan dalam mengidentifikasi pada anak-anak dapat menciptakan masalah membaca yang lebih besar dan penurunan kepercayaan diri. Jadi, penting untuk mengenali gejala sejak dini di sekolah dasar," ujar asisten Direktur Penelitian dan Evaluasi di Center for Health Delivery Innovation, Cynthia M. Zettler-Greeley, Ph.D.
Disleksia dapat ditangani dengan beberapa metode dan terapi, Bunda. Berikut empat caranya, dikutip dari berbagai sumber:
1. Terapi wicara
Terapi wicara (speech therapy) pada anak disleksia disesuaikan pada area yang dianggap bermasalah. Terapis anak akan membantu mengajari kesadaran fonologis, yang mengacu pada kesadaran tentang struktur kata-kata yang tepat.
Anak akan belajar mengidentifikasi dan menggunakan unit suara individual, seperti suku kata. Setelah dia menguasainya, ini akan membantu dalam pemahaman membaca. Terapis juga akan bekerja dengan anak dalam membangun kosa kata dan membacanya dengan keras.
2. Terapi multisensori
Teknik multisensori sering digunakan untuk anak-anak yang menginginkan teknik belajar berbeda. Studi dari National Institute of Child Health and Human development (Amerika Serikat) menunjukkan, metode multisensori adalah metode pengajaran yang paling efektif untuk anak-anak dengan kesulitan belajar membaca.
Dengan metode ini, anak akan belajar melalui lebih dari satu indera. Sebagian besar dilakukan dengan menggunakan penglihatan, pendengaran, kinetik, dan sentuhan (visual, auditory, kinesthetic, and tactile).
Beberapa contoh terapi multisensori visual, misalnya menggunakan warna atau gambar dalam mengatur informasi atau anak menciptakan gambar, teks, dan video. Sedangkan multisensori pendengaran berupa belajar bahasa dari bernyanyi, membaca buku audio dengan bantuan teman, atau membaca teks yang sudah ada.
Teknik yang melibatkan penggunaan indera sentuhan, meliputi bermain dengan benda berstruktur atau benda pemodelan yang mewakili nilai dan angka untuk mengajarkan keterampilan matematika. Kemudian untuk metode kinetik, Bunda bisa libatkan motorik halus dan kasar dengan aktivitas bermain sambil berhitung.
3. Program membaca
Ada banyak program membaca yang dapat membantu anak disleksia, Bunda. Beberapa di antaranya Metode Wilson, Pendekatan Orton-Gillingham dan Preventing Academic Failure (PAF).
Namun, Cruger mengatakan bahwa yang terpenting dalam program ini adalah anak nyaman membaca. Sebab, tak semua anak menyukainya.
"Jika anak membenci pengalaman membaca, itu tidak akan membantu," kata Cruger.
Sebagai gantinya, Cruger menekankan bahwa salah satu cara terpenting untuk membantu anak-anak dengan disleksia adalah membuat mereka lebih nyaman membaca. Ini dapat dilakukan dengan merayakan kemenangan dan prestasi anak, sambil sedikit fokus untuk memperbaiki kesalahan mereka.
4. Yoga
Latihan yoga dikatakan memiliki banyak manfaat bagi anak disleksia. Meski hanya sedikit penelitian langsung mengenai ini, banyak penelitian yang menyoroti manfaatnya untuk aspek-aspek tertentu dari kondisi disleksia, Bunda.
Dalam Indian Journal of Physiology and Pharmacology, ditemukan bahwa terjadi perbaikan dalam memori verbal dan spasial pada anak-anak setelah melakukan serangkaian kelas yoga. Sementara itu, dalam laporan psikologi ditemukan bahwa pernapasan yoga melalui lubang hidung meningkatkan skor memori spasial pada anak-anak.
Dyspraxia Foundation merekomendasikan untuk mencoba melakukan beberapa jenis latihan relaksasi setiap hari seperti yoga atau Teknik Alexander. Yoga tampaknya meningkatkan kemajuan otak kecil untuk anak-anak dengan disleksia dan dyspraxia, dan ADHD.
Baca Juga : Kenali Gejala Disleksia pada Anak-anak |
Simak juga langkah mudah agar anak suka belajar di rumah, di video berikut:
(ank/jue)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kenali 5 Gejala Awal Disleksia pada Anak Balita dan Usia Sekolah
6 Tanda Waspada Anak Disleksia di Usia Prasekolah dan SD
Tanda dan Gejala Anak Disleksia, Jika Dibiarkan Bisa Jadi Masalah Serius
Kenali Gejala Disleksia pada Anak-anak
TERPOPULER
Batas Toleransi Makanan Kedaluwarsa, Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Terlanjur Dikonsumsi?
Bukan Bunga, Tomat Mini di Meja Makan Jadi Tren Tanaman Rumah 2026
11 Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Gaya Berpakaian Menurut Psikologi
Bunda yang Rajin Olahraga Sebelum & saat Hamil Cenderung Lahirkan Bayi dengan Perkembangan Lebih Pesat
Ikut Tren Unggah Foto 90-an, Sophia Latjuba Dipuji Berwajah seperti 'Vampir'
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Obat Lambung untuk Ibu Hamil yang Aman Tersedia di Apotek
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sikat Gigi Anak 1 Tahun ke Atas, Bisa Jadi Pilihan Bunda
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Kering, Bikin Wajah Tetap Lembap
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
11 Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Gaya Berpakaian Menurut Psikologi
Bukan Bunga, Tomat Mini di Meja Makan Jadi Tren Tanaman Rumah 2026
Bunda yang Rajin Olahraga Sebelum & saat Hamil Cenderung Lahirkan Bayi dengan Perkembangan Lebih Pesat
5 Tips Mempersiapkan Anak Kembali Sekolah Setelah Libur Lebaran
Batas Toleransi Makanan Kedaluwarsa, Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Terlanjur Dikonsumsi?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Tips yang Diperhatikan Saat Pertama Kali Beli Perhiasan Emas
-
Beautynesia
Sering Alami Brain Fog Kerjaan Jadi Kurang Maksimal, Ini 5 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Otak
-
Female Daily
5 Vitamin untuk Jaga Daya Tahan Tubuh agar Nggak Sakit setelah Mudik!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Cara Pakai Lipstik Agar 10 Kali Lebih Tahan Lama Menurut Makeup Artist
-
Mommies Daily
Disney Adventure Berlayar di Singapura! Ini Fasilitas, Kegiatan, dan Daftar Harga Kamar