sign up SIGN UP search


parenting

9 Hal Penting yang Harus Diperhatikan dalam Pemberian MPASI

Annisa Karnesyia Rabu, 15 Jul 2020 17:51 WIB
Young attractive mother feeding her cute baby son, giving him his first solid food, healthy vegetable pure from carrot with a plastic spoon sitting in a white sunny kitchen at a window caption
Jakarta -

Pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) bisa dimulai saat bayi sudah siap. Umumnya diberikan sejak bayi berusia 6 bulan, Bunda.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), transisi dari pemberian ASI eksklusif jadi MPASI biasanya saat bayi memasuki 6 bulan hingga 18 - 24 bulan. Selama periode ini, kita harus cermat memilih menu MPASI, sebab ini merupakan periode yang sangat rentan.

"Ini adalah masa ketika malnutrisi terjadi pada banyak bayi. Kondisi ini berkontribusi signifikan terhadap tingginya gizi buruk pada anak di bawah lima tahun di seluruh dunia," tulis WHO dalam laman resminya.


Saat memberi MPASI, Bunda harus perhatikan komposisi dan teknik pemberiannya ya. Dilansir laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut 9 hal yang harus diperhatikan tersebut:

1. Protein nabati dan hewani diberikan sejak usia 6 bulan.

2. Telur, daging, dan ikan diberikan dalam keadaan benar-benar matang.

3. Pemberian jus buah tidak disarankan untuk anak berusia di bawah 1 tahun.

4. Madu dapat diberikan setelah anak berusia 1 tahun.

5. Pisahkan talenan yang digunakan untuk memotong bahan mentah dan bahan matang.

6. Hindari pemberian makanan dengan kadar lemak tinggi, mengandung pemanis, dan penyedap rasa tambahan.

7. Bunda boleh menggunakan minyak, mentega, atau santan sebagai penambah kalori.

8. Perhatikan kebersihan tangan, peralatan masak, dan makan dalam mempersiapkan MPASI.

9. Pastikan kebersihan tangan anak sebelum memulai makan.

Simak juga manfaat sarapan pagi bagi anak, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/kuy)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi