PARENTING
7 Aturan Membuat MPASI yang Tepat, Bunda Perlu Tahu
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Rabu, 22 Jul 2020 05:40 WIBPemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) bisa dikenalkan saat bayi siap ya, Bunda. Cara membuat MPASI juga harus diperhatikan.
Meski begitu, pemberian MPASI jangan dijadikan sebagai makanan pengganti ASI ya. Menurut konsultan laktasi Melissa Kotlen, memasuki usia enam bulan, penambahan makanan bayi bisa diberikan secara perlahan sebagai pelengkap nutrisi selain menyusu.
"Pada tahap ini, makanan baru ini bahkan disebut makanan pendamping," kata Kotlen, dikutip dari Very Well Family.
Secara umum, antara usia 6 dan 9 bulan, makanan padat lebih seperti makanan ringan. Itulah pentingnya memperhatikan asupan MPASI yang dikonsumsi si kecil.
"Mulailah kenalkan MPASI secara bertahap. Beberapa bayi, pada awalnya mungkin menolak dan mengalami kesulitan makan," ujar Kotlen.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sekitar usia 6 bulan, kebutuhan bayi akan energi dan nutrisi mulai melebihi apa yang disediakan oleh ASI. Nah, MPASI di usia ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Jika makanan pendamping tidak diperkenalkan sekitar usia 6 bulan, atau jika diberikan secara tidak tepat, pertumbuhan bayi bisa terganggu.
Transisi dari pemberian ASI eksklusif jadi MPASI biasanya saat bayi memasuki 6 bulan hingga 18-24 bulan. Selama periode ini, kita harus cermat memilih menu MPASI, sebab ini merupakan periode yang sangat rentan.
"Ini adalah masa ketika malnutrisi terjadi pada banyak bayi. Kondisi ini berkontribusi signifikan terhadap tingginya gizi buruk pada anak di bawah lima tahun di seluruh dunia," tulis WHO dalam laman resminya.
Lalu bagaimana cara membuat MPASI yang tepat? Mengutip beberapa sumber, berikut 7 aturan dan caranya:
1. Perhatikan kebersihan sebelum menyiapkan MPASI
Praktikkan keamanan makanan dengan memerhatikan kebersihan diri dan anak dengan baik terutama sebelum menyiapkan MPASI yang aman dan sehat. Kebersihan juga membantu mencegah penyakit anak, terutama diare.
Selain itu, jaga kebersihan bahan makanan sebelum diolah. Cuci di bawah air mengalir, bukan di dalam baskom atau merendamnya di air agar nutrisi tetap terjaga dengan baik.
2. Gunakan air bersih dan matang
Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals, dr. Muliaman Mansyur, paling penting dalam membuat MPASI adalah penggunaan sumber air bersih. Terutama saat mencampurnya ke dalam menu makan anak.
"Air yang dicampurkan ke dalam MPASI juga harus benar diperhatikan seperti harus sudah masak, kualitasnya terutama kebersihan, steril dari bakteri jahat, virus, parasit, jamur, dan juga dari partikel-partikel dan mineral yang tidak perlu atau berlebih," kata Muliaman, beberapa waktu lalu.
3. Hindari menghaluskan dengan blender
Menghaluskan bahan MPASI dengan blender ternyata enggak disarankan, Bunda. dr. Wiyarni Pambudi SpA, IBCLC, dari Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) mengatakan, makanan yang dihaluskan dengan blender bisa mengurangi zat gizi, terutama vitamin.
Prinsip ini sama seperti berulang kali memanaskan sayur. Artinya, bisa berpengaruh tidak baik pada kandungan gizi.
"Menghaluskan makanan menggunakan blender kan bisa dihasilkan panas dari putaran pisaunya, itu menguraikan beberapa zat gizi terutama vitamin," kata wanita yang akrab disapa Wi ini.
Wi menyarankan untuk menghaluskan MPASI menggunakan cobek dan ulekan atau alu dan lumpang. Jika ada cobek yang tidak digunakan untuk keperluan lain seperti menghaluskan bumbu, bisa untuk menghaluskan MPASI. Namun, jika sering digunakan, kita bisa alasi cobek dengan plastik saat menghaluskan makanan.
4. Jangan masak terlalu lama
Memasak terlalu lama atau 'overcook' juga bisa bikin nutrisi MPASI hilang. Daripada merebus, lebih baik dimasak dengan cara dikukus.
Aturan untuk tidak memasak lama ini berlaku untuk semua jenis makanan, seperti sayur, ikan, atau telur.
Meski begitu, pastikan sayuran yang kita masak matang ya. Bahan makanan yang tidak matang mungkin masih mengandung bakteri Salmonella, penyebab masalah pencernaan pada anak.
5. Tidak menggunakan garam atau gula
Hindari penambahan gula dan garam pada menu MPASI si kecil. Bahan lain yang harus dihindari adalah cabai, merica, pala, penyedap rasa atau MSG.
Bunda bisa menambahkan ASi dalam menu MPASI. Sedangkan untuk puree sayur, bisa menggunakan tambahan air matang, kaldu ayam, kaldu daging, atau kaldu ikan.
Sebagai ganti gula dan garam, kita juga dapat menambahkan bumbu rempah, misalnya bawang putih, bawang merah, serta kemiri. Bumbu dapur ini bisa menambah rasa dan selera makan anak lho.
6. Perhatikan tekstur MPASI
Di setiap tahapan usia bayi, tekstur MPASI yang diberikan berbeda. Melansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada enam tekstur MPASI untuk dikenalkan di setiap tahapan usia, yaitu:
Usia 6-9 bulan
- Puree: Makanan yang dihaluskan menjadi bubur.
- Mashed: Makanan yang dilumatkan hingga halus.
Usia 9-12 bulan
- Minced: Makanan yang dicincang halus.
- Chopped: Makanan yang dicincang kasar.
- Finger foods: Makanan yang dapat dipegang oleh anak
Usia 12-23 bulan
- Makanan keluarga yang dihaluskan seperlunya.
7. Penggunaan bahan makanan
Dalam laman IDAI dijelaskan bahwa orang tua bisa menggunakan bahan makanan tertentu sesuai usia anak. Beberapa di antaranya adalah:
- Protein nabati dan hewani diberikan sejak usia 6 bulan.
- Madu dapat diberikan setelah bayi berusia 1 tahun.
- Pemberian jus buah tidak disarankan untuk anak berusia di bawah 1 tahun.
Semoga bermanfaat ya, Bunda.
Simak juga menu MPASI dari ikan selain salmon, di video berikut:
(ank/jue)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bolehkah Anak Mulai MPASI Sebelum Usia 6 Bulan? Ini Kata Dokter
10 Rekomendasi Akun Instagram yang Suka Share Resep hingga Edukasi MPASI
6 Tips Membuat MPASI 6 Bulan: Makanan Harus Bergizi & yang Penting Sabar, Bun
MPASI Bayi 6 Bulan, Ketahui Tekstur hingga Strategi Pemberian yang Tepat
TERPOPULER
Wajah Sempat Ditutupi, Ini 5 Potret Cantiknya Brielle Anak Julie Estelle
7 Shio yang Akan Kaya Berdompet Tebal di 2026
Kenali Foreplay yang Tepat dalam Berhubungan Intim Suami Istri agar Berkualitas
Kepribadian Golongan Darah A, Si Bijaksana dan Perfeksionis
Potret Terbaru Tia Septiana Putri Mandra, Akui Punya Privilege Jadi Anak Komedian
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Kepribadian Golongan Darah A, Si Bijaksana dan Perfeksionis
Wajah Sempat Ditutupi, Ini 5 Potret Cantiknya Brielle Anak Julie Estelle
7 Shio yang Akan Kaya Berdompet Tebal di 2026
Kenali Foreplay yang Tepat dalam Berhubungan Intim Suami Istri agar Berkualitas
Potret Terbaru Tia Septiana Putri Mandra, Akui Punya Privilege Jadi Anak Komedian
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
12 Ide Jualan Camilan dari Tepung Hunkwe, Laris dan Mudah Dibuat
-
Beautynesia
5 Arti Mimpi tentang Menikah Menurut Analis Mimpi, Apakah Pertanda Baik?
-
Female Daily
Makeup Trend 2026: Saatnya Eye Makeup Jadi Statement!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Foto: Penghormatan Bagi Giorgio Armani di Pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026
-
Mommies Daily
8 Lokasi Seks yang Memicu Adrenalin, Berani Coba?