PARENTING
3 Dampak Buruk Tak Menjaga Kesehatan Mental Anak
Yuni Ayu Amida | HaiBunda
Kamis, 23 Jul 2020 20:17 WIBSetiap orang tua pastinya ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara fisik maupun mental. Ini artinya kesehatan mental anak penting diperhatikan, Bunda, karena jika tidak akan ada dampak negatifnya lho.
Psikolog Anak dari Ikatan Psikolog Klinis Indonesia, Annelia Sani Sari menjelaskan, anak dikatakan sehat secara mental bila dia punya kapasitas untuk memulai dan mempertahankan relasi pribadi yang menyenangkan, jadi dia bisa memiliki hubungan dengan orang dewasa maupun teman seusianya dengan baik.
"Lalu perkembangan psikomotornya sesuai dengan tahapan usia, memiliki kemampuan untuk bermain dan belajar yang sesuai usia dan kecerdasannya, serta memiliki pemahaman moral tentang benar salah, baik dan buruk," tutur Annelia, dalam acara diskusi virtual Gangguan Mental pada Anak, Musuh yang Tak Terlihat melalui Zoom, Kamis (23/7/2020).
Selain itu, kata Annelia ciri lainnya anak sehat mental yakni mampu menikmati dan memanfaatkan waktu luang, memiliki kemampuan empati dan mengenali emosi yang dirasakan orang lain. Serta perkembangan emosi, intelektual, dan spiritualnya selaras dan mampu belajar dari kegagalan.
Lebih lanjut, Annelia mengatakan bahwa kesehatan mental anak penting dijaga, sebab anak yang memiliki kesehatan mental baik akan punya karakter positif. Dia akan dapat beradaptasi dengan berbagai keadaan, dengan tantangan kehidupan yang macam-macam.
"Kemampuan adaptasi adalah hal penting, sekarang saja di periode pandemi ini, kita sedang menghadapi adaptasi kebiasaan baru, jadi kalau anak-anak kita tidak bisa adaptasi, gimana kedepannya?" ucap Annelia.
Annelia kemudian memaparkan dampak buruk jika kita tidak menjaga kesehatan mental anak, di antaranya,
1. Rentan terhadap gangguan perilaku dan psikologis yang lebih serius dan berat
Jika masalah kesehatan mental terjadi pada masa kanak-kanak, biasanya anak akan memiliki prognosis yang lebih buruk. Prognosis adalah prediksi perbaikan dan kesembuhan. Jadi, jika tidak teratasi pada masa anak dan gangguan berlanjut sampai dewasa, maka kemungkinan untuk perbaikan dan kesembuhan lebih kecil.
"Hal ini karena perkembangan perjalanan gangguannya makin lama makin berat, makin dewasa makin berat bila tidak diatasi di masa kanak," ujar Annelia.
2. Muncul stigma buruk
Gangguan psikologi pada masa kanak-kanak bisa memunculkan stigma buruk di mata masyarakat atau lingkungan sekitar anak, Bunda. Terutama jika orang-orang sekitar tidak diedukasi dengan baik terkait hal ini.
"Anak-anak aja udah ada gangguan kesehatan mental, gimana dewasanya? Mau jadi apa masa depannya?" tuturnya.
3. Masalah dengan kesehatan dan pendidikan
Anak yang mengalami gangguan psikologis pada masa kanak terhambat untuk mendapat akses layanan kesehatan dan pendidikan. Tidak banyak sekolah yang mau menerima anak-anak yang mendapat diagnosis atau label mengalami gangguan kesehatan mental.
Selain itu mereka juga biasanya mengalami keterlambatan perkembangan dan pencapaian hasil belajar yang tidak baik.
"Yang lebih mengkhawatirkan, dia sulit mencapai kualitas hidup yang baik dan produktif terutama di masa dewasa muda dan dewasa selanjutnya," ucap Annelia.
Simak juga ragam stimulasi anak dalam video ini:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Pubertas Dini Berpengaruh pada Kesehatan Mental Anak, Ini yang Perlu Dilakukan
7 Kondisi dan Sikap Orang Tua yang Bisa Merusak Mental Anak
6 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Mental Anak di Tengah Pandemi
7 Kesalahan Orang Tua yang Dapat Merusak Mental Anak
TERPOPULER
5 Ciri Kurma Israel, Daftar Merek yang Diharamkan & Cara Mengeceknya
7 Hal yang Perlu Bunda Siapkan untuk Menyambut Ramadhan dengan Hati Tenang
Cerita Persalinan Keempat Nina Zatulini, Kontraksi Tengah Malam & Langsung Pembukaan 9
Ternyata Kesehatan saat Dewasa Bisa Terlihat Sejak dalam Kandungan
Peran Saudara Kandung dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus
REKOMENDASI PRODUK
10 Keju untuk MPASI Bayi yang Enak & Aman untuk Tambahan Lemak, Pilih yang Paling Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
16 Pelumas yang Aman & Bagus untuk Berhubungan Intim
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Merek Lulur untuk Ibu Hamil yang Aman & Bagus
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Alat Penyedot Ingus Bayi yang Aman Digunakan
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Yogurt Rendah Gula Tanpa Tambahan Perasa, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil
KinanTERBARU DARI HAIBUNDA
10 Keju untuk MPASI Bayi yang Enak & Aman untuk Tambahan Lemak, Pilih yang Paling Bagus Bun!
Cerita Persalinan Keempat Nina Zatulini, Kontraksi Tengah Malam & Langsung Pembukaan 9
Peran Saudara Kandung dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus
7 Hal yang Perlu Bunda Siapkan untuk Menyambut Ramadhan dengan Hati Tenang
5 Ciri Kurma Israel, Daftar Merek yang Diharamkan & Cara Mengeceknya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Ikut Tren Bebot Makeup, 7 Potret Transformasi Jennifer Coppen Jadi Baddie Filipina
-
Beautynesia
7 Perawatan Kulit DIY yang Sebaiknya Tidak Dicoba di Rumah
-
Female Daily
ParagonCorp Wardah Hadir dalam Pertemuan Perempuan Muslim Dunia ‘Jadal Women’s Research Dialogue’ di Qatar!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Ramalan Zodiak Cinta 15 Februari: Scorpio Abaikan Gosip, Virgo Perbaiki Diri
-
Mommies Daily
Rekomendasi Skincare untuk Kulit Kering di Bulan Puasa