sign up SIGN UP search


parenting

Penyebab Diare pada Anak, Ini 5 Obat Alami untuk Mengatasinya Bunda

Annisa Afani Selasa, 04 Aug 2020 05:40 WIB
Ilustrasi anak sakit perut caption
Jakarta -

Mencret atau diare adalah cara tubuh membersihkan diri dari kuman, dan sebagian besarnya berlangsung dalam beberapa hari hingga semingguan, Bunda. Selain jadi sering buang air besar, diare juga dapat diikuti dengan gejala seperti demam, mual, muntah, kram, dan dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh.

Untuk mengobatinya, hal yang paling utama dilakukan ialah dengan mengetahui gejalanya, Bunda. Sehingga langkah yang diambil pun tepat.

"Aspek paling penting dalam mengobati diare adalah mengetahui tanda-tanda dehidrasi dan mengambil langkah-langkah untuk rehidrasi anak," kata Benjamin Ortiz, MD, seorang dokter anak di Kantor Pediatric Therapeutics dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, dikutip dari laman fda.gov.


Tanda-tanda awal dehidrasi pada anak

Anak-anak yang mengalami dehidrasi menunjukkan tanda-tanda, seperti:

1. Detak jantung lebih cepat dari biasanya
2. Bibir, mulut, dan lidah kering
3. Tidak keluar air mata saat menangis
4. Popok basah selama 3 jam atau lebih

Adapun penyebab diare pada anak, dikutip dari WebMd,secara umum dapat terjadi karena virus, Bunda. Namun di luar itu, infeksi dari bakteri salmonella dan parasit seperti giardia juga bisa menjadi penyebabnya. Penyebab lainnya adalah keracunan makanan, penyakit iritasi usus, penyakit Chron, kolitis ulserativa, alergi makanan dan penyakit salika. 

Seiring dengan terjadinya diare, gejala infeksi gastroenteritis atau infeksi usus akan mulai terasa seperti muntah, sakit perut, sakit kepala hingga demam. Hal penting yang perlu dilakukan, yakni mencegah terjadinya dehidrasi. Diare ringan biasanya tidak menyebabkan kehilangan cairan yang signifikan, namun jika sudah pada tahap sedang atau berat bisa menyebabkan kejang, kerusakan otak, bahkan kematian.

Cara Alami Mengatasi Diare pada Anak

Memberi ASI

Untuk mengatasinya, jika bayi masih menyusu ASI atau susu formula, teruslah untuk memberikan ASI  karena mengandung antibodi tinggi sehingga bisa membantu mempercepat pemulihan dan tetap terhidrasi. Jika tak menyusu, berikan susu formula lebih banyak supaya bayi tak dehidrasi. Untuk anak yang sedikit lebih besar, Bunda bisa memberikannya air kelapa.

"Bayi harus terus diberi ASI atau susu formula yang biasa. Jika kondisi berlanjut atau sering terjadi, perubahan dalam diet dan perawatan dengan solusi rehidrasi oral mungkin diperlukan," kata Ortiz.

Air kelapa

Bayi dengan usia di atas 6 bulan bisa diberikan air kelapa saat diare. Air kelapa bisa menjadi elektrolit alami karena kaya kalium dan natrium yang dapat mengembalikan cairan tubuh yang hilang.

Bunda, hindari menggunakan obat rumahan seperti susu rebus atau air beras, ya. Selain itu, anak juga tidak dianjurkan untuk mengonsumsi minuman elektrolit olahraga karena di dalamnya mengandung gula tambahan.

Minuman elektrolit dengan gula tambahan berguna bagi untuk bantu atlet selama aktivitas fisik yang kuat, tetapi itu bukan cairan pengganti untuk dehidrasi yang tepat. Makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi, seperti jus, kue, dan soda dapat memicu kondisi ini.

Caucasian toddler girl is drinking milk in living room.ilustrasi anak minum susu agar terhidrasi/ Foto: iStock

Pisang

Pisang yang dihaluskan dihaluskan bisa diberikan kepada bayi yang sudah mengonsumsi makanan padat saat mengalami diare. Pisang akan mengembalikan energi karena mengandung zat besi, kalium, kalsium, seng, magnesium, serta vitamin A dan B6.

Makanan mengandung pati

Menurut Summit Medical Group, konsumsi lebih banyak makanan yang mengandung pati karena mudah dicerna selama diare. Contohnya sereal, roti, kerupuk, nasi, kentang tumbuk, dan pasta.

Jahe

Penelitian menunjukkan bahwa jahe memiliki kemampuan melawan listeria dan E.coli dengan cara memperlambat pertumbuhan bakteri. Selain itu, jahe juga punya afek antidiare yang diakibatkan E.coli. 

Sementara itu, makanan yang sebaiknya dihindari adalah kacang-kacangan menjadi salah satu makanan yang sering memicu diare dan perut kembung. Selain itu, makanan ini juga susah dicerna.

Kapan harus menemui dokter?

Menurut Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal (NIDDK), anak-anak dengan salah satu dari gejala berikut harus segera dibawa untuk mengunjungi dokter:

Baca Juga : 10 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Supaya Bayi Tidak Mencret

1. Tanda-tanda dehidrasi seperti bibir kering, popok tidak basah, atau air kencing berwarna kuning gelap
2. Diare selama lebih dari 24 jam
3. Demam hingga 38 derajat celcius atau lebih tinggi
4. Feses berwarna hitam
5. Feses mengandung darah atau nanah, namun ini jarang terjadi

Bunda, simak juga jenis makan yang dapat menyebabkan dan meredakan diare dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!