HaiBunda

PARENTING

Tanpa Disadari, Ternyata Orang Tua yang Membuat Anak Kecanduan Gadget

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Minggu, 09 Aug 2020 14:29 WIB
Tanpa Disadari, Ternyata Orang Tua yang Membuat Anak Kecanduan Gadget/ Foto: iStock
Jakarta -

Tahukah Bunda bahwa Indonesia berada di peringkat lima dari daftar pengguna smartphone terbesar? Ya, dijelaskan Dr.dr.Suzy Yusna Dewi, SpKJ(K), Kepala Instalasi Anak dan Remaja RSJ Soeharto Heerdjan, Grogol, Jakarta Barat, menurut survei pengguna di Indonesia rata-rata mengecek ponselnya 150 kali dalam sehari.

"Jika diakumulasi dalam 1 minggu rata-rata orang bisa menggunakan smartphone lebih dari 1.050 kali," papar Suzy di Web Meeting KPAI Perlindungan Anak Dari Dampak Negatif Gadget, Jumat (7/8/2020).

Lalu, menurut survei Nielsen on Device Meter tahun 2014, pengguna smartphone didominasi oleh wanita yang cenderung menghabiskan waktu lebih banyak (140 menit/hari) untuk menggunakan smartphone dibandingkan pria (43 menit/hari). Kemudian 45 juta orang menggunakan internet, 9 juta di antaranya menggunakan smartphone dalam mengakses internet.


"Di era pandemi,tentu gadget menjadi alat yang sangat penting. Mungkin saat ini, anak bukan hanya satu memiliki gadget tapi mungkin beberapa. Bukan lagi pada anak SD sampai kuliah tapi juga pada anak TK," kata Suzy.

"Tadi disampaikan umur berapa kita memakai gadget? Kita sekarang enggak bisa bilang seperti itu, karena anak sekarang TK, playgroup karena mereka sudah melakukan pembelajaran dengan sistem daring," sambungnya.

Jadi jika anak-anak sudah ada yang menggunakan gadget, secara otomatis mereka menggunakan gadget dimulai dari dini, Bunda. Apalagi sekarang, gadget sebagai media edukasi.

ilustrasi orang tua dan anak main gadget/ Foto: thinkstock

Suzy mengatakan bahkan pemberian gadget itu ada yang dimulai sejak awal bahkan satu tahun. "Kalau ibu setiap hari memegang handphone otomatis anak itu melihat dan tertarik menggunakannya," katanya.

"Ini sebuah pembelajaran perilaku yang tak bisa dihindari dari kehidupan sehari-hari," ujar ketua PARKESWARI itu.

Lalu menurut Suzy, adanya tekanan pendidikan membuat mereka dekat dengan gadget. Di pandemi seperti ini menuntut mereka untuk belajar dengan keras. Apalagi dengan sekarang, semua dituntut untuk menyelesaikan dengan sistem pembelajaran jarak jauh.

Kecanduan gadget pada anak juga timbul karena adanya permasalah kepribadian, yang memungkin mereka menjadikan gadget sebagai teman. Kata Suzy, inilah yang menimbulkan stress free virtual reality.

"Akhirnya menimbulkan kecanduan atau adiksi, menimbulkan problem sosial dan menimbulkan permasalahan kognitif, daya pikir. Yang akhirnya menjadi permasalahan-permasalahan lain di bidang akademis, pekerjaan dan pendidikan," ungkapnya.

Untuk itu, orang tua disarankan untuk memberi batasan yang jelas pada anak-anak dan sebisa mungkin disiplin juga terhadap diri sendiri pada pemakaian gadget terutama ketika berinteraksi dengan anak.

Simak juga video soal cara tumbuhkan minat baca anak-anak di era pandemi:



(aci/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

Mom's Life Annisa Karnesyia

5 Kebiasaan Orang Kaya yang Membuatnya Hidup Semakin Sukses

Mom's Life Amira Salsabila

15 Cafe yang Dilengkapi Playground di Jakarta Lengkap dengan Estimasi Harga Menu

Parenting Nadhifa Fitrina

Anak Masih Susah Pegang Pensil dengan Benar? Ketahui Penyebab & Cara Mengatasinya

Parenting Kinan

Terlahir Tanpa Rahim, Bunda Ini Tak Menyerah & Kini Jalani Program IVF demi Punya Momongan

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Kebiasaan Orang Kaya yang Membuatnya Hidup Semakin Sukses

Sarapan Sehat Jadi Bekal Penting Anak untuk Lebih Fokus Belajar, Energen Ajak Orang Tua Biasakan Sejak Dini

Anak Masih Susah Pegang Pensil dengan Benar? Ketahui Penyebab & Cara Mengatasinya

Terlahir Tanpa Rahim, Bunda Ini Tak Menyerah & Kini Jalani Program IVF demi Punya Momongan

15 Cafe yang Dilengkapi Playground di Jakarta Lengkap dengan Estimasi Harga Menu

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK