sign up SIGN UP search


parenting

5 Tips Mengajari Anak Betah Pakai Masker dengan Cara Menyenangkan

Melly Febrida Kamis, 03 Sep 2020 12:45 WIB
Family with kids in face mask in shopping mall or airport. Mother and child wear facemask during coronavirus and flu outbreak. Virus and illness protection, hand sanitizer in public crowded place. caption
Jakarta -

Wabah COVID-19, membuat kita semua wajib memakai masker untuk memutus rantai penyebaran. Begitu pula saat kita beradaptasi di era new normal, harus memakai masker saat berinteraksi dengan orang di luar rumah.

Namun sayangnya, masih banyak anak-anak yang susah diminta memakai masker. Apalagi saat harus memakai masker dalam waktu lama. Rasanya anak-anak suka enggak betah memakai masker. Banyak keluhan dari anak-anak, bikin gatal atau terlalu kencang.

Ingat ya, Bunda, anak-anak tidak kebal dari COVID-19. Jumlah anak yang positif Corona juga bukan yang sedikit, mereka pun bisa sebagai carrier. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga pernah menyatakan bahwa anak sama berisikonya terkena Corona atau COVID-19. Tapi, tak ada yang tahu sampai kapan Corona berakhir sehingga tindakan pencegahan sangat penting dilakukan.


"Kita tidak tahu berapa lama harus menghadapi virus ini. Saya pikir anak-anak sangat penting memakai masker jika mereka berada di manapun, di sekitar anak-anak atau orang dewasa," kata Maribel Del Rio-Roberts, seorang profesor di Nova Southeastern University yang berfokus pada autisme dan cacat perkembangan dikutip dari Reading Eagle.

Untuk mengetahui cara agar anak mau pakai masker, para ahli di Nova Southeastern University dan Pusat Pengembangan Manusia Segal Tukang Pos NSU berbagi tip sehingga anak-anak mau memakai masker dalam jangka waktu yang lama:

Single mother and her small son with face masks looking through window while being in isolation at home. Focus is on boy.5 Tips membuat anak betah pakai masker/ Foto: Getty Images/skynesher

1. Biarkan anak-anak bertanya

Lorraine Breffni, direktur eksekutif Anak Usia Dini di Pusat Segal Tukang Pos Universitas Nova Southeastern University, mengatakan bahwa di semua usia anak-anak akan memiliki pertanyaan tentang masker wajah. Semakin muda mereka, semakin mendasar jawabannya.

"Orang tua harus mengatakan, itu untuk membantu mereka agar tidak membuat diri sendiri dan orang lain sakit," kata Breffni.

Untuk anak dengan gangguan spektrum autisme, ada alat pembelajaran yang tersedia online untuk memperkenalkan pemakaian topeng kepada anak-anak.

"Mulailah proses dengan anak sebelum mereka harus ke sekolah untuk jangka waktu yang lama," kata Del Rio-Roberts.

2. Beri waktu untuk transisi

Sebaiknya tidak mengajarkan memakai masker untuk waktu yang lama pada hari pertama sekolah, Bunda. Orang tua lebih baik melatih anak memakai masker di rumah dan menjadikannya sebagai kegiatan menyenangkan untuk anak-anak.

Untuk anak-anak di pendidikan khusus, Del Rio-Roberts menyarankan untuk mengekspos mereka secara perlahan selama 15 menit setiap kali dan meningkat dari sana.

Untuk lebih menyemangatinya, Bunda bisa memberikan camilan atau tambahan waktu bermain, meskipun anak tidak mencapai tujuan. "Mulailah lebih awal dan mulailah secara bertahap," kata Del Rio-Roberts.

3. Sesuaikan maskernya

Sekarang itu banyak model masker, tidak hanya untuk dewasa tapi ada juga untuk anak-anak. Orang dewasa harus fleksibel dan membiarkan anak-anak mencoba berbagau jenis masker yang mereka kenakan, apakah medis, kain, atau jenis lainnya.

Bunda juga bisa memilihkan masker dengan motif hewan atau karakter kartun yang disukainya.

4. Ubah menjadi rutinitas

Breffni mengatakan orang tua penting membuat anak-anak melihat memakai masker itu tugas sehari-hari, seperti halnya menyikat gigi. Kalau anak masih kesulitan menggunakan masker, jangan menghukumnya.

Untuk anak berkebutuhan khusus, Del Rio-Roberts mengatakan untuk mengalihkan perhatiannya. "Jika mereka mencoba meraihnya, gerakkan tangan mereka atau alihkan perhatian mereka ke tugas lain," kata Del Rio-Roberts.

5. Belajar dengan memberi contoh

Anak-anak mencontoh dari orang dewasa. Kalau orang dewasa mengeluh karena memakai masker setiap hari, anak-anak pasti memperhatikan dan menirunya.

"Jika kita menjadikannya praktik sehari-hari dan tidak memaksakan karena ketakutan kita sendiri, mereka dapat menerimanya secara tidak langsung," kata Breffni.

Sebenarnya, ada banyak tindakan pencegahan Corona selain menggunakan masker, dan orang dewasa harus menggunakan penguatan positif untuk mendorong kebersihan yang baik di semua aspek kehidupan mereka.

Menurut dr.Margareta Komalasari, Sp.A., pada masa adaptasi kebiasaan baru, orang tua perlu menerapkan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan pemerintah. Margareta juga meminta orang tua mengajak anak-anak tetap aktif bergerak.

"Di mana dengan kondisi pandemi ini anak harus bergerak, tumbuhnya harus diperhatikan dan tetap harus kita edukasi kesehatan yang benar dan baik untuk memberi perlindungan terhadap penyakit COVID-19," kata Margareta beberapa waktu lalu.

Bunda, simak juga yuk cara membuat masker sendiri tanpa perlu menjahitnya seperti dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi