sign up SIGN UP search


parenting

4 Cara Praktis Mengajarkan Anak Menghormati Perbedaan dengan Temannya

Melly Febrida Selasa, 15 Sep 2020 12:29 WIB
Group Of Children Playing Football With Friends In Park caption

Mengajarkan perbedaan  dan toleransi pada anak bisa dilakukan sejak dini. Melalui cara yang mudah dilakukan, Bunda bisa mulai memberitahu anak bahwa ada perbedaan kulit, ras, kebudayaan, agama, hingga postur tubuh.

Harapannya, agar si kecil bisa belajar menghormati anak-anak lain dengan banyaknya perbedaan. Tapi bagaimana caranya membuat anak menghormati perbedaan itu?

Studi hubungan ras oleh Channel NewsAsia dan Institut Studi Kebijakan menunjukkan bahwa faktanya dalam dunia yang saling terhubung anak-anak banyak terpapar perbedaan gender, warna kulit, makanan, adat istiadat, budaya, gaya hidup dan hal lain dalam perjalanan mereka menuju masa dewasa.

"Mereka harus menghormati perbedaan, hak asasi, dan keterbatasan anak-anak lain,"kata  Raksha Bharasia, dalam bukunya Roots and Wings 1.

Menurutnya, orang tua perlu membangun keterampilan sosial anak. Misalnya saja bekerja sama dengan temannya, membolehkan orang lain bicara tanpa menyela.


Untuk mengajarkan anak, Bharasia berbagi petunjuk praktis membuat anak belajar menghormati temannya:

1. Cegah anak memonopoli pembicaraan

Bharasia mengatakan, apabila anak suka memonopoli pembicaraan, cobalah memberikan peringatan positif. "Dengarkan kata-kata orang lain" dan minta anak bertanya kepada teman-temannya.

2. Ingatkan anak saat berbicara terlalu nyaring atau nada kasar

Peringatan positif yang bisa Bunda berikan, "Berlatihlah mengecilkan volume suaramu. Berbicaralah dengan lembut."

3. Ubah kebiasaan suka berkomentar negatif atau meremehkan

Bunda bisa memberikan peringatan positif seperti, "Jangan mengatakan apa-apa kalau tidak bisa memikirkan sesuatu yang positif untuk dikatakan. Pujilah orang lain ketika mereka berbuat baik."

4. Atur emosi anak ketika orang lain tidak mau berbuat sesuai keinginannya

Peringatan positif yang bisa Bunda katakan ke anak, "Dengarkanlah dan cobalah ide orang lain."

Nah, beberapa cara di atas bisa Bunda praktikkan. Namun Bharasia berpesan  agar semua petunjuk di atas juga harus dilakukan orang tua. "Kita harus melakukan apa yang kita ucapkan," tegas Bharasia.

Sebelumnya, psikolog anak Feka Angge Pramita berpesan orang tua untuk menjelaskan ke anak bahwa kita hidup di tengah masyarakat yang heterogen. Bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, dan sebagainya.

Anak kita harus sadar bahwa tidak ada 'norma' tentang bagaimana melihat seseorang. Dorong anak untuk berteman dengan latar belakang dan etnis berbeda. Bermain dan berkomunikasi dengan anak-anak lain akan membantunya menyadari bahwa mereka adalah anak-anak yang sama, terlepas dari warna kulit, agama, atau latar belakang budaya mereka.

"Anak-anak harus dikenalkan dengan perbedaan itu dan menanamkan sikap saling menghormati, menghargai, dan mencintai perbedaan yang ada. Jadi jangan langsung melarang anak untuk berteman dengan anak yang berbeda suku, agama, dan ras," kata Feka.

Bunda, simak juga yuk cerita Asri Welas yang sedih saat anaknya jadi korban bully, dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]




(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi