sign up SIGN UP search


parenting

Ciri-ciri Pubertas Anak Perempuan dan Laki-laki, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Kamis, 01 Oct 2020 15:39 WIB
Close up of pre-teen friends in a park smiling to camera caption
Jakarta -

Pubertas merupakan sebuah periode di mana anak perempuan dan laki-laki mengalami proses pematangan seksual dan mencapai kesuburan. Ada beberapa tahap dan ciri fisik anak telah mengalami pubertas.

Tak cuma fisik atau biologis yang mengalami perubahan, pubertas juga bisa berdampak pada perkembangan psikososial maupun emosional anak lho, Bunda. Pubertas pada anak perempuan lebih dahulu dibanding dengan anak laki-laki.

Kapan pubertas dimulai?

Dimulainya pubertas bervariasi pada tiap individu, Bunda. Pubertas biasanya dimulai pada anak berusia antara 8 hingga 13 tahun untuk perempuan, sedangkan pada anak laki-laki antara usia 9 hingga 14 tahun.


Apabila anak perempuan mengalami pubertas sebelum usia 8 tahun, dan laki-laki sebelum usia 9 tahun, ini dianggap sebagai pubertas dini. Sebaliknya, dianggap pubertas terlambat jika anak belum mulai pubertas pada usia 13 tahun untuk anak perempuan dan 14 tahun untuk anak laki-laki.

"Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pubertas terjadi pada usia yang semakin dini pada anak-anak," kata dokter anak Vincent Iannelli, MD, dikutip dari Very Well Family.

Adapun faktor yang bisa mempercepat pubertas pada anak, dikutip dari MedicineNet, seperti berat badan berlebih atau obesitas pada anak. Itu karena lemak dalam tubuh akan memproduksi hormon leptin sebagai mediator pubertas, Bunda.

Jadi, pada anak yang memiliki persentase lemak tubuh lebih tinggi, biasanya akan mengalami masa pubertas lebih awal daripada anak lainnya dengan tingkat leptin yang lebih rendah. Konsentrasi dalam darah diketahui meningkat sebelum pubertas pada anak perempuan dan laki-laki.

Selain itu, faktor genetik kemungkinan besar juga memengaruhi waktu pubertas. Anak yang ibunya cepat mengalami pubertas saat anak-anak, maka dia juga akan lebih cepat mengalami pubertas.

Ciri-ciri Pubertas pada Anak

Ada beberapa ciri anak perempuan dan laki-laki telah mengalami pubertas. Hal ini terlihat dari fisiknya, Bunda.

  • Pubertas anak perempuan

Tanda pertama pubertas pada anak perempuan adalah adanya perkembangan pada payudaranya, Bunda. Ini dimulai dengan pertumbuhan payudara atau pembentukan benjolan kecil serta nodul di bawah salah satu atau kedua puting.

Benjolan ini mungkin lunak dan mungkin ukurannya berbeda pada awalnya dan akan lebih berisi sekitar 2 tahun setelah pubertas. Ini biasanya juga menjadi awal dari percepatan pertumbuhan mereka.

Selanjutnya, dalam waktu sekitar enam bulan, beberapa anak perempuan akan mengalami pertumbuhan rambut pada kemaluan dan ketiaknya. Beberapa anak juga memiliki rambut pada bagian tubuh lainnya, seperti di atas bibir dan itu normal.

Selain itu, mengutip NHS, mereka anak mulai berkeringat lebih banyak, kadang muncul jerawat atau komedo pada wajah, dan mengalami keputihan. Menstruasi pertama pada anak perempuan biasanya terjadi sekitar dua tahun setelah pubertas dimulai.

Setelah menstruasi, mereka akan mengalami growth spurt atau percepatan pertumbuhan, di mana anak perempuan akan tumbuh 5-7,5 centimeter (cm) setiap tahun selama satu atau dua tahun ke depan, kemudian mencapai tinggi dewasa.

Kebanyakan anak perempuan beratnya bertambah karena bentuk tubuh berubah, di mana mereka akan mengembangkan lemak tubuh lebih banyak di lengan atas, paha dan punggung atas. Sementara pinggul akan tumbuh lebih bulat dan pinggang semakin ramping.

Setelah empat tahun masa pubertas, payudara mereka menjadi seperti orang dewasa, rambut kemaluan menyebar ke paha bagian dalam, dan alat kelamin berkembang sepenuhnya. Mereka pun berhenti tumbuh lebih tinggi.

  • Pubertas anak laki-laki

Anak laki-laki mengalami puncak growth spurt sekitar dua sampai tiga tahun lebih lambat daripada anak perempuan. Pertumbuhan ini biasanya dimulai dengan pembesaran ukuran anggota tubuh seperti tangan dan kaki, diikuti oleh pertumbuhan di lengan, tungkai, batang tubuh, dan dada.

Perubahan lain termasuk suara yang semakin berat, adanya peningkatan massa otot, kemampuan untuk ereksi dan ejakulasi seperti mimpi basah. Anak laki-laki yang puber juga akan mencapai masa pertambahan ukuran penis dan testis serta rambut di kemaluannya.

Perkembangan ini diikuti dengan pertumbuhan bulu dada dan wajah. Bahkan, payudara mereka bisa sedikit membengkak untuk sementara dan itu normal. Selama periode tiga sampai empat tahun ini, kebanyakan anak laki-laki akan bertambah tinggi 33-35 cm dan berat 18 kilogram (kg), alat kelamin terlihat seperti orang dewasa, rambut kemaluan menyebar ke paha bagian dalam, dan berhenti bertambah tinggi sekitar usia 16 tahun.

"Mereka juga mulai mengalami keringat ketiak dan bau badan serta jerawat," ujar Iannelli.

Perubahan mood saat pubertas

Pubertas bisa menjadi masa yang sulit bagi anak-anak, Bunda. Karena selain mengalami perubahan fisik, anak juga akan menghadapi masalah pada psikologi dan emosinya, di antaranya:

1. Mengalami perubahan suasana hati yang tidak dapat dijelaskan
2. Tingkat percaya diri yang rendah
3. Agresi atau perasaan marah
4. Depresi

Perubahan ini dapat terjadi karena anak merasa tak percaya diri dengan perubahan fisik yang dialami. Di sisi lain, tidak semua perubahan emosional saat pubertas berkaitan dengan pikiran negatif atau perasaan kesal.

Pubertas juga merupakan masa di mana anak muda belajar tentang minat dan tujuannya sendiri dan belajar berhubungan dengan orang lain dengan cara yang lebih dewasa. Meskipun beberapa perubahan emosional adalah bagian normal dari pubertas, penting bagi orang tua untuk memahami dan mencari bantuan medis jika perubahan emosional ini sangat parah, memengaruhi aktivitas sehari-hari, atau menimbulkan pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.

Bunda, simak juga cara mendidik anak agar tak jadi korban bully dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi