HaiBunda

PARENTING

Penyebab Bayi Sering Cegukan dan Cara Meredakannya

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Jumat, 09 Oct 2020 14:17 WIB
Penyebab Bayi Sering Cegukan dan Cara Meredakannya/ Foto: iStock
Jakarta -

Bunda sering melihat bayi cegukan dan bertanya-tanya apa penyebabnya? Cegukan terjadi saat diafragma, otot pernapasan di dasar dada, mengalami iritasi, dan kejang.

Nah, karena perut dan batang tubuh bayi masih kecil, tidak butuh banyak waktu untuk mengisi perutnya hingga penuh dan mendorongnya ke atas, ke dalam diafragma.

Menurut Peter Vishton, Ph.D., kepala peneliti di Pusat Penelitian Perkembangan Anak di College of William & Mary, di Williamsburg, bayi mungkin mencoba menelan pada saat yang sama dia menarik napas, dan itulah yang memicu cegukan, Bunda.


"Kemampuan menelan dan bernapas bayi belum sepenuhnya tersinkronisasi," kata Vishton dikutip dari Parents.

Bunda juga tidak perlu terlalu panik saat bayi cegukan. Peneliti University College London memantau 13 bayi baru lahir yang mengalami cegukan terus-menerus. Peneliti memasang elektroda pelacak gelombang otak ke kulit kepala dan sensor gerakan ke torso bayi.

Para peneliti menemukan bahwa setiap kali otot diafragma berkontraksi, menyebabkan cegukan, bayi memicu tiga gelombang otak besar di dalam korteks. Karena gelombang ketiga menyerupai gelombang yang dipicu oleh suara, para peneliti percaya sinyal ini memungkinkan otak bayi untuk menghubungkan suara "hik" cegukan dengan sensasi kontraksi otot diafragma mereka.

Ternyata, hubungan ini sangat penting, Bunda. Kenapa?

"Cegukan mengirimkan informasi sensorik ke otak yang digunakan bayi untuk 'belajar' tentang peta tubuh mereka sehingga nantinya mereka dapat mengontrol pernapasan mereka secara sukarela," kata ketua peneliti Lorenzo Fabrizi, Ph.D., dikutip dari Fatherly.

Dengan kata lain, gelombang otak ini mengajari bayi bagaimana tubuh mereka dibentuk, serta bagaimana pernapasan terasa, sehingga ketika bayi tumbuh lebih besar, mereka akan tahu bagaimana mengatur pernapasan mereka sendiri.

Menariknya, proses ini dimulai jauh sebelum bayi lahir, sejak sembilan minggu kehamilan, Bunda. "Janin cegukan banyak, dan ibu bisa merasakannya melalui perut mereka," kata Fabrizi.

Menendang di dalam rahim, yang juga dirasakan oleh wanita hamil, kemungkinan memiliki tujuan yang sama untuk menghubungkan otak bayi dan membantu mereka memetakan tubuh mereka, seperti yang ditemukan tim Fabrizi dalam penelitian sebelumnya.

Untuk mengatasi cegukan pada bayi, Bunda enggak perlu panik. Cukup istirahatkan bayi untuk sendawa, bisa juga gunakan empeng, atau diamkan saja sampai hilang. Semoga si kecil sehat selalu ya, Bunda.

Simak juga tips membuat bayi sendawa setelah menyusui:



(aci/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Rumah Pedesaan Rp6,9 Miliar Milik Putri Kerajaan, Intip Isi dan Para Tetangganya

Mom's Life Azhar Hanifah

Kisah Bunda Melahirkan Bayi dengan Chimera, Warna Bola Mata, Kulit, dan Rambut Berbeda

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

7 Ciri Kepribadian Orang dengan Empati Tinggi, Apakah Kamu Salah Satunya?

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Tips Aman Anak Duduk di Car Seat saat Perjalanan Mudik Menurut Dokter

Parenting Nadhifa Fitrina

Anak Merasa YouTube Sebagai Teman Dekatnya? Ini Penjelasan Psikolog

Parenting Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Rumah Pedesaan Rp6,9 Miliar Milik Putri Kerajaan, Intip Isi dan Para Tetangganya

Tips Aman Anak Duduk di Car Seat saat Perjalanan Mudik Menurut Dokter

Kisah Bunda Melahirkan Bayi dengan Chimera, Warna Bola Mata, Kulit, dan Rambut Berbeda

Anak Merasa YouTube Sebagai Teman Dekatnya? Ini Penjelasan Psikolog

7 Ciri Kepribadian Orang dengan Empati Tinggi, Apakah Kamu Salah Satunya?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK