sign up SIGN UP search


parenting

3 Cara Mudah Mengatasi Cegukan pada Bayi, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Kamis, 03 Sep 2020 08:05 WIB
Cute newborn baby girl lying in the bed. 2 month old child in owl hat sleeping on blue blanket with stars caption
Jakarta -

Bunda mungkin pernah merasa khawatir saat melihat bayi mungil yang baru lahir mengalami cegukan. Sebenarnya sangat normal bagi bayi baru lahir mengalami cegukan lho, Bunda.

Bahkan bayi mengalami cegukan sejak masih dalam masa kandungan, mulai sekitar bulan ke-6 kehamilan ketika paru-paru bayi mulai berkembang. Jika Bunda pernah melihat atau merasakan kejang kecil biasa di perut, mungkin saat itu si kecil sedang cegukan.

Dikutip dari Medical Daily, bayi dalam kandungan diperkirakan bisa menghabiskan waktunya hingga 15 menit untuk cegukan dalam sehari. Nah, jika bayi banyak cegukan ketika berada di dalam kandung, kemungkinan dia juga akan sering cegukan dalam beberapa bulan pertama kelahiran lho, Bun. Namun, cegukan pada bayi baru lahir itu normal dan Bunda tidak perlu khawatir.


Penyebab cegukan pada bayi

Cegukan terjadi saat diafragma, otot pernapasan di dasar dada mengalami iritasi dan kejang. Nah, penyebab cegukan yang dialami oleh bayi ini karena adanya kontraksi pada diafragma dan pita suara yang ditutup dengan cepat, Bunda. Dengan penutupan pita suara yang cepat menyebabkan bayi cegukan.

Apalagi kemampuan menelan dan bernapas bayi masih belum sepenuhnya sinkron dan bekerja dengan optimal.

"Dia mungkin mencoba menelan pada saat yang sama ketika menarik napas. Dan itulah yang memicu cegukan terjadi," kata Peter Vishton, Ph.D selaku kepala peneliti di Pusat Penelitian Perkembangan Anak di College of William & Mary, di Williamsburg, VA, dikutip dari Parents.

Cegukan pada bayi juga sering terjadi ketika mereka sedang menyusui. Itu terjadi karena udara terperangkap di perut kecilnya.

Manfaat cegukan pada bayi

Meski Bunda mungkin khawatir, namun cegukan sebenarnya bukanlah hal yang mengganggu bayi kok. Bahkan, bagi bayi yang mengalami cegukan, ia cenderung tak terpengaruh dan masih dapat tidur tanpa merasa adanya gangguan.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh University College London (UCL) dan diterbitkan dalam Clinical Neurophysiology edisi Desember 2019, peneliti mengklaim bahwa cegukan pada bayi memiliki manfaat yang baik, yakni mendukung perkembangan otak bayi yang baru lahir. Ini memicu aliran sinyal otak yang dapat membantu bayi mengatur pernapasannya.

Peneliti menganalisis aktivitas otak 13 bayi yang baru lahir. Tim menggunakan electroencephalography (EEG) untuk mengamati otak setiap bayi dan menempatkan sensor gerakan di torso mereka untuk merekam cegukan pada bayi.

Mereka menemukan bahwa cegukan menyebabkan kontraksi pada otot diafragma. Perubahan fisik ini memicu gelombang otak di korteks otak. Serangkaian cegukan menyebabkan gelombang besar sinyal, yang memungkinkan otak mengaitkan cegukan dengan rasa kontraksi otot diafragma.

"Aktivitas akibat cegukan dapat membantu otak bayi untuk mempelajari cara memantau otot pernapasan, sehingga pada akhirnya pernapasan dapat dikontrol secara sukarela dengan menggerakkan diafragma ke atas dan ke bawah," ujar Dr Lorenzo Fabrizi, selaku penulis senior dalam studi tersebut.

Cara mengatasi cegukan pada bayi

Walaupun cegukan memiliki manfaat yang baik, akan tetapi dalam beberapa kasus bisa cukup mengganggu beberapa bayi, Bunda.

"Cegukan juga bisa menjadi tanda bahwa bayi Anda merasa kewalahan dengan lingkungannya," ujar DeAnn Davies, direktur perkembangan anak di Scottsdale Healthcare, Arizona.

Ilustrasi BayiIlustrasi Bayi/ Foto: iStock

Nah, jika cegukan pada bayi terjadi secara sering dan lama, ini juga bisa menjadi tanda adanya refluks lho, Bunda. Karena hal itu bisa dipicu oleh kejang esofagus dan udara ekstra di perut bayi.

Jika si kecil juga mengalami gejala refluks lainnya seperti muntah, meludah, menolak makan, mudah tersinggung, sensitif dan batuk hingga mengganggu tidurnya, maka Bunda perlu membantu menghentikan cegukannya atau sampaikan kekhawatiran tersebut kepada dokter.

Untuk menghilangkan cegukan pada bayi, Bunda bisa mencoba beberapa cara mudah dan aman, dirangkum dari HealthLine sebagai berikut:

1. Istirahat untuk sendawa

Saat bayi menyusu ASI atau formula, cobalah untuk mengambil sedikit waktu untuk beristirahat dan bersendawa, Bunda. Dengan begitu, Bunda dapat membantunya menghindari dan menghilangkan cegukan yang terjadi.

Agar bisa bersendawa, Bunda bisa memposisikan bayi dengan tegak. American Academy of Pediatrics (AAP) juga menyarankan agar bayi beristirahat untuk sendawa terlebih dahulu sesaat akan berganti payudara saat disusui.

Caranya, usap dan tepuk punggung bayi dengan lembut saat dia mengalami cegukan. Jangan menampar atau memukul area ini dengan kasar atau terlalu kuat.

2. Menggunakan empeng

Cegukan tidak selalu muncul saat menyusu, Bunda. Saat si kecil terlihat mulai cegukan, cobalah untuk memberikan empeng untuk diisapnya. Dengan mengisap empeng, maka diafragmanya akan mengendur sehingga sangat membantu untuk menghentikan cegukan.

3. Biarkan hilang sendiri

Meski lebih banyak berhasil daripada tidak, membiarkan cegukan berhenti dengan sendirinya juga tidak apa-apa kok kalau itu tidak mengganggunya, Bunda. Namun bila Bunda melihat cegukannya tak kunjung hilang, maka beritahu kepada dokter karena bisa saja merupakan tanda adanya masalah medis lain yang perlu ditangani lebih lanjut.

Sementara itu, ada cara untuk mencegah bayi cegukan, meski sulit mencegah bayi cegukan sepenuhnya karena penyebabnya yang tidak selalu jelas. Namun metode ini mungkin bisa membantu mencegah bayi cegukan:

  • Pastikan bayi tenang saat Bunda menyusui. Artinya, jangan menunggu bayi sangat lapar untuk disusui, sehingga mereka kesal dan menangis sebelum menyusui dimulai.
  • Setelah menyusui hindari aktivitas berat dengan bayi, seperti melompat atau bermain yang memerlukan banyak energi.
  • Jaga bayi dalam posisi tegak selama 20 hingga 30 menit setelah menyusui

Bunda, simak juga cara merawat gigi bayi 6 bulan dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi