sign up SIGN UP search


parenting

4 Saran Dokter untuk Mengatasi Ketombe Bayi Baru Lahir

Melly Febrida Senin, 21 Dec 2020 14:35 WIB
Mother looking at her newborn baby head which has dermatologic problem Cradle Cap Seborrheic Dermatitis. The baby is 2 months old and of caucasian ethnicity. The scene is situated indoors in city flat apartment located in Sofia, Bulgaria (Eastern Europe). The picture is taken with Sony A7III camera. caption

Jakarta - Bunda mungkin kaget ketika melihat kerak putih seperti ketombe di kulit kepala bayi. Tak sedikit Bunda yang bertanya-tanya, apakah ketombe bayi ini diakibatkan sampo bayi atau cara memandikan yang kurang bersih.

Hal tersebut membuat Bunda keheranan karena merasa sudah membersihkan kepala bayi dengan benar.  Ternyata, ketombe bayi ini dikenal dengan cradle cap, Bunda. Kalau si kecil mengalami hal ini, bukan berarti Bunda kurang bersih membersihkan kepala bayi. 


Berbeda dengan cradle cap yang lebih umum, ketombe berwarna putih, kering, dan terkadang gatal. Kalau Bunda memiliki kulit kering, bayi Bunda juga bisa mengalami kulit kering.

Mary L Gavin, MD, dokter spesialis anak mengatakan cradle cap merupakan istilah umum untuk dermatitis seboroik pada kulit kepala pada bayi. Dermatitis seboroik, juga disebut seborrhea dan dapat muncul di dahi dan wajah, di belakang telinga, di area popok, ketiak, serta lipatan  kulit lainnya.

Menurutnya, cradle cap dan dermatitis seboroik pada bayi ini biasanya membaik pada usia 12 bulan. Sedangkan seborrhea, mungkin muncul kembali sekitar masa pubertas sebagai ketombe.

"Bayi dapat mengalami dermatitis seboroik saat berusia antara 2 minggu dan 12 bulan.  Biasanya dimulai dengan cradle cap," kata Gavin dilansir Kids Health.

Bayi dengan cradle cap akan mengalami sedikit bercak merah bersisik atau kuning berkerak di kulit kepala.  Jika bayi memiliki cradle cap di kulit kepala, mereka mungkin juga memiliki di area tubuh berminyak lainnya, seperti ketiak, selangkangan, dan telinga. Atau bisa juga mulai di wajah atau area popok dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Dikutip Health Line, cradle cap biasanya tidak gatal dan tidak mengganggu bayi. Jika kulit kepala kering disertai dengan ruam merah dan gatal, alergi bisa menjadi penyebabnya.

"Penyebab pasti cradle cap belum diketahui.  Mungkin karena kombinasi beberapa hal.  Terlalu banyak minyak kulit (sebum) di kelenjar minyak dan folikel rambut dan sejenis jamur yang ditemukan di kulit yang disebut Malassezia juga dapat berperan dalam perkembangan dermatitis seboroik," jelas Gavin.

Cradle cap diduga dikaitkan dengan kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Begitu juga dengan alergi, dapat menyebabkan kulit kepala bayi kering, meskipun ini jarang terjadi.  

Bayi dengan dermatitis seboroik biasanya sehat serta kondisinya akan membaik dengan sendirinya atau dengan pengobatan. Lalu, apa yang harus Bunda lakukan untuk mengatasi ketombe bayi ini? Buka di halaman selanjutnya ya!


Bunda, jangan lewatkan juga yuk untuk menyimak mengenai fisioterapi untuk bayi seperti dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner YouTube Sacha



 

Sering Keramas dan Ketombe Bayi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi