sign up SIGN UP search


parenting

Jangan Sampai Salah Bun, Ini Cara Atur Konten YouTube untuk Anak

Inkana Putri Selasa, 12 Jan 2021 12:39 WIB
Girl using a digital tablet in home Ilustrasi atur konten YouTube/ Foto: Getty Images/Yagi-Studio
Jakarta -

Semakin berkembangnya zaman, media edukasi anak-anak juga ikut berkembang. Terlihat dari banyaknya orang tua yang memberikan konten YouTube untuk anak sebagai media bermain dan belajar.

Meskipun demikian, ternyata YouTube juga bisa jadi bahaya bagi Si Kecil lho, Bunda. Apalagi jika Bunda tidak menyaring konten YouTube untuk anak. Hal ini pun juga dibenarkan oleh Konsultan Pendidikan Dunia Maya dan penulis The Tech Savvy User's Guide to the Digital World, Lori Getz.

"YouTube bisa sangat menyenangkan, tetapi itu bukan tempat bagi anak-anak - dari segala usia - untuk berkeliaran sendirian," kata Lori dikutip dari situs web Care.


Lalu, bagaimana sih cara memilih dan mengatur konten YouTube untuk anak yang benar dan tepat? Yuk, simak 10 langkah berikut yang dilansir dari Care dan Today's Parent.

1. Kontrol tontonan anak

Platform YouTube menyediakan fitur 'saluran terpercaya' di tahun 2018 sehingga orang tua dapat memilih dan menyetujui konten pilihan yang sesuai. Dengan begitu, Si Kecil hanya bisa menonton dalam mode 'Hanya Konten yang Disetujui' dan tidak dapat menelusuri konten lainnya.

Bukan hanya itu saja Bunda, YouTube juga merilis panduan konten 'Made for Kids' sesuai dengan Federal Trade Commission Amerika Serikat. Adapun konten tersebut ditujukan untuk anak-anak jika menampilkan aktor, karakter, aktivitas, permainan, lagu, cerita, atau materi pelajaran lain yang ditargetkan untuk anak-anak. Namun, Bunda juga tetap harus mempertimbangkan konten yang baik dan aman untuk Si Kecil.

Selain itu, ada baiknya juga bagi Bunda untuk mengetahui konten 'Not Made for Kids' meliputi konten bertema seksual, kekerasan, atau tema dewasa yang tidak sesuai untuk penonton di bawah 18 tahun.

2. Sesuaikan batasan usia

Bicara soal konten YouTube untuk anak, Bunda tentunya akan menemukan beragam video mulai dari untuk edukasi hingga sekadar film. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk menyesuaikan konten dengan usia Si Kecil. Jika Bunda memang menggunakan YouTube sebagai salah satu sarana edukasi maka pilihlah konten yang memang berisi pembelajaran. Namun, Bunda juga bisa beri ia tontonan hiburan berupa film animasi atau kartun agar Si Kecil tak bosan.

Selain itu, tetapkanlah juga waktu menonton bagi Si Kecil. Misalnya, dalam satu hari Si Kecil hanya boleh menonton YouTube 1-2 jam saja. Hal ini tentunya juga harus dilakukan secara konsisten ya, Bunda. Dengan begitu, ia tidak akan bergantung pada gadget dan YouTube.

3. Atur batas waktu layar

Sama halnya dengan orang dewasa, YouTube juga bisa bikin anak-anak ketagihan. Apalagi di YouTube sering kali muncul rekomendasi video, yang tentunya bisa diklik oleh Si Kecil kapan saja.

Sebagai orang tua, tugas Bunda adalah untuk memastikan Si Kecil tidak menatap layar gadget dan menonton YouTube selama berjam-jam. Pasalnya, di usianya, ia juga butuh bermain, belajar, dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Jadi, berilah ia waktu tertentu agar mereka dapat menontonnya.

4. Berlangganan program bebas iklan

Saat menonton YouTube, sangat memungkinkan iklan muncul di sela-sela video. Tak hanya orang dewasa, anak juga bisa menjadi target iklan. Bahkan, beberapa iklan juga berbahaya bagi anak-anak.

Jika menggunakan layanan gratis YouTube Kids, Bunda tentu akan sering menemukan banyak iklan bermunculan. Guna menghindari Si Kecil menonton iklan yang berpotensi berbahaya, ada baiknya untuk berlangganan program bebas iklan.

Sekarang Bunda tahu cara mengatur konten YouTube untuk anak, namun Bukan berarti Bunda bisa membiarkan Si Kecil mengakses YouTube sendirian ya. Beberapa video edukasi memang banyak tersedia di YouTube, tapi ada juga banyak video yang menanamkan pemahaman yang salah tentang realitas pada anak-anak.

Jadi, sangat penting bagi Bunda untuk berbicara dan berdiskusi dengan anak-anak. Berilah pemahaman tentang hal yang memang ada di dunia dengan hal yang hanya sekadar fantasi saja. Dengan begitu, Si Kecil bisa membedakan mana yang bisa dicontoh atau dilakukan dalam kehidupan nyata.

Simak juga niat Tantri 'Kotak' curhat soal kehamilannya di YouTube:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner dr.Tirta vs Melly GoeslawFoto: Mia Kurnia Sari



(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi